Untitled Document
  Rabu , 20 Maret 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Budidaya Rumput Laut Perlu Diatur
 
Selasa, 11 Sep 2018 - Sumber: http://m.bulungan.prokal.co/ - Terbaca 4 x - Baca: Feb 06 2019    
 
Budidaya rumput laut di Kaltara cukup menjanjikan. Beberapa petani rumput laut, baik di Tarakan maupun Kabupaten Nunukan sudah sangat banyak.

Akan tetapi, budidaya ini menuai permasalahan di laut dengan nelayan. Pasalnya, belum ada batasan yang mengatur lokasi-lokasi budidaya rumput laut. Sehingga tidak jarang saat nelayan mencari ikan, mesin kapal tersangkut oleh tali yang membentang untuk rumput laut.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara berencana bekerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT), untuk sistem budidaya rumput laut menggunakan keramba. Kepala DKP Kaltara Amir Bakri menilai, sistem kerambah sangat bagus dan tidak mengganggu para nelayan yang mencari ikan di laut.

“Sistem keramba pun tak memerlukan tenaga kerja. Tapi untuk memulai sistem keramba membutuhkan pembiayaan yang cukup besar,” jelasnya, Selasa (4/9).

Lanjutnya, persoalan batasan area budidaya rumput laut jadi pembahasan dengan Bupati Nunukan agar hal ini dapat disikapi. Karena jika tidak segera ditindaklanjuti, maka jalur laut yang sering dilintasi para nelayan bisa terganggu dengan adanya budidaya rumput laut.

Penggunaan area laut untuk budidaya memang belum ada ketentuan yang mengatur. Sehingga petani rumput laut memanfaatkan untuk pengembangan dan peningkatan hasil produksi. Proses panen rumput laut pun tidak membutuhkan waktu lama.

Menurutnya, perlu adanya batasan area-area laut yang dipergunakan petani rumput laut. Untuk menghindari adanya permasalahan yang dihadapi para nelayan. “Pemanfaatan ruang laut belum sepenuhnya teratasi. Makanya, kami berusaha untuk menata budidaya rumput laut dan menggunakan sistem keramba,” pungkasnya.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Pengusaha Harapkan Produksi Rumput Laut Naik Dua Kali Lipat
  Senin, 18 Mar 2019-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 9 x
Kenapa Rumput Laut Indonesia Kalah Bersaing dari Korea Selatan ?
  Senin, 11 Mar 2019-https://www.mongabay.co.id/ - Terbaca 17 x
Petani Budidaya Rumput Laut Butuh Akses Permodalan
  Senin, 04 Mar 2019-http://www.balipost.com/ - Terbaca 18 x
Pengembangan Kebun Bibit Rumput Laut
  Senin, 25 Feb 2019-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 12 x
Pasang Laut, Kadar Garam Tinggi, Petani Rumput Laut Merugi
  Senin, 18 Feb 2019-https://radarsurabaya.jawapos.com/ - Terbaca 10 x
Menteri Susi Cari Pasar Alternatif untuk Ekspor Rumput Laut
  Senin, 11 Feb 2019-https://economy.okezone.com/ - Terbaca 11 x
Pertemukan Inovator Produk dan Industri Rumput Laut, Pemerintah Buat Platform Jejaring Digital
  Senin, 04 Feb 2019-https://maritim.go.id/ - Terbaca 1 x
Rumput Laut Tetap Layak Dibudidayakan di Nusa Penida
  Senin, 28 Jan 2019-https://balitribune.co.id/ - Terbaca 18 x
Nunukan Ekspor Perdana Rumput Laut ke Korea Selatan
  Senin, 21 Jan 2019-https://m.republika.co.id/ - Terbaca 12 x
Budi Daya Rumput Laut Lamsel Kembali Bergairah
  Senin, 14 Jan 2019-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 16 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 464,463  Kali
Jumlah Anggota 10,034 Org
Buku Tamu / Promosi 782  lihat
Konsultasi Online 2738  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin