Untitled Document
  Jumat , 22 Februari 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Cegah Hambatan Dagang, Indonesia-China Dirikan Pusat Riset Rumput Laut
 
Senin, 16 Apr 2018 - Sumber: http://m.bisnis.com/ - Terbaca 54 x - Baca: Feb 18 2019    
 
JAKARTA Indonesia dan China mendirikan pusat riset rumput laut bersama untuk menangkal terulangnya kembali hambatan dagang terhadap komoditas itu di pasar ekspor.

Pusat riset itu bernama Seaweed Research and Popularization Center di Pantai Kupa, Barru, Sulawesi Selatan. Lembaga itu didirikan bersama oleh Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), Pemprov Sulsel, China Algae Industry Association (CAIA), dan didukung oleh Ocean University of China.

"Ini dalam rangka peningkatan produktivitas, kualitas, serta antisipasi masalah-masalah yang akan timbul, seperti pada delisting agar-agar dan carrageenan [dari daftar bahan pangan organik] di masa depan," kata Ketua ARLI Safari Aziz kepada Bisnis, pekan lalu.

Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) pada 4 April membatalkan rencana penghapusan tepung karagenan rumput laut dari daftar bahan pangan organik, setelah sebelumnya juga batal mencoret agar-agar. Putusan itu berlaku mulai 29 Mei 2018 hingga 29 Mei 2023. Selanjutnya, daftar itu akan ditinjau lagi secara rutin.

Keputusan USDA untuk tetap memasukkan karagenan ke dalam produk pertanian diambil karena tak ada substitusi alami lain. Produk substitusi potensial lain tak memadai untuk menggantikan fungsi karagenan sehingga produk itu tetap memenuhi kriteria daftar pangan organik AS menurut Organic Foods Production Act (OFPA).

Sebelumnya, Indonesia berkali-kali menyampaikan pembelaan bahwa rumput laut dikembangkan di pesisir dan pulau-pulau yang perairannya bersih. Budi dayanya juga tidak menggunakan pupuk dan suplemen, serta berlangsung alamiah. Dengan demikian, komoditas itu tetap layak ditempatkan dalam daftar bahan pangan organik.

Indonesia dan China berkonsolidasi karena kedua negara sesungguhnya dua pemasok utama produk rumput laut ke Negeri Paman Sam. Indonesia mengekspor rumput laut Euchema dan Gracilaria kering sebanyak 50% dari kebutuhan dunia, yang 70% di antaranya dikapalkan ke China.

Berdasarkan data BPS, Indonesia mengekspor 137.859 ton rumput laut dan ganggang lainnya senilai US$113,8 juta ke berbagai negara sepanjang Januari-Oktober 2017.

China menyerap 117.795 ton senilai US$95,2 juta. Negeri Tirai Bambu lantas mengapalkan karaginan ke AS dan Eropa. Karagenan selama ini merupakan bahan penolong yang digunakan sebagai pengental untuk salad dressing, pengenyal sosis, atau penjernih bir.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Pasang Laut, Kadar Garam Tinggi, Petani Rumput Laut Merugi
  Senin, 18 Feb 2019-https://radarsurabaya.jawapos.com/ - Terbaca 8 x
Menteri Susi Cari Pasar Alternatif untuk Ekspor Rumput Laut
  Senin, 11 Feb 2019-https://economy.okezone.com/ - Terbaca 10 x
Pertemukan Inovator Produk dan Industri Rumput Laut, Pemerintah Buat Platform Jejaring Digital
  Senin, 04 Feb 2019-https://maritim.go.id/ - Terbaca 1 x
Rumput Laut Tetap Layak Dibudidayakan di Nusa Penida
  Senin, 28 Jan 2019-https://balitribune.co.id/ - Terbaca 16 x
Nunukan Ekspor Perdana Rumput Laut ke Korea Selatan
  Senin, 21 Jan 2019-https://m.republika.co.id/ - Terbaca 10 x
Budi Daya Rumput Laut Lamsel Kembali Bergairah
  Senin, 14 Jan 2019-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 14 x
Dampak Cuaca Buruk, Pencari Rumput Laut Tersendat
  Senin, 07 Jan 2019-http://gunungkidulpost.com/ - Terbaca 17 x
Jepang Budidaya Tiram dan Rumput Laut di Banda Aceh
  Senin, 31 Dec 2018-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 6 x
Kembalikan Kualitas Rumput Laut, Pemerintah Bikin Demplot
  Selasa, 25 Dec 2018-http://www.balipost.com/ - Terbaca 12 x
Produksi Rumput Laut di Serang mencapai 17 Ribu Ton
  Senin, 17 Dec 2018-https://banten.antaranews.com/ - Terbaca 10 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 462,581  Kali
Jumlah Anggota 10,018 Org
Buku Tamu / Promosi 780  lihat
Konsultasi Online 2736  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin