Untitled Document
  Rabu , 21 November 2018 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Tiongkok Pasar Seksi Ekspor Rumput Laut
 
Senin, 02 Jul 2018 - Sumber: https://m.jpnn.com/ - Terbaca 36 x - Baca: Nov 15 2018    
 
PT Wahana Pronatural Tbk tetap mengandalkan penjualan produk rumput laut kering atau dry seaweed, khususnya untuk memenuhi permintaan ekspor.

Direktur PT Wahana Pronatural Indra Widyadharma mengatakan, permintaan tertinggi datang dari Tiongkok.

Pasalnya, di Tiongkok banyak pabrik besar yang mengolah bahan baku rumput laut. Selain produsen, konsumsi terbesar juga di Tiongkok.

”Bahkan, saking besarnya kebutuhan di sana, mereka siap menyerap berapa pun yang dikirim,” ujar Indra, Kamis (28/6).

Pada 2017 perseroan mencatat penjualan bersih Rp 231,8 miliar.

Kontribusi terbesar dari rumput laut kering sebesar Rp 156 miliar atau 67 persen.

Disusul produk candy Rp 69,7 miliar atau 30 persen dan sisanya penjualan dari produk gula konsumsi sebesar Rp 6 miliar atau 2,6 persen.

Khusus rumput laut, ada kenaikan 137 persen atau Rp 90 miliar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tingginya permintaan di pasar internasional mengerek kinerja penjualan perusahaan.

Harga rumput laut di pasar internasional cenderung fluktuatif antara Rp 12.000–Rp 20.000 per kg.

”Selain Tiongkok, diekspor ke Chile, Filipina, dan negara-negara Asia lainnya,” tambah Indra.

Direktur Utama PT Wahana Pronatural Samin menambahkan, belum ada rencana investasi pengolahan rumput laut.

Sekarang proses yang dilakukan sebatas penyortiran, pengeringan, dan penyimpanan.

”Kalau untuk membangun pabrik, masih belum. Karena tidak bisa mendirikan pabrik pengolahan hanya di satu wilayah,” tutur Samin.

Sentra produksi rumput laut tersebar di beberapa wilayah. Kemudian, di tiap wilayah, volume dan kualitas rumput lautnya berbeda-beda.

”Kualitasnya dipengaruhi cahaya matahari, ketersediaan air, dan kondisi musim,” kata Samin.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Begini Kondisi Industri Rumput Laut di Tanah Air
  Senin, 19 Nov 2018-http://m.bisnis.com/ - Terbaca 10 x
Kepala BI : Kami Bermimpi Bangun Usaha Rumput Laut Raksasa di Wakatobi
  Senin, 12 Nov 2018-https://bumisultra.com/ - Terbaca 9 x
Rumput Laut, Tanaman Laut Bernilai Ekonomi Tinggi
  Senin, 05 Nov 2018-https://www.greeners.co/ - Terbaca 17 x
814 Petani di Sumba Timur Dapat Bantuan Bibit Rumput Laut
  Senin, 29 Oct 2018-http://kupang.tribunnews.com/ - Terbaca 13 x
Budidaya Rumput Laut, Langkah Awal Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Pesisir
  Senin, 22 Oct 2018-http://www.batamnews.co.id/ - Terbaca 15 x
Cuaca Kering Bisa Pengaruhi Produksi Rumput Laut
  Senin, 08 Oct 2018-http://amp.kontan.co.id/ - Terbaca 19 x
Harga Rumput Laut Masih Tergantung Tawar-Menawar
  Senin, 01 Oct 2018-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 25 x
Pemkab Sabu Didorong Kembali Operasikan Pabrik Rumput Laut
  Senin, 24 Sep 2018-https://www.medcom.id/ - Terbaca 19 x
Tak Hanya Budaya dan Alamnya, Rumput Laut Sumba Timur Diminati Dunia
  Selasa, 18 Sep 2018-https://kumparan.com/ - Terbaca 12 x
Budidaya Rumput Laut Perlu Diatur
  Selasa, 11 Sep 2018-http://m.bulungan.prokal.co/ - Terbaca 3 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 453,382  Kali
Jumlah Anggota 9,974 Org
Buku Tamu / Promosi 772  lihat
Konsultasi Online 2733  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin