Untitled Document
  Minggu , 31 Mei 2020 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Pengikat Rumput Laut Dilema Social Distancing
 
Senin, 30 Mar 2020 - Sumber: http://korankaltara.com/ - Terbaca 10 x - Baca: Mar 31 2020    
 
Aktifitas mengikat rumput laut menjadi salah satu kegiatan perkumpulan yang masuk larangan pemerintah, untuk mencegah pandemi virus corona di Kabupaten Nunukan. Sehingga, hal ini membuat ibu-ibu yang notabene pengikat rumput laut jadi dilema.

Ketua Koperasi Mamolo Sejahtera, Kamaruddin mengaku tak bisa berbuat banyak. Karena sulit membendung para pengikat rumput laut, untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Kita ketahui bersama, mereka setiap hari mencari penghasilan dari mengikat rumput laut,” ungkapnya kepada Koran Kaltara, Senin (23/3/2020).

Dia sudah menyampaikan arahan pemerintah melalui alat pembesar suara. “Namun pengikat bibit rumput laut dan petani masing-masing punya alasan. Pertama, kebutuhan sehari-harinya. Kedua cicilan. Ketiga, arisan dan sebagainya. Inilah menjadi dilema kita di pabetang Mamolo,” tambahnya.

Biasanya, kata dia, para pengikat rumout laut datang ke tempat penjemuran sejak pagi hongga sore dan menjelang magrib. Belum lagi, anak-anak mereka ikut mencari penghasilan. “Mereka kadang pulang istirahat sebentar. Ada juga yang tidak pulang, seharian duduk mengikat rumput laut. Karena rumput laut ini, setiap hari panen. Dan, rumput yang diikat ini berton-ton dengan ratusan tali. Jadi, tak heran banyak pekerjanya,” ujarnya.

Dia berharap di setiap kampung yang notabene sebagai petani rumput laut seperti Mamolo, Mansapa, Lancang, dan lain-lain, ada pemeriksaan dari rumah ke rumah.

“Kita harap ada pemeriksaan semua warga dari pemerintah. Seperti penyemprotan. Kemudian, ada petugas standby dan siap memeriksa bila ada orang masuk di Mamolo. Sejatinya, pengikat rumput laut di Mamolo sangat jarang keluar ke kota. Kesehariannya berada di tempat jemuran untuk mengikat rumput laut,” bebernya.

Namun dia tetap mengingatkan para pengikat rumput laut untuk safety. Artinya, meminta agar semua pabetang menggunakan masker dan mencuci tangan setelah selesai bekerja. “Kita tetap mengarahkan pola hidup sehat,” ungkap dia.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Produksi Karagenan Rumput Laut Indonesia Masih Rendah
  Senin, 25 May 2020-https://sariagri.id/ - Terbaca 13 x
Simpul Agro Ekspor Rumput Laut Makassar ke Jepang
  Senin, 18 May 2020-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 16 x
FNI Rekomendasikan Perbaikan Tata Kelola Rumput Laut
  Senin, 11 May 2020-https://www.suarantb.com/ - Terbaca 11 x
Edhy Prabowo Lepas Ekspor Rumput Laut Spinosum ke Vietnam Rp 700 Juta
  Senin, 27 Apr 2020-https://investor.id/ - Terbaca 15 x
Pekerja Rumput Laut Nunukan Minta Masker dan Bantuan Ekonomi
  Senin, 20 Apr 2020-https://www.niaga.asia/ - Terbaca 9 x
Merebaknya Covid-19, Nunukan Masih Bisa Ekspor Rumput Laut
  Senin, 06 Apr 2020-https://benuanta.co.id/ - Terbaca 11 x
Pengikat Rumput Laut Dilema Social Distancing
  Senin, 30 Mar 2020-http://korankaltara.com/ - Terbaca 10 x
Sampah Rumput Laut Berdatangan di Pantai Nusa Dua
  Senin, 23 Mar 2020-https://www.nusabali.com/ - Terbaca 7 x
Gara-gara Corona, Petani Rumput Laut Kembali Merana
  Senin, 16 Mar 2020-http://www.balipost.com/ - Terbaca 11 x
Di Tengah Wabah Corona, Menteri KKP Kirim 53 Ton Rumput Laut Ke China
  Senin, 09 Mar 2020-http://www.rmolbengkulu.com/ - Terbaca 11 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 493,983  Kali
Jumlah Anggota 10,208 Org
Buku Tamu / Promosi 805  lihat
Konsultasi Online 2756  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin