Untitled Document
  Minggu , 31 Mei 2020 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Rumput Laut Turun Harga Lagi, Petani Diminta Perbaiki Mutu
 
Senin, 06 May 2019 - Sumber: https://www.niaga.asia/ - Terbaca 18 x - Baca: Mar 18 2020    
 
Sempat naik harga pada awal tahun 2019 dikisaran Rp 22.500 per kilogram kering, komoditi andalan usaha warga masyarakat Nunukan yakni rumput laut, kembali tergerus turun di harga Rp 19.000 per kilogram dalam dua bulan terakhir ini.

Penurunan harga rumput laut dipandang hal biasa terjadi setiap tahun menjelang Ramadan dan lebaran. Faktor lainnya juga disebabkan minimnya permintaan dari pembeli di luar negeri, maupun dalam negeri.

“Ada penurunan harga di dua bulan terakhir dan ini terjadi hampir disemua daerah,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Rumput Laut Nunukan, Udin, Selasa (30/4/2019).

Harga rumput laut secara garis besar dipengaruhi harga dunia. Jika permintaan mereka naik, otomatis harga naik. Sebaliknya, harga akan merangkak turun bersamaan turunnya pembelian rumput laut di luar negeri.

Selain harga dunia, rumput laut Nunukan sering kali dikeluhkan dalam hal kekeringan dan kotoran yang masih tersisa di rumput laut itu sendiri. Kualitas kekeringan rumput laut di Nunukan berkisar 45-46, berbeda dengan di Sulawesi kekeringan 35-36. “Soal kekeringan selalu jadi keluhan. Belum lagi rumput laut Nunukan masih berlumut, makanya permintaan menurun,” ujar Udin.

Dengan persoalan kekeringan dan lumut, produksi rumput laut Nunukan ke Sulawesi dan Surabaya yang sebelumnya mencapai 3.000 ton per bulan, turun sekitar 2.000 ton per bulan. Penurunan disebabkan juga berhentinya budidaya rumput laut masyarakat di kawasan perairan Malaysia.

Pembudidaya warga Tanjung Nunukan memiliki pondasi rumput laut sampai 50.000 bentangan. Dengan adanya larangan oleh Malaysia, petani menghentikan penanaman dikarenakan Polisi Diraja Malaysia turun melakukan operasi penangkapan.

“Dulu mereka tanam rumput di kawasan perairan Malaysia. Nah sejak dilarang, petani menghentikan usaha dan kabarnya pindah ke tanjung haus, sebagian pindah ke Mamuju, Sulawesi Selatan,” terangnya.

Meski mengalami penurunan harga, Udin meyakini harga terendah akan mentok dikisaran Rp 15.000 per kilogram kering. Namun apabila harga itu ingin dipertahankan, petani harus menjaga mutu kekeringan dan lumut yang masih mengganggu.

Asosiasi rumput laut, lanjut Udin, selalu mengingatkan petani Nunukan menghilangkan kandungan lumut. Sebab, pembeli mengalami kerugian sekitar 20 persen atau sekitar Rp 3.000 per kilogram kering. Karena itulah, pembeli berspekulasi menurunkan harga. “Semuanya tergantung dari kita. Kalau mau harga tinggi perbaiki mutu. Sebaliknya jangan mengeluh harga turun kalau kita belum mampu memberbaiki mutu,” ujarnya.

Satu hal kekurangan rumput laut Nunukan adalah, hasil produksi tidak bisa langsung bisa diproses untuk ekspor ke luar negeri. Pembeli atau penampung, harus membersihkan kembali kandungan lumut. Kondisi ini tidak terjadi dengan rumput laut Sulawesi. Dimana, setelah dibeli langsung ekspor.

“Di Sulawesi habis panen, jemur bisa langsung di ekspor. Barang Nunukan harus diproses pembersihan lagi, tambah lagi biaya dan waktu,” demikian Udin.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Produksi Karagenan Rumput Laut Indonesia Masih Rendah
  Senin, 25 May 2020-https://sariagri.id/ - Terbaca 13 x
Simpul Agro Ekspor Rumput Laut Makassar ke Jepang
  Senin, 18 May 2020-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 16 x
FNI Rekomendasikan Perbaikan Tata Kelola Rumput Laut
  Senin, 11 May 2020-https://www.suarantb.com/ - Terbaca 11 x
Edhy Prabowo Lepas Ekspor Rumput Laut Spinosum ke Vietnam Rp 700 Juta
  Senin, 27 Apr 2020-https://investor.id/ - Terbaca 15 x
Pekerja Rumput Laut Nunukan Minta Masker dan Bantuan Ekonomi
  Senin, 20 Apr 2020-https://www.niaga.asia/ - Terbaca 9 x
Merebaknya Covid-19, Nunukan Masih Bisa Ekspor Rumput Laut
  Senin, 06 Apr 2020-https://benuanta.co.id/ - Terbaca 11 x
Pengikat Rumput Laut Dilema Social Distancing
  Senin, 30 Mar 2020-http://korankaltara.com/ - Terbaca 10 x
Sampah Rumput Laut Berdatangan di Pantai Nusa Dua
  Senin, 23 Mar 2020-https://www.nusabali.com/ - Terbaca 7 x
Gara-gara Corona, Petani Rumput Laut Kembali Merana
  Senin, 16 Mar 2020-http://www.balipost.com/ - Terbaca 11 x
Di Tengah Wabah Corona, Menteri KKP Kirim 53 Ton Rumput Laut Ke China
  Senin, 09 Mar 2020-http://www.rmolbengkulu.com/ - Terbaca 11 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 493,987  Kali
Jumlah Anggota 10,208 Org
Buku Tamu / Promosi 805  lihat
Konsultasi Online 2756  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin