Untitled Document
Selasa , 16 April 2024 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Melihat Racikan Teh Rumput Laut Kapai Shok Lhok Bubon Aceh Barat
Senin, 23 Jan 2023 - Sumber: https://rri.co.id/kuliner - Terbaca 476 x - Baca: 15 Apr 2024
 
Lhok Bubon adalah sebuah objek wisata bahari terletak di wilayah administrasi Gampong/ Desa Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Lhok Bubon saat ini merupakan objek wisata pantai yang menjadi incaran wisatawan lokal di Aceh di saat hari libur. Di lokasi ini terdapat tempat permandian laut bagi anak-anak dan keluarga, itulah keunggulan yang ditawarkan.

Di sana tumbuh sebuah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rumput Laut yang diolah dengan berbagai macam menu kuliner yang disajikan kepada pengunjung objek wisata di daerah berjuluk "Bumi Teuku Umar".

Saat ini yang coba dikembangkan dari bahan baku Rumput Laut adalah Teh Rumput Laut yang dikemas dengan produk sederhana karena produksinya pun masih tradisional dan manual sehingga butuh waktu lumayan lama.

Cut Sri Wahyuni, adalah pelaku UMKM Rumput Laut di lokasi setempat, beberapa tahun sudah mencoba terus mengembangkan produk Teh Rumput Laut untuk menembus pasar lokal dengan bekal ilmu dari akademisi Universitas Teuku Umar (UTU).

"Kami belum berani memasarkan lebih besar karena masih dalam proses pengurusan izin lengkap. Sejauh ini kami sudah ada pasar walaupun masih terbatas, selain juga Teh Rumput Laut ini disajikan untuk pengunjung wisata," katanya kepada rri.co.id, Sabtu 14 Januari 2023.

UMKM ini telah memberi nama untuk produk mereka "Teh Rumput Laut Kapai Shok" (Teh Rumput Laut Kapal Kandas), penamaan ini memiliki filosofi sejarah keberadaan Lhok Bubon yang terdapat satu unit Kapal Belanda yang kandas di lokasi setempat.

Monumen Kapal Belanda yang kandas dan hancur di pesisir pantai setempat saat ini menjadi cerita rakyat, tetapi banyak tokoh masyarakat setempat menyebut bahwa bangkai Kapal Belanda itu masih berada di dasar laut kawasan setempat.

Lokasi atau tempat produksi Teh Rumput Laut sangat sederhana, bermodal pas-pasan sambil mengelola kafe di lokasi wisata dimanfaatkan Cut Sri Wahyuni, mengajak warga bergabung.

Bahan baku sangat mudah didapatkan, hanya bermodal sebilah pisau, masuk ke air untuk memanen rumput laut, kemudian dibersihkan dan dijemur/ dikeringkan tidak menggunakan cahaya matahari untuk menjaga kualitas bahan baku.

Setelah tiga hari proses pengeringan, barulah diolah dengan mencacah bahan baku dan singkat cerita di racik dengan bumbu rempah-rempah untuk menciptakan kualitas rasa yang siap disajikan.

"Sebenarnya saya juga bisa membuat kuliner lain dari rumput laut, seperti biskuit, minuman just dan mie, tapi ini masih kita sesuaikan dulu dengan permintaan, jika sudah dibutuhkan maka kami siap sediakan," optimis Cit Sri Wahyuni.

Sejak usaha Teh Rumput Laut ini hadir, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini mulai masuk dengan menawarkan program agar UMKM ini bisa terus tumbuh berkembang secara berkelanjutan.

"UMKM Rumput Laut ini akan menjadi skala prioritas kita, akan kita upayakan dengan mengusulkan bantuan untuk kebutuhan mereka, terutama untuk peningkatan standar produksi yang lebih bernilai ekonomis," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UKM Aceh Barat, Fauzi, S.H.

Ia mengakui, bahwa baru mengetahui ada UMKM mandiri dan berupaya bangkit mengembangkan usaha seperti demikian dengan penuh semangat, Pemda tentunya akan mendukung usaha tersebut.

Setelah ia mempelajari, dari sisi administrasi kelengkapan izin UMKM Rumput Laut itu sudah standar dan sudah ada hak paten. Tinggal bagaimana membuat usaha itu berkelanjutan dan menyediakan pasar yang lebih luas.

Ketua Komisi II DPRK Aceh Barat Mawardi Basyah, juga turun bersamaan melihat bagaimana UMKM ini bangkit berdikari sendiri di ujung pelosok Pantai Lhok Bubon.

"Kami akan kawal dan mencarikan jejaring semua leding sektor untuk bagaimana UMKM Rumput Laut ini berkembang, sebab kita Aceh Barat masih sangat sedikit produk lokal yang dapat diandalkan dan dijual untuk membangun kawasan wisata," sebut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh Barat itu.

Pihak legislatif kata Mawardi, mendambakan juga muncul produk baru dengan kreasi baru yang digali dengan keseriusan semua pihak untuk dikembangkan, itu adalah salah satu dorongan pihaknya setiap ada pembahasan rapat dengar pendapat (RDP) di DPRK bersama dengan pihak eksekutif.

Sementara itu Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ekowisata Nipah Aceh Barat Suwandi, menyebut, maju atau tidaknya sebuah kawasan objek wisata tergantung pada pelayanan, sajian dan kearifan lokal yang dimiliki sebuah daerah.

"Dalam waktu dekat ini pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengundang kita. Ini adalah peluang bagi Aceh Barat untuk mengambilnya untuk memajukan sektor pariwisata," ungkap Suwandi.

Saat ini Kecamatan Samatiga, merupakan destinasi wisata bahari Kabupaten Aceh Barat, sepanjang garis pantai daerah itu menjadi tujuan wisatawan berkunjung, bukan hanya di hari libur.

Penataan objek wisata di pantai seperti Lhok Bubon, sudah lumayan baik hanya perlu ada regulasi dan pemetaan dari pihak desa untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemar dengan kotoran ternak dan sampah pengunjung.
 
 
 
More Berita
 
1 . Komoditas Rumput Laut Kaltim Tembus Pasar China
  Rabu, 10 Apr 2024-https://adakah.id/ - Terbaca 56 x
2 . Antusiasme Petani Takalar di Puncak Musim Tanam Rumput Laut Cottonii
  Jumat, 05 Apr 2024-Irsyadi Siradjuddin & Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 71 x
3 . Distribusi Film Dokumenter: Penelitian Rumput Laut Partisipatif di Sulawesi Selatan, Indonesia
  Senin, 01 Apr 2024-JaSuDa, WUR, dan UNHAS - Terbaca 81 x
4 . Tantangan Budidaya Rumput Laut Ramah Lingkungan di Sabu Raijua NTT, dari Pelampung hingga Tengkulak
  Senin, 01 Apr 2024-https://www.liputan6.com/ - Terbaca 76 x
5 . Pabrik Rumput Laut Solusi Harga Stabil
  Selasa, 26 Mar 2024-https://www.rri.co.id/ - Terbaca 107 x
6 . JaSuDa Fasilitasi Kegiatan Training Piloting Budidaya Udang Tambak Tradisional Plus di Sulsel
  Senin, 25 Mar 2024-Boedi Julianto, Irsyadi Siradjuddin, Irna Aswanti - Terbaca 71 x
7 . Distribusi Film Dokumenter Riset Rumput Laut
  Jumat, 22 Mar 2024-Tim Jasuda dan Tim WUR - Terbaca 88 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Rumput Laut Krispi
  Rabu, 10 Apr 2024 - https://cookpad.com/ - Terbaca 54 x
2 . 7 Daerah Penghasil Rumput Laut Terbesar di Indonesia
  Senin, 01 Apr 2024 - https://www.limakilo.id/ - Terbaca 99 x
3 . Cerita Sukses Kosmetik Rumput Laut dan Pelestari Terumbu Karang dari Nusa Penida
  Selasa, 26 Mar 2024 - https://www.mongabay.co.id/ - Terbaca 68 x
4 . Resep Sup Rumput Laut, Menu Diet Sehat untuk Buka Puasa dan Sahur
  Selasa, 19 Mar 2024 - https://jatim.tribunnews.com/ - Terbaca 85 x
5 . Mengenal 16 Jenis Rumput Laut di Indonesia dan Ciri-cirinya
  Selasa, 12 Mar 2024 - https://m.kumparan.com/ - Terbaca 125 x
6 . Rumput Laut Kamaribu
  Senin, 04 Mar 2024 - https://dprd-dkijakartaprov.go.id/ - Terbaca 90 x
7 . Rumput Laut yang Terancam Punah
  Senin, 26 Feb 2024 - https://www.renovablesverdes.com/ - Terbaca 174 x
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
 
 
Statistik Website
Visitors 669,804  Kali
Member JaSuDa 10,638 Org
Buku Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2764  lihat
 
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022.
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin