Untitled Document
  Rabu , 20 Maret 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Petani dan Nelayan Mengeluh, Limbah Industri Matikan Rumput Laut
 
Senin, 21 May 2018 - Sumber: https://www.kabar-banten.com/ - Terbaca 58 x - Baca: Mar 16 2019    
 
SERANG - Nelayan dan petani rumput laut di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang mengeluhkan terganggunya produksi rumput laut di wilayahnya sejak empat bulan terakhir, karena terserang penyakit yang diduga dampak dari limbah industri di wilayah Serang Timur.

Akibatnya, selama rentang waktu tersebut, para nelayan terpaksa berhenti memanen rumput lautnya. Seorang nelayan yang juga pembudidaya rumput laut asal Desa Lontar, Hasan mengatakan, kondisi rumput laut di wilayahnya saat ini memprihatinkan, sebab para nelayan sudah tidak bisa memanennya lagi selama empat bulan terakhir.

“Sekarang nelayan melaut hanya mencari ikan saja. Saya juga sudah enggak bisa manen rumput laut, karena rumput lautnya hancur,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di lokasi, Jumat (18/5/2018).

Ia menjelaskan, hancurnya tanaman rumput laut di wilayahnya tersebut, dikarenakan adanya serangan penyakit yang diduga dari limbah industri di wilayah Serang Timur. Akibatnya, para petani rumput laut juga menjadi merugi. “Itu limbah dari pabrik di Serang Timur,” ujarnya.

Padahal, ucap dia, produksi rumput laut dibutuhkan oleh para nelayan. Terlebih saat ini memasuki bulan Ramadan, di mana kebutuhan sehari-hari juga semakin meningkat. “Pusing lah jadinya, karena enggak ada penghasilan,” tuturnya.

Bapak lima anak tersebut mengungkapkan, jika kondisi normal dari satu ton bibit rumput laut yang ditanam bisa menghasilkan dua ton. Namun, kini produksinya jauh menurun, dari satu ton bibit hanya keluar tujuh kuintal. “Nanam ager (bibit rumput laut) lima kuintal, tapi paling yang keluar dua kuintal,” katanya.

Ia mengungkapkan, harga rumput laut sebenarnya tidak begitu tinggi, sekilo rumput laut basah hanya dihargai Rp 1.200 oleh pengepul yang biasa datang ke lokasi. Sehingga, dengan adanya penurunan produktivitas tersebut, membuat para nelayan semakin kesulitan. “Sangat susah sekarang mah. Kalau bagus mah 2-3 bulan sudah bisa panen. Pengepulnya biasa datang ke sini,” ujarnya.

Nelayan lainnya, Saiban menuturkan, penurunan produktivitas rumput laut tersebut, selain karena adanya limbah, faktor macetnya saluran sungai di wilayah tersebut juga membuat rumput laut di tambak menjadi terganggu. Bahkan, beberapa pemilik tambak kini sudah beralih profesi menjadi nelayan ikan. “Padahal, biasanya rumput laut banyak pas bulan puasa,” ucapnya.

Menurut dia, faktor lain yang membuat rumput laut mati, yaitu kondisi sungai yang mengalami pendangkalan. “Jadi, airnya susah, ini mulai dari sini (Lontar) sampai Kampung Alang-alang semua kena, karena airnya susah. Malah yang di selatan mah parah,” tuturnya.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Pengusaha Harapkan Produksi Rumput Laut Naik Dua Kali Lipat
  Senin, 18 Mar 2019-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 9 x
Kenapa Rumput Laut Indonesia Kalah Bersaing dari Korea Selatan ?
  Senin, 11 Mar 2019-https://www.mongabay.co.id/ - Terbaca 17 x
Petani Budidaya Rumput Laut Butuh Akses Permodalan
  Senin, 04 Mar 2019-http://www.balipost.com/ - Terbaca 18 x
Pengembangan Kebun Bibit Rumput Laut
  Senin, 25 Feb 2019-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 12 x
Pasang Laut, Kadar Garam Tinggi, Petani Rumput Laut Merugi
  Senin, 18 Feb 2019-https://radarsurabaya.jawapos.com/ - Terbaca 10 x
Menteri Susi Cari Pasar Alternatif untuk Ekspor Rumput Laut
  Senin, 11 Feb 2019-https://economy.okezone.com/ - Terbaca 11 x
Pertemukan Inovator Produk dan Industri Rumput Laut, Pemerintah Buat Platform Jejaring Digital
  Senin, 04 Feb 2019-https://maritim.go.id/ - Terbaca 1 x
Rumput Laut Tetap Layak Dibudidayakan di Nusa Penida
  Senin, 28 Jan 2019-https://balitribune.co.id/ - Terbaca 18 x
Nunukan Ekspor Perdana Rumput Laut ke Korea Selatan
  Senin, 21 Jan 2019-https://m.republika.co.id/ - Terbaca 12 x
Budi Daya Rumput Laut Lamsel Kembali Bergairah
  Senin, 14 Jan 2019-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 16 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 464,464  Kali
Jumlah Anggota 10,034 Org
Buku Tamu / Promosi 782  lihat
Konsultasi Online 2738  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin