Untitled Document
  Rabu , 23 Januari 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Bioplastik Rumput Laut Tanpa Memerlukan Lahan Tanah dan Air
 
Senin, 31 Dec 2018 - Sumber: http://www.nano.or.id/ - Terbaca 30 x - Baca: Jan 11 2019    
 
Plastik yang biasa kita gunakan saat ini pada umumnya terbuat dari bahan-bahan minyak bumi yang kaya akan karbon yang dibentuk menjadi sebuah senyawa kimia rantai panjang yang disebut polimer. Plastik jenis ini sulit untuk diuraikan, yang pada akhirnya akan terakumulasi menjadi tumpukan sampah dan mencemari lingkungan. Namun, polimer juga bisa dihasilkan oleh organisme sebagai biopolimer.

Sebuah penelitian terbaru dari Tel Aviv University (TAU) menjelaskan proses pembuatan polimer bioplastik yang tidak memerlukan tanah atau air tawar. Polimer ini berasal dari mikroorganisme yang memakan rumput laut. Selain dapat terurai, bioplastik ini menghasilkan nol limbah beracun dan dapat didaur ulang menjadi limbah organik.

Penemuan ini adalah buah dari kolaborasi multidisiplin antara Alexander Golberg dari Porter School of Environmental and Earth Sciences TAU dan Michael Gozin dari School of Chemistry TAU. Penelitian mereka diterbitkan dalam jurnal Bioresource Technology.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, plastik menyumbang hingga 90 persen dari semua polutan di lautan kita, namun ada beberapa alternatif dari bahan tersebut yang sebanding dan ramah lingkungan.

“Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Sehingga botol, kemasan, dan kantong membuat ‘benua’ plastik di lautan, membahayakan hewan dan mencemari lingkungan,” kata Golberg. “Plastik juga diproduksi dari produk minyak bumi, yang memiliki proses industri yang melepaskan kontaminan kimia sebagai produk sampingan.

“Sebuah solusi parsial untuk epidemi plastik adalah bioplastik, yang tidak menggunakan minyak bumi dan terdegradasi dengan cepat. Tetapi bioplastik juga memiliki biaya lingkungan: Untuk menumbuhkan tanaman atau bakteri dalam memproduksi plastik, membutuhkan tanah subur dan air tawar, di mana pada kebanyakan negara, termasuk Israel, tidak memilikinya.

“Proses baru kami menghasilkan ‘plastik’ dari mikroorganisme laut yang sepenuhnya dapat didaur ulang menjadi limbah organik.”

Para peneliti memanfaatkan mikroorganisme (Haloferax mediterranei) yang memakan rumput laut untuk menghasilkan polimer bioplastik yang disebut polyhydroxyalkanoate (PHA). “Bahan baku kami adalah rumput laut multiseluler, dibudidayakan di laut,” kata Golberg. “Ganggang ini dimakan oleh mikroorganisme sel tunggal, yang juga tumbuh di air yang sangat asin dan menghasilkan polimer yang dapat digunakan untuk membuat bioplastik.

“Sudah ada pabrik yang memproduksi bioplastik jenis ini dalam jumlah komersial, tetapi mereka menggunakan tanaman yang membutuhkan lahan pertanian dan air tawar. Proses yang kami usulkan akan memungkinkan negara-negara yang kekurangan air tawar, seperti Israel, Cina dan India, untuk beralih dari plastik yang diturunkan dari minyak bumi menuju plastik yang dapat terurai secara hayati. ”

Menurut Golberg, studi baru ini dapat merevolusi upaya dunia untuk membersihkan lautan, tanpa memengaruhi tanah yang subur dan tanpa menggunakan air tawar. “Plastik dari sumber fosil adalah salah satu faktor paling berpolusi di lautan,” katanya. “Kami telah membuktikan bahwa untuk menghasilkan bioplastik yang sepenuhnya berdasarkan sumber daya laut dalam prosesnya yang ramah baik bagi lingkungan maupun bagi penghuninya adalah memungkinkan.

“Kami sekarang sedang melakukan penelitian dasar untuk menemukan bakteri dan ganggang terbaik yang paling cocok untuk memproduksi polimer untuk menghasilkan bioplastik dengan sifat yang berbeda,” ia menyimpulkan.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Cara Mudah Merawat Kecantikan Kulit dengan Rumput Laut
  Senin, 21 Jan 2019-https://m.timesindonesia.co.id/ - Terbaca 8 x
Makan Waktu Penelitian Sampai 60 Tahun, Ekstrak Rumput Laut Ini Akhirnya Bisa Dikonsumsi Jadi Obat
  Senin, 14 Jan 2019-http://sajiansedap.grid.id/ - Terbaca 18 x
Pengasaman Laut Akan Naikkan Kandungan Yodium Rumput Laut
  Senin, 07 Jan 2019-https://almi.or.id/ - Terbaca 12 x
Bioplastik Rumput Laut Tanpa Memerlukan Lahan Tanah dan Air
  Senin, 31 Dec 2018-http://www.nano.or.id/ - Terbaca 30 x
Cara Membuat Keripik Rumput Laut yang Enak
  Selasa, 25 Dec 2018-http://bisnisusahaonline.com/ - Terbaca 19 x
Selain Ekonomis, Ternyata Rumput Laut Penyerap Karbon Tinggi
  Senin, 17 Dec 2018-https://banten.antaranews.com/ - Terbaca 14 x
Nasi Goreng Spesial + Rumput Laut
  Senin, 10 Dec 2018-https://cookpad.com/ - Terbaca 8 x
Produsen Kemasan Berbahan Dasar Rumput Laut Membuka Pasar Ekspor
  Senin, 03 Dec 2018-https://amp.katadata.co.id/ - Terbaca 14 x
Rumput Laut Dalam Balutan Produk Kosmetik Dunia
  Senin, 26 Nov 2018-https://www.validnews.id/ - Terbaca 23 x
Ini Kunci Pengembangan Industri Rumput Laut
  Senin, 19 Nov 2018-http://m.bisnis.com/ - Terbaca 16 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 460,672  Kali
Jumlah Anggota 10,002 Org
Buku Tamu / Promosi 773  lihat
Konsultasi Online 2735  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin