Untitled Document
  Jumat , 22 Februari 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Diklaim Surplus 3,4 Juta Ton, Indonesia Kelebihan Investasi Rumput Laut
 
Senin, 22 Jan 2018 - Sumber: https://agrifood.id/ - Terbaca 45 x - Baca: Feb 06 2019    
 
Setelah kisruh impor beras akibat data yang tidak valid, rumput laut pun segera menyusul. Sejak 2013 hingga hingga Oktober 2017, produksi rumput laut kering diklaim surplus 3,4 juta ton. Basis data yang masih perlu dipertanyakan itu menyebabkan investasi dalam industri rumput laut menjadi berlebihan. Hal ini bisa terlihat dari pelaku industri pengolahan yang kesulitan bahan baku.

Demikian disampaikan Asosiasi Industri Rumput Laut (Astruli) dalam sebuah diskusi terbatas di Jakarta, Kamis (18/1), menyikapi data yang simpang siur sehingga berdampak pada dunia usaha pengolahan dan industri rumput laut. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum Astruli Soerianto Kusnowirjono, Wakil Ketua Umum Astruli Sasmoyo Boesari, Sekjen Astruli Arman Arfah, dan beberapa pelaku industri rumput laut. Astruli beranggotakan 21 pelaku industri dengan kapasitas sekitar 76% dari total produksi olahan rumput laut nasional.

Data yang dihimpun Astruli selama periode 2013-2016 menunjukkan kelebihan produksi hingga 3,4 juta ton rumput laut kering. Pada tahun 2016, data produksi rumput laut kering dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencapai 1,1 juta ton dan ekspor sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 188.298 ton. Sedangkan pembelian oleh industri dalam negeri baru sekitar 135.000 ton sehingga ada kelebihan produksi pada tahun 2016 mencapai 776.702 ton rumput laut kering.

“Demikian juga pada tahun 2015, kelebihan produksi mencapai 778.129 ton rumput laut kering. Ini sebenarnya terjadi sejak tahun 2010 lalu,” kata Soerianto.

Sasmoyo menambahkan bahwa fenomena data produksi beras yang tidak akurat, bahkan antarinstansi pemerintah, telah berdampak luas dalam kebijakan dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Hal yang sama juga terjadi pada rumput laut dan berdampak pada beberapa aktivitas industri turunan rumput laut.

Dalam beberapa tahun terakhir, kata Sasmoyo, data produksi rumput laut diklaim terus meningkat. Namun, para pelaku industri pengolahan rumput laut justru kesulitan bahan baku. Hal itu menjadi indikasi bahwa Indonesia sudah kelebihan investasi pengolahan yang awalnya didasarkan pada data produksi yang berlebih tersebut. Bahkan, ada beberapa pabrik pengolahan malah tutup karena kesulitan bahan baku sejak beberapa tahun lalu.

Selain itu, lanjut Sasmoyo, jika produksi berlebihan seharusnya harga rumput laut turun di pasaran. Faktanya, terjadi kenaikan harga di beberapa sentra rumput laut. Kenaikan harga sejak akhir 2017 lalu itu karena pasokan rumput laut yang terbatas atau sedikit.

“Produksi diklaim berlebihan, tetapi harga rumput laut kering tetap tinggi. Biasanya harga berkisar sekitar Rp 9.000-10.000 per kilogram, tetapi sejak akhir 2017 lalu malah naik menjadi Rp 25.000 per kilogram. Ini kondisi yang sangat aneh. Kalau produksi berlebihan, harganya harus turun,” kata Presiden Direktur PT Indonusa Algaemas Prima ini.

Pakar dan peneliti rumput laut dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jana Tjahjana Anggadireja mengatakan kelebihan produksi yang sangat besar tersebut tidak bisa dibuktikan karena faktanya tidak ada. “Kalau dicari kelebihan produksi setiap tahun tersebut ada dimana, tidak ada barangnya. Jadi kemana jumlah rumput laut yang sangat banyak itu disimpan. Adakah pihak yang menimbun sebanyak itu,” kata Jana.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Pasang Laut, Kadar Garam Tinggi, Petani Rumput Laut Merugi
  Senin, 18 Feb 2019-https://radarsurabaya.jawapos.com/ - Terbaca 8 x
Menteri Susi Cari Pasar Alternatif untuk Ekspor Rumput Laut
  Senin, 11 Feb 2019-https://economy.okezone.com/ - Terbaca 10 x
Pertemukan Inovator Produk dan Industri Rumput Laut, Pemerintah Buat Platform Jejaring Digital
  Senin, 04 Feb 2019-https://maritim.go.id/ - Terbaca 1 x
Rumput Laut Tetap Layak Dibudidayakan di Nusa Penida
  Senin, 28 Jan 2019-https://balitribune.co.id/ - Terbaca 16 x
Nunukan Ekspor Perdana Rumput Laut ke Korea Selatan
  Senin, 21 Jan 2019-https://m.republika.co.id/ - Terbaca 10 x
Budi Daya Rumput Laut Lamsel Kembali Bergairah
  Senin, 14 Jan 2019-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 14 x
Dampak Cuaca Buruk, Pencari Rumput Laut Tersendat
  Senin, 07 Jan 2019-http://gunungkidulpost.com/ - Terbaca 17 x
Jepang Budidaya Tiram dan Rumput Laut di Banda Aceh
  Senin, 31 Dec 2018-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 6 x
Kembalikan Kualitas Rumput Laut, Pemerintah Bikin Demplot
  Selasa, 25 Dec 2018-http://www.balipost.com/ - Terbaca 12 x
Produksi Rumput Laut di Serang mencapai 17 Ribu Ton
  Senin, 17 Dec 2018-https://banten.antaranews.com/ - Terbaca 10 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 462,578  Kali
Jumlah Anggota 10,018 Org
Buku Tamu / Promosi 780  lihat
Konsultasi Online 2736  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin