Untitled Document
  Minggu , 21 Oktober 2018 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
88 Spesies rumput laut ditemukan di NTB
 
Selasa, 20 Feb 2018 - Sumber: https://beritagar.id/ - Terbaca 41 x - Baca: Oct 16 2018    
 
Penelitian yang dilakukan para ahli dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram sejak tahun 2005 berhasil menemukan 88 spesies rumput laut di perairan Nusa Tenggara Barat.

Dilansir dari CNN Indonesia, Guru Besar Universitas Mataram, Profesor Sunarpi mengatakan bahwa dari hasil penelitian ini, keanekaragaman rumput laut cukup banyak, mencapai 88 spesies. "Dan semuanya dari perariran laut Nusa Tenggara Barat," jelasnya.

Profesor Sunarpi menambahkan bahwa penelitian yang sudah dilakukan selama hampir 14 tahun ini diharapkan akan menghasilkan teknologi untuk meningkatkan produksi rumput laut. Terlebih lagi, rumput laut merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pada pertengahan Oktober 2017 yang lalu, di hadapan sekitar 900 orang peserta 8th Asian Pacific Phycological Forum yang bertema Algae: New Perspectives Towards a Progressive and Sustainable Living di Kuala Lumpur, Malaysia, profesor Sunarpi pernah mempresentasikan hasil penelitiannya sejak 2005, tentang potensi pengembangan rumput laut (alga) yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Radar Lombok menyebutkan bahwa forum ini merupakan forum pertemuan para ahli rumput laut se Asia Pasifik, termasuk Australia, Skandinavia dan negara-negara di kawasan Pasifik lainnya. Serta merupakan pertemuan terbesar di Asia.

Saat menjadi pembicara di dalam forum itulah, profesor Sunarpi menyebutkan bahwa selama penelitian yang dilakukan sejak tahun 2005 itu, dirinya dan para ahli lainnya menemukan 88 spesies alga atau rumpun laut di perairan Nusa Tenggara barat.

Dia juga meneliti potensi rumput laut-rumput lain tersebut sebagai penghasil alkaloid, yaitu karagenan, agar alginate, biofertilizer, kosmetik dan anti kanker.

Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan IOES (Institute of Ocean and Earth Science) Universitas Malaya Malaysia, Faculty of Science Melbourne University Australia dan School of Medicine Fukushima Medical University Jepang.

Hasil penelitian ini menemukan bahwa dari 88 spesies makroalgae dari perairan Nusa Tenggara Barat ini, 32 spesies di antaranya tergolong algae merah, 18 spesies algae coklat dan 32 algae hijau. Dan sebagian besar masih belum dibudidayakan, alias tumbuh liar.

Profesor Sunarpi juga mengangkat masalah potensi perairan laut Nusa Tenggara Barat yang berada di antara garis Wallace dan garis Weber. Serta di antara dua kekuatan dua arus besar dan arus kecil lautan Hindia. Membuat perairan laut Nusa Tenggara Barat sangat kaya akan keanekaragaman biota laut serta biota endemik, termasuk algae atau rumput laut.

Beliau juga mengungkapkan besarnya potensi rumput laut di kawasan ini. Sehingga penelitiannya juga melibatkan beberapa pakar yang bertujuan untuk menggali masalah sosial dan budaya, serta pemanfaatan tata ruang perairan laut Nusa Tenggara Barat, untuk budi daya rumput laut.

Kepada situs Lombok Kita, profesor Sunarpi menyebutkan adanya rumput laut yang memang sudah dibudidayakan, dan yang masih hidup di perairan bebas, serta tidak berpemilik. "Jadi kami juga meneliti seperti apa kebijakan pemerintah tentang penggunaan ruang perairan untuk komoditas rumput laut," ujarnya.

Sampai saat ini penelitian tentang 88 spesies rumput laut tersebut masih dilakukan, dengan pendanaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Profesor Sunarpi, yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Mataram ini juga menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengukur kadar karagenan dari masing-masing spesies. "Mana yang bisa menghasilkan agar, mana yang bisa menjadi pupuk, kosmetik dan anti kanker," ungkapnya.

Menurutnya, jenis rumput laun yang sudah dan paling banyak dibudidayakan masyarakat pesisir adalah eucheuma cottonii, lalu 'eucheuma spinosum', yang sama-sama menghasilkan karagenan atau senyawa yang dihasilkan dari rumput laut yang berguna sebagai bahan pengental maupun pembuatan gel.

Selain kedua jenis rumput laut tersebut, 'gracilaria spp' juga merupakan jenis rumput laut yang sudah dibudidayakan, dengan memanfaatkan tambak-tambak di pinggir pantai. "Kami Masih meneliti apakah ada spesies lain yang bisa dibudidayakan secara massal dan seperti apa teknologinya," kata profesor Sunarpi.

Potensi budi daya rumput laut di sepanjang pesisir pantai Nusa Tenggara Barat yang cukup besar ini tidak diimbangi dengan pengoptimalan pemanfaatan lahan budidaya rumput laut yang begitu luas. Hanya sekitar 25 persen saja lahan yang digunakan.

Selain itu, menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Nusa Tenggara Barat, H Lalu Hamdi, kendati potensinya sangat besar, namun masalah harga yang belum menjanjikan, membuat banyak petani yang beralih ke pekerjaan lain.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Resep Sambal Rumput Laut Original
  Senin, 08 Oct 2018-http://m.kaltara.prokal.co/ - Terbaca 19 x
Resep Dodol Rumput Laut
  Senin, 01 Oct 2018-http://m.kaltara.prokal.co/ - Terbaca 19 x
Mencicipi Tumis Rumput Laut, Menu Rahasia dari Selatan Kabupaten Sukabumi
  Senin, 24 Sep 2018-https://m.kumparan.com/ - Terbaca 9 x
Selain Ramah Lingkungan, Sedotan Ini Terbuat dari Rumput Laut dan Bisa Dimakan, Loh!
  Selasa, 18 Sep 2018-http://www.sukita.info/ - Terbaca 26 x
Negara Ini Ternyata Belajar Mengolah Rumput Laut Dari Indonesia
  Selasa, 11 Sep 2018-https://www.goodnewsfromindonesia.id/ - Terbaca 1 x
7 Manfaat Rumput Laut, Bukan Sekadar Bikin Kulit Kinclong
  Senin, 03 Sep 2018-https://m.viva.co.id/ - Terbaca 25 x
Super Rumput Laut, Makanan Masa Depan
  Senin, 27 Aug 2018-http://www.agronet.co.id/ - Terbaca 11 x
Dodol Ager Rumput Laut Sukabumi Selatan Kenyal-kenyal Legit
  Senin, 20 Aug 2018-https://sukabumiupdate.com/ - Terbaca 23 x
Tim KKN Undip Ciptakan Hand Sanitizer dari Rumput Laut
  Senin, 13 Aug 2018-https://www.suaramerdeka.com/ - Terbaca 26 x
Selusin Manfaat Makan Rumput Laut, dari Cegah Flu hingga Perangi Kanker
  Senin, 06 Aug 2018-https://lifestyle.okezone.com/ - Terbaca 26 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 450,754  Kali
Jumlah Anggota 9,962 Org
Buku Tamu / Promosi 768  lihat
Konsultasi Online 2731  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin