Untitled Document
  Minggu , 21 Oktober 2018 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
RI dan China Kompak Hadapi Ancaman Delisting Rumput Laut
 
Selasa, 20 Feb 2018 - Sumber: http://m.bisnis.com/ - Terbaca 34 x - Baca: Oct 16 2018    
 
JAKARTA -- Eksportir rumput laut Indonesia bersatu dengan China menghadapi upaya Amerika Serikat mencoret karaginan dari daftar bahan pangan organik. Jika tak diperjuangkan, delisting dapat mengancam ekspor produk setengah jadi rumput laut itu.

Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Aziz mengatakan eksportir rumput laut Indonesia dan China tengah melobi AS melalui Kamar Dagang AS (US Chamber of Commerce). China Algae Industry Association (CAIA) diketahui telah berkirim surat kepada US Chamber.

Pelaku usaha dari kedua negara juga sedang mengagendakan pertemuan dengan berbagai pihak yang berkepentingan.

"ARLI akan membicarakan dengan importir dan pengguna karaginan tentang program sosialisasi dan promosi tentang rumput laut dan karaginan di AS untuk memberikan isu positif," kata Safari, Senin (19/2/2018).

Diaspora Indonesia di Negeri Paman Sam diharapkan pula ikut menyampaikan citra positif melalui berbagai media, termasuk media sosial.

Selain dengan China, Indonesia juga sedang menggalang kekuatan dengan beberapa negara produsen rumput laut di Asean, Afrika, dan Oseania. Khusus Oceania, tutur Safari, komunikasi tentang perkembangan budi daya rumput laut di Asia Pasifik telah dilakukan dengan Republik Nauru, Fiji, dan Mikronesia.

"Itu agenda yang sedang dan akan kami kerjakan awal Maret," kata Safari.

Indonesia mengekspor rumput laut Euchema dan Gracilaria kering sebanyak 50% dari kebutuhan dunia, yang 70% di antaranya dikapalkan ke China. Berdasarkan data BPS, Indonesia mengekspor 137.859 ton rumput laut dan ganggang lainnya senilai US$113,8 juta ke berbagai negara sepanjang Januari-Oktober 2017. China menyerap 117.795 ton senilai US$95,2 juta.

Mengimpor produk rumput laut dari Indonesia, Negeri Tirai Bambu lantas mengekspor karaginan ke AS dan Eropa. Apabila rencana delisting berhasil digolkan, maka ekspor rumput laut Indonesia secara tidak langsung mengalami kesulitan.

Departemen Pertanian AS akan mengeluarkan keputusan pada November 2018. Keputusan itu akan menentukan apakah karaginan tetap berada dalam atau keluar dari daftar bahan pangan organik National Organic Standards Board (NOSB). Pelaku usaha berharap karaginan akan mengikuti jejak agar-agar yang lolos dari ancaman pencoretan dari daftar bahan pangan anorganik.

Indonesia, tutur Safari, akan terus menyampaikan pembelaan bahwa rumput laut dikembangkan di pesisir dan pulau-pulau yang perairannya bersih. Budi daya yang tidak menggunakan pupuk dan berlangsung alamiah juga diharapkan menjadi argumentasi kuat untuk tetap menempatkan rumput laut sebagai bahan pangan organik.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Cuaca Kering Bisa Pengaruhi Produksi Rumput Laut
  Senin, 08 Oct 2018-http://amp.kontan.co.id/ - Terbaca 17 x
Harga Rumput Laut Masih Tergantung Tawar-Menawar
  Senin, 01 Oct 2018-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 23 x
Pemkab Sabu Didorong Kembali Operasikan Pabrik Rumput Laut
  Senin, 24 Sep 2018-https://www.medcom.id/ - Terbaca 17 x
Tak Hanya Budaya dan Alamnya, Rumput Laut Sumba Timur Diminati Dunia
  Selasa, 18 Sep 2018-https://kumparan.com/ - Terbaca 8 x
Budidaya Rumput Laut Perlu Diatur
  Selasa, 11 Sep 2018-http://m.bulungan.prokal.co/ - Terbaca 1 x
Penduduk Meningkat, Tergiur Potensi Rumput Laut
  Senin, 03 Sep 2018-http://m.kaltara.prokal.co/ - Terbaca 13 x
Prospek Budi Daya Rumput Laut di Sini Menjanjikan
  Senin, 27 Aug 2018-http://m.kalsel.prokal.co/ - Terbaca 20 x
Pengembangan Rumput Laut Terfokus di Empat Kabupaten
  Senin, 20 Aug 2018-http://kupang.tribunnews.com/ - Terbaca 43 x
Presiden Zanzibar Tertarik Bisnis Rumput Laut RI
  Senin, 13 Aug 2018-https://www.goodnewsfromindonesia.id/ - Terbaca 37 x
Cuaca Buruk, Petani Rumput Laut Rugi Jutaan Rupiah
  Senin, 06 Aug 2018-https://regional.kompas.com/ - Terbaca 25 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 450,757  Kali
Jumlah Anggota 9,962 Org
Buku Tamu / Promosi 768  lihat
Konsultasi Online 2731  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin