Untitled Document
  Rabu , 19 Desember 2018 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Pemkab Sabu Didorong Kembali Operasikan Pabrik Rumput Laut
 
Senin, 24 Sep 2018 - Sumber: https://www.medcom.id/ - Terbaca 19 x - Baca: Nov 15 2018    
 
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua kembali mengoperasikan pabrik pengolahan rumput laut di daerah itu. Pabrik itu diharapkan dapat menampung rumput laut yang diproduksi petani nelayan setempat.

"Kami sudah mendapat laporan bahwa pabrik rumput laut di Sabu Raijua sudah tidak beroperasi lagi, dan itulah yang membuat para petani harus menjual hasil produksi mereka ke Pulau Jawa dan Makassar," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Ganef Wurgiyanto di Kupang, Minggu, 23 September 2018.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (DKP) membantu membangun pabrik tersebut dengan tujuan agar produksi rumput laut dijual dalam bentuk olahan. Harapannya pabrik tersebut memberi nilai tambah bagi produk yang dijual sekaligus memberi kontribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD).

Selain itu, pengoperasian pabrik akan mempermudah petani dalam memasarkan produk dengan harga yang lebih menguntungkan. Dia juga menilai daerah bisa menyerahkan pengoperasian pabrik tersebut ke pihak ketiga jika dapat saling menguntungkan.

Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemis Rihi Heke mengakui pabrik pengolahan rumput laut yang dikelola perusahaan daerah tersebut mandek karena masalah manajamen.

"(Pabrik) tidak beroperasi, tetapi kami sedang membahas kerja sama dengan pihak ketiga
untuk menghidupkan kembali pabrik yang sudah ada," kata Nikodemus.

Pembahasan rencana kerja sama dengan pihak ketiga sudah hampir final. Tinggal beberapa hal yang belum disepakati seperti kontribusi dari pabrik untuk pendapatan asli daerah (PAD). Dia yakin pabrik sudah bisa beroperasi tahun ini.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Produksi Rumput Laut di Serang mencapai 17 Ribu Ton
  Senin, 17 Dec 2018-https://banten.antaranews.com/ - Terbaca 6 x
Pemprov Sulsel Fokus Ekspor Rumput Laut ke Amerika dan Eropa
  Senin, 10 Dec 2018-http://sulselekspres.com/ - Terbaca 6 x
Pembudidaya Rumput Laut di Ketapang Sukses Sediakan Bibit Sendiri
  Senin, 03 Dec 2018-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 6 x
Rumput Laut Nunukan Dilirik Pengusaha Prancis
  Senin, 26 Nov 2018-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 25 x
Begini Kondisi Industri Rumput Laut di Tanah Air
  Senin, 19 Nov 2018-http://m.bisnis.com/ - Terbaca 16 x
Kepala BI : Kami Bermimpi Bangun Usaha Rumput Laut Raksasa di Wakatobi
  Senin, 12 Nov 2018-https://bumisultra.com/ - Terbaca 9 x
Rumput Laut, Tanaman Laut Bernilai Ekonomi Tinggi
  Senin, 05 Nov 2018-https://www.greeners.co/ - Terbaca 17 x
814 Petani di Sumba Timur Dapat Bantuan Bibit Rumput Laut
  Senin, 29 Oct 2018-http://kupang.tribunnews.com/ - Terbaca 13 x
Budidaya Rumput Laut, Langkah Awal Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Pesisir
  Senin, 22 Oct 2018-http://www.batamnews.co.id/ - Terbaca 15 x
Cuaca Kering Bisa Pengaruhi Produksi Rumput Laut
  Senin, 08 Oct 2018-http://amp.kontan.co.id/ - Terbaca 19 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 456,044  Kali
Jumlah Anggota 9,990 Org
Buku Tamu / Promosi 773  lihat
Konsultasi Online 2734  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin