Untitled Document
  Kamis , 09 April 2020 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Sumba Timur Jadi Percontohan Industrialisasi Rumput Laut
 
Senin, 17 Feb 2020 - Sumber: https://m.detik.com/ - Terbaca 17 x - Baca: Mar 18 2020    
 
Jakarta - Rumput laut yang menjadi komoditas andalan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sumba Timur, terus didorong bukan hanya dari segi produktivitas, tapi juga sisi hilir guna mencetak rumput laut berkualitas ekspor. Komoditas rumput laut selama ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Sumba Timur.

Tercatat sejak 2015 hingga 2019, rata-rata pendapatan bersih pembudidaya rumput laut per tahun meningkat hingga hampir 2 kali lipat. Sebelumnya pada tahun 2015, para pembudidaya dapat meraup Rp 53,3 juta per tahun kini menjadi Rp 105,3 juta per tahun pada 2019.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyatakan dengan potensi rumput laut di Sumba Timur, jika mampu dimanfaatkan secara optimal dengan penggunaan bibit unggul seperti hasil kultur jaringan, maka akan turut menyuplai ketersediaan bahan baku industri yang berkualitas. Hal ini turut mendukung program Presiden Joko Widodo dalam rangka percepatan industrialisasi rumput laut.

"Industrialisasi rumput laut nasional merupakan sebuah langkah strategis yang akan menjembatani keterlibatan lintas sektoral dari mulai proses produksi di hulu hingga ke proses pengolahan dan pemasaran di hilir. Hal ini serupa dengan yang KKP telah lakukan di SKPT Sumba Timur dan akan diimplementasikan secara nasional," ujar Slamet dalam keterangan tertulis, Senin (17/2/2020).

Sebagai gambaran, lanjut Slamet, proses bisnis yang dilakukan di SKPT Sumba Timur dimulai dari penetapan lokasi sentra budi daya rumput laut di daerah Woba. Semua proses budidaya mulai dari persiapan hingga siap untuk dijual dilakukan di satu lokasi.

Proses dimulai dengan penyediaan bibit melalui bantuan kebun bibit rumput laut kepada pokdakan untuk selanjutnya dibudidayakan oleh pembudi daya. Setelah rumput laut siap untuk dipanen, kelompok pembudidaya/koperasi rumput laut tidak perlu khawatir dengan penjualan karena sudah difasilitasi kemitraan dengan industri pengolah rumput laut.

Selain bantuan sarana untuk budi daya, tidak lupa juga untuk diberikan prasarana penunjang seperti pembukaan dan peningkatan akses jalan ke lokasi sentra budidaya rumput laut. Selain itu juga bantuan pembangunan MCK dan jaringan air bersih, pemasangan jaringan listrik, gudang rumput laut serta balai pertemuan yang turut berperan menyukseskan proses produksi hingga pendistribusisan hasilnya.

Untuk itu, lanjut Slamet, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sangat mengharapkan peran aktif dan kontribusi pemda serta masyarakat setempat untuk dapat menjaga keberlanjutan usaha yang telah dibangun bersama.

"Dengan demikian, misi awal pembangunan SKPT di Sumba Timur untuk memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi daerah akan terwujud," pungkas Slamet.

Sebagai informasi, sejak 2017-2019 KKP telah menggelontorkan berbagai bantuan ke SKPT Sumba Timur. Di antaranya pembangunan prasarana budidaya rumput laut seperti para-para, rumah ikat, dan perahu fiber, sarana budidaya rumput laut, sarana kebun bibit rumput laut, sarana goemembran, kapal penangkap ikan, ice flake machine, coolbox, mobil pickup, serta berbagai bantuan prasarana seperti perbaikan jalan produksi, akses air bersih, jaringan listrik, MCK dan sebagainya. Total bantuan yang telah diberikan ke Kabupaten Sumba Timur sebesar Rp 53,6 miliar.

Dari bantuan yang telah diberikan, produksi rumput laut Sumba Timur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebelumnya, pada 2016 produksi rumput laut Sumba Timur baru mencapai 26.413 ton rumput laut basah. Sedangkan pada tahun 2019 menurut data sementara, meningkat mencapai 35.115 ton.

Senada dengan Slamet, Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, Sri Yanti menyatakan SKPT Sumba Timur merupakan salah satu SKPT terbaik, karena berbagai faktor. Di antaranya keterlibatan yang tinggi dari pemda dan masyarakat sekitar, perencanaan yang matang, serta ketepatan dalam memberikan bantuan hingga bisa dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Selain itu, keberadaan BUMD PT Algae Sumba Timur Lestari (ASTIL) merupakan elemen penting sebagai penyerap hasil produksi masyarakat Sumba Timur. Namun untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas peluang pasar, maka PT. ASTIL perlu didorong untuk bisa melakukan diversifikasi produk dari Chips menjadi produk Karaginan (Semi Refined Carageenan/SRC)," kata Sri.

Sebagaimana diketahui, lanjut Sri, PT ASTIL merupakan pabrik yang memproduksi chips/ATC rumput laut, dengan kapasitas produksi mencapai 90 ton per bulan. Dengan kata lain, pabrik ini mampu menyerap suplai produksi rumput laut basah sebanyak 2.500 ton atau 250 ton rumput laut kering per bulan.

Pada tahun 2019, PT ASTIL berhasil memproduksi sebanyak 402,266 ton ATC dengan pembeli yang berasal dari luar daerah seperti PT Indoseaweed (Mojokerto), PT Galic Artabahari (Bekasi) dan PT Yuxing Algae Internasional (Situbondo). Selain pembeli dalam negeri, produk ASTIL juga menjadi komoditas ekspor dengan tujuan ke beberapa perusahaan China seperti Zhejiang Top Hydrocolloids Co. Ltd. dan PT Shanghai.

"Dengan sinergitas dan komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan, saya yakin keberlanjutan usaha bukan merupakan sebuah mimpi," tutup Sri.

Sementara itu, Ketua kelompok Tangar Mahamu dari desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu, Sonia Tapar Kupung, menyatakan siap untuk terus mengawal bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah bersama dengan anggota kelompok yang lain.

"Kami harap pemerintah tidak lelah untuk terus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya rumput laut di Sumba Timur ini," tandasnya.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Merebaknya Covid-19, Nunukan Masih Bisa Ekspor Rumput Laut
  Senin, 06 Apr 2020-https://benuanta.co.id/ - Terbaca 10 x
Pengikat Rumput Laut Dilema Social Distancing
  Senin, 30 Mar 2020-http://korankaltara.com/ - Terbaca 10 x
Sampah Rumput Laut Berdatangan di Pantai Nusa Dua
  Senin, 23 Mar 2020-https://www.nusabali.com/ - Terbaca 7 x
Gara-gara Corona, Petani Rumput Laut Kembali Merana
  Senin, 16 Mar 2020-http://www.balipost.com/ - Terbaca 11 x
Di Tengah Wabah Corona, Menteri KKP Kirim 53 Ton Rumput Laut Ke China
  Senin, 09 Mar 2020-http://www.rmolbengkulu.com/ - Terbaca 11 x
Virus Corona Membuat Perdagangan Ekspor Impor Mengeluh, Harga Rumput Laut Anjlok
  Senin, 02 Mar 2020-https://cakrawalainfo.id/ - Terbaca 8 x
Indonesia-Australia Kerja Sama Tingkatkan Produktivitas Rumput Laut
  Senin, 24 Feb 2020-https://investor.id/ - Terbaca 6 x
Sumba Timur Jadi Percontohan Industrialisasi Rumput Laut
  Senin, 17 Feb 2020-https://m.detik.com/ - Terbaca 17 x
Ekspor Rumput Laut RI ke Tiongkok Terhambat Korona
  Senin, 10 Feb 2020-https://m.medcom.id/ - Terbaca 9 x
KBI dan Asia Sejahtera Jalin Kongsi, Kembangkan Niaga Rumput Laut
  Senin, 03 Feb 2020-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 11 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 490,397  Kali
Jumlah Anggota 10,199 Org
Buku Tamu / Promosi 803  lihat
Konsultasi Online 2756  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin