Untitled Document
  Sabtu , 20 Juli 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Pertemukan Inovator Produk dan Industri Rumput Laut, Pemerintah Buat Platform Jejaring Digital
 
Senin, 04 Feb 2019 - Sumber: https://maritim.go.id/ - Terbaca 1 x - Baca: Feb 06 2019    
 
Maritim—Jakarta, Kemenko Bidang Kemaritiman koordinasikan pembentukan Tropical Seaweed Innovation Network (TSIN), sebuah platform digital berbentuk website yang membentuk jaringan kerjasama, sinergi dan inovasi antara inovator produk rumput laut yang berada di lembaga penelitian dan pengembangan baik swasta dan pemerintah, beserta pakar rumput laut dari hulu ke hilir, dengan pelaku usaha pada industri rumput laut.

Salah satu faktor yang menghambat daya saing produk-produk rumput laut Indonesia (utamanya karaginan dan agar) di pasar global adalah kurangnya inovasi di semua rantai nilai (value chain) rumput laut, meskipun Indonesia merupakan produsen terbesar di dunia untuk jenis-jenis rumput laut tropis.

Inisiasi TSIN dilakukan dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan yang berlatar belakang Kementerian/Lembaga, peneliti, pemerintah daerah, pengusaha, akademisi dan asosiasi dari seluruh Indonesia di Jakarta, Jumat (1-2-2019). Pertemuan dibuka secara langsung oleh Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono.

“Dengan membentuk TSIN, kita ingin meningkatkan jaringan kerjasama, sinergi dan inovasi antara Lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan (R&D) serta para peneliti atau ahli dalam bidang rumput laut dari hulu ke hilir sehingga dapat memberikan sumbangan terhadap kemajuan, hilirisasi dan daya saing produk-produk rumput laut Indonesia di pasar global,”ujar Deputi Agung dalam sambutannya.

Menurutnya, saat ini telah banyak hasil inovasi dan penelitian-penelitian rumput laut dari hulu ke hilir yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga riset dibawah Kementerian teknis (KKP, Kemenperin, Kemenristekdikti, dll). “Tapi hasil-hasil penelitian itu susah diakses atau diadopsi oleh pihak industri atau pelaku usaha lainnya,”tambah Deputi Agung.

Oleh karena itu, sambungnya, sebuah jejaring penghubung perlu dibuat. Dan langkah awalnya adalah pembentukan platform digital berbasis web melalui dukungan Sustainable Market Access through Responsible Trading of Fish in Indonesia (SMART-Fish Programme) dari United Nation Industrial Development Organization (Unido) yang telah memetakan data awal 27 lembaga dan sekitar 150 pakar rumput laut.

“Kami telah merekomendasikan TSIN ini nantinya akan dikelola oleh Kemenristekdikti sesuai Tusinya,” pungkas Deputi Agung.

Pada kesempatan yang sama, Associate Expert UNIDO, badan PBB untuk pengembangan industri bagi pengentasan kemiskinan, globalisasi inklusif dan kelestarian lingkungan Nima Barahmalian, menyatakan dukungannya agar pemerintah Indonesia segera membentuk platform TSIN. “Kami sangat mendukung dan berharap kalangan industri serta peneliti di bidang rumput laut dapat berkontribusi lebih besar pada industri pengolahan rumput laut sehingga rumput laut dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,”ujarnya dengan mimik serius.

Senada, Direktur Sistem Inovasi Kemristekdikti Ophirtus Sumule yang hadir sebagai pembicara mengaku sepakat dengan rekomendasi untuk pembentukan TSIN. “Kami ingin ada sebuah kanal khusus yang dapat mempertemukan hasil-hasil inovasi dengan kebutuhan pasar,”kata dia. Platform itu sendiri direncanakan akan diluncurkan pada Bulan April 2019.

Pentingnya peningkatan nilai produksi rumput laut didasarkan pada fakta bahwa nilai ekspor rumput laut Indonesia masih kalah bila dibanding dengan ekspor Korea Selatan meskipun secara volume, Indonesia merupakan pengekspor rumput laut terbanyak pertama di dunia. Data Trademap tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia mengekspor 160.278 ton rumput laut kering, Korea Selatan hanya 28 ribu. Tapi nilai ekspor Korea pada tahun tersebut adalah USD 284 ribu, sementara Indonesia nilai ekspornya hanya USD 159 ribu.

Salah satu faktornya adalah, sebagian besar rumput laut yang diekspor oleh Indonesia masih dalam bentuk rumput laut kering yang belum diolah. Dalam kesempatan tersebut, Direktur pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud mengatakan bahwa sebetulnya Indonesia memiliki 8 jenis rumput laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi di dunia.

“Dengan dibangunnya jejaring TSIN kami berharap ada penguatan kerja sama dan integrasi hulu-hilir dan suplai bahan baku terutama rumput laut,” bebernya. Dan yang tidak kalah pentingnya, menurut Machmud, adalah penguatan jejaring informasi hasil riset, produksi dan pasar rumput laut di dalam dan luar negeri.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Ekspor Rumput Laut Asal Sulsel Capai 125 Ton Perbulan
  Selasa, 16 Jul 2019-https://makassar.sindonews.com/ - Terbaca 7 x
Pangkoarmada I Resmikan Pabrik Pengolahan Rumput Laut
  Senin, 08 Jul 2019-https://darilaut.id/ - Terbaca 16 x
Kemenperin Dorong Hilirisasi Industri Rumput Laut
  Senin, 01 Jul 2019-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 10 x
Tanam Rumput Laut Perdana, Bupati Pastikan Ada Investor Penampung Bupati : Tidak Perlu Khawatir
  Senin, 24 Jun 2019-https://batam.tribunnews.com/ - Terbaca 15 x
Mahasiswa Unhas ciptakan Inovasi Percepat Pertumbuhan Rumput Laut
  Senin, 17 Jun 2019-https://matakita.co/ - Terbaca 11 x
DKP NTT Target Produksi Rumput Laut 2,3 Juta Ton Tahun 2019
  Rabu, 12 Jun 2019-http://kupang.tribunnews.com/ - Terbaca 10 x
Rantai Pasok Rumput Laut Dunia
  Senin, 27 May 2019-http://www.agrina-online.com/ - Terbaca 12 x
Langkah Trump Naikkan Tarif Impor China Bisa Ganggu Ekspor RI
  Senin, 20 May 2019-https://m.detik.com/ - Terbaca 10 x
Industri Rumput Laut Masih Terganjal Berbagai Kendala
  Senin, 13 May 2019-https://m.mediaindonesia.com/ - Terbaca 17 x
Rumput Laut Turun Harga Lagi, Petani Diminta Perbaiki Mutu
  Senin, 06 May 2019-https://www.niaga.asia/ - Terbaca 16 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 472,630  Kali
Jumlah Anggota 10,105 Org
Buku Tamu / Promosi 790  lihat
Konsultasi Online 2746  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin