Untitled Document
  Kamis , 25 April 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Harga Rumput Laut Terus Naik, Petani Pesisir Timur Girang
 
Senin, 08 Apr 2019 - Sumber: http://www.lampost.co/ - Terbaca 13 x - Baca: Apr 25 2019    
 
KALIANDA (Lampost.co) -- Petani rumput laut di Pesisir Timur Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, menikmati harga yang terus membaik sejak awal Januari 2019.

Menurut Lukman (43) petani rumput laut setempat mengungkapkan, saat ini harga rumput laut kering jenis SP mencapai Rp12 ribu perkilogram, sedangkan jenis katoni tembus Rp25ribu/kg.

Walau harga katoni lebih tinggi, petani di pesisir timur kabupaten Lampung Selatan memilih mengembangkan rumput laut jenis katoni dengan alasan lebih tahan akan serangan hama.

“Sejak Oktober 2018, harga rumput laut jenis SP Rp 8ribu/kg terus naik hingga saat ini Rp 12ribu/kg,” kata Lukman kepada lampost.co, Kamis (4/4/2019).

Hal senada diungkapkan Bastoni, petani rumput laut di Desa Legundi kecamatan Ketapang. Menurutnya, membaiknya harga rumput laut membuat sejumlah petani didesanya mulai bergairah kembali mengembangkan budidaya rumput laut.

Tahun 2015, ujar dia, harga rumput laut cuma Rp 4ribu/kg. Harga rendah yang bertahan hingga bertahun tahun membuat petani disini terpuruk. Namun sejak tahun lalu, sejumlah warga setempat mulai bubidaya rumput laut.

“Harga yang terus membaik sejak 2018 lalu hingga saat ini, tentu merupakan berkah, setelah sekian tahun harga rumput laut anjlok,” Imbuhnya.

Dengan harga yang tinggi saat ini, ucapnya, keuntungan petani juga relatif relatif tinggi, namun biaya produksi juga sedikit mengalami kenaikan, karena harga bibit dan lainnya juga ikut naik.

“Kami berharap harga akan terus bertahan, sehingga memacu semangat masyarakat pesisir yang pernah terpuruk kembali untuk budidaya rumput laut, sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir semakin membaik,” katanya.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Harga Rumput Laut di Nunukan Terjun di Kisaran Rp 18.000 Kg, Ini Sebabnya..
  Senin, 22 Apr 2019-https://benuanta.co.id/ - Terbaca 15 x
Harga Rumput Laut di Pamekasan Mulai Melorot
  Senin, 15 Apr 2019-http://www.koranmadura.com/ - Terbaca 18 x
Harga Rumput Laut Terus Naik, Petani Pesisir Timur Girang
  Senin, 08 Apr 2019-http://www.lampost.co/ - Terbaca 13 x
Pembudidaya Rumput Laut Lamsel Manfaatkan Peluang Jelang Ramadan
  Senin, 01 Apr 2019-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 11 x
Rumput Laut, Prospek Emas Hijau di Sumba Timur
  Senin, 25 Mar 2019-https://m.viva.co.id/ - Terbaca 6 x
Pengusaha Harapkan Produksi Rumput Laut Naik Dua Kali Lipat
  Senin, 18 Mar 2019-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 13 x
Kenapa Rumput Laut Indonesia Kalah Bersaing dari Korea Selatan ?
  Senin, 11 Mar 2019-https://www.mongabay.co.id/ - Terbaca 18 x
Petani Budidaya Rumput Laut Butuh Akses Permodalan
  Senin, 04 Mar 2019-http://www.balipost.com/ - Terbaca 19 x
Pengembangan Kebun Bibit Rumput Laut
  Senin, 25 Feb 2019-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 14 x
Pasang Laut, Kadar Garam Tinggi, Petani Rumput Laut Merugi
  Senin, 18 Feb 2019-https://radarsurabaya.jawapos.com/ - Terbaca 11 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 466,890  Kali
Jumlah Anggota 10,048 Org
Buku Tamu / Promosi 786  lihat
Konsultasi Online 2740  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin