Untitled Document
  Rabu , 01 April 2020 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Ini Cara Asia Sejahtera Mina (AGAR) Mengerek Volume Penjualan
 
Senin, 06 Jan 2020 - Sumber: https://m.kontan.co.id/ - Terbaca 13 x - Baca: Mar 18 2020    
 
Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan perdagangan rumput laut kering PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) akan meningkatkan volume penjualan. Permintaan per bulan bisa mencapai 7.000 ton hingga 8.000 ton. Tapi, AGAR baru mampu memenuhi sekitar 2.000 ton permintaan rumput laut kering setiap bulan.

Untuk itu, Direktur Utama AGAR Indra Widhyadharma mengatakan, pihaknya akan lebih banyak menjalin kerja sama dengan koperasi maupun petani rumput laut di Indonesia. Dengan begitu, AGAR dapat mempercepat proses pengadaan rumput laut yang siap diekspor karena memperoleh pasokan yang lebih besar dan berkesinambungan.

"Kami akan mengintensifkan rekanan yang sudah ada maupun menambah kerja sama dengan petani maupun koperasi yang baru," ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (3/1). Sejalan dengan itu, AGAR akan memperbesar pembiayaannya untuk membeli bahan baku tersebut.

Sejauh ini, AGAR mendapat pasokan rumput laut dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku. Dengan penambahan pasokan tersebut, AGAR menargetkan volume penjualannya dapat tumbuh sekitar 40% dibanding 2019.

AGAR juga akan memperbesar pasar ekspornya ke China. "Kami masih akan fokus pada pasar di China karena negara tersebut memiliki pabrik-pabrik pengolahan rumput laut dengan kapasitas besar," kata Indra.

Negeri Tirai Bambu tersebut memang mendominasi penjualan emiten berorientasi ekspor ini. Buktinya, permintaan dari China mencapai 97% penjualan AGAR. Sementara sisanya dikirim ke Malaysia, Filipina, Denmark, Spanyol, dan Amerika Selatan.

Sebagai informasi, produk yang dieskpor oleh perusahaan ini berbentuk rumput laut kering. Nantinya, produk ini akan diolah lagi oleh pembelinya menjadi tepung karagenan dan agar.

Meskipun masih akan fokus pada pasar China, Asia Sejahtera Mina akan mulai mengembangkan pasarnya ke Korea, Jepang, dan juga Amerika Selatan.

Seiring dengan peningkatan volume penjualan tersebut, Indra memprediksi utilisasi gudang penyimpanan dan pengeringannya akan naik 20%-25% tiap tahun. "Peningkatan utilisasi dengan cara memperbanyak pembelian rumput laut kering untuk diproses sesuai permintaan buyer," kata dia.

Saat ini, AGAR memiliki enam gudang penampungan, terdiri dari empat unit di Sulawesi Selatan dan dua unit di Surabaya. Kapasitasnya mencapai 5.000 ton per bulan atau 60.000 ton per tahun.

Kenaikan volume penjualan diharapkan akan diikuti oleh pertumbuhan pendapatan maupun laba yang juga sebesar 40% dibanding 2019. Hingga akhir tahun 2019, Asia Sejahtera membidik pendapatan sekitar Rp 300 miliar dan laba bersih sekitar Rp 3,5 miliar.

Menurut Indra, hingga kuartal III-2019, kinerja AGAR masih sesuai dengan rencana. Per September 2019, Asia Sejahtera mengantongi sekitar Rp 260 miliar pada pendapatan dan laba bersih Rp 1,9 miliar.

Asal tahu saja, AGAR resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 2 Desember 2019. Perusahaan ini melepas 250 juta saham atau 25% dari modal yang ditempatkan dengan harga penawaran Rp 110 per saham.

Dengan begitu, total dana segar yang diperoleh mencapai Rp 27,5 miliar. AGAR berencana menggunakan 22,8% dana initial public offering (IPO) tersebut untuk melunasi utang.

Sisanya yang sebanyak 77,2% akan digunakan untuk modal kerja, seperti menambah persediaan, menambah piutang, dan deposit. Deposit diperlukan mengingat sebagian besar penjualan AGAR adalah ekspor yang rawan terhadap fluktuasi mata uang asing.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Pengikat Rumput Laut Dilema Social Distancing
  Senin, 30 Mar 2020-http://korankaltara.com/ - Terbaca 10 x
Sampah Rumput Laut Berdatangan di Pantai Nusa Dua
  Senin, 23 Mar 2020-https://www.nusabali.com/ - Terbaca 7 x
Gara-gara Corona, Petani Rumput Laut Kembali Merana
  Senin, 16 Mar 2020-http://www.balipost.com/ - Terbaca 11 x
Di Tengah Wabah Corona, Menteri KKP Kirim 53 Ton Rumput Laut Ke China
  Senin, 09 Mar 2020-http://www.rmolbengkulu.com/ - Terbaca 11 x
Virus Corona Membuat Perdagangan Ekspor Impor Mengeluh, Harga Rumput Laut Anjlok
  Senin, 02 Mar 2020-https://cakrawalainfo.id/ - Terbaca 8 x
Indonesia-Australia Kerja Sama Tingkatkan Produktivitas Rumput Laut
  Senin, 24 Feb 2020-https://investor.id/ - Terbaca 6 x
Sumba Timur Jadi Percontohan Industrialisasi Rumput Laut
  Senin, 17 Feb 2020-https://m.detik.com/ - Terbaca 17 x
Ekspor Rumput Laut RI ke Tiongkok Terhambat Korona
  Senin, 10 Feb 2020-https://m.medcom.id/ - Terbaca 9 x
KBI dan Asia Sejahtera Jalin Kongsi, Kembangkan Niaga Rumput Laut
  Senin, 03 Feb 2020-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 11 x
Ekspor Rumput Laut Mendominasi, Tapi…
  Senin, 27 Jan 2020-https://www.radarpena.id/ - Terbaca 9 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 489,806  Kali
Jumlah Anggota 10,198 Org
Buku Tamu / Promosi 802  lihat
Konsultasi Online 2756  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin