Untitled Document
  Kamis , 20 Juni 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Makan Waktu Penelitian Sampai 60 Tahun, Ekstrak Rumput Laut Ini Akhirnya Bisa Dikonsumsi Jadi Obat
 
Senin, 14 Jan 2019 - Sumber: http://sajiansedap.grid.id/ - Terbaca 19 x - Baca: Feb 06 2019    
 
Demam, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan badan panas dingin tak karuan menjadi masalah kesehatan manusia sepanjang masa.

Selesma atau common cold, demikian penyakit itu secara medis disebut, kerap disamakan dengan flu yang biasanya memiliki gejala lebih berat.

Orang dewasa mungkin tak terlalu peduli dengan masuk angin yakni tinggal kerokan dan selesai.

Namun pada anak, masuk angin terjadi lebih sering, hingga setidaknya 8 kali dalam setahun.

Ini membuat orangtua khawatir, anak absen dari sekolah, dan memicu konsumsi antibiotik yang tak perlu.

Riset karaginan - senyawa karbohidrat kompleks dari rumput laut merah - yang salah satunya dilakukan oleh Common Cold Center di Cardiff University, Inggris, kini membuahkan hasil.

Hadir di Indonesia dalam produk semprotan hidung, karaginan mampu mempersingkat periode masuk angin hingga 2 hari.

Riset 60 Tahun Ronald Eccles dari Coomon Cold Center mengungkapkan, potensi antivirus karaginan sebenarnya telah diketahui sejak 1958.

Kala itu, Paul Gerber Squibb Institute for Medical Research New Brunswick di New Jersey merilis hasil riset pengaruh ekstrak rumput laut merah pada penghambatan virus flu B pada embrio ayam.

Riset yang dipublikasikan di Proceeding of the National Academy of Sciences itu mengungkap, karaginan pada ekstrak rumput laut bisa menghambat infeksi flu B tapi tidak flu A jika diberikan dalam jangka waktu kurang dari 24 jam.

Hasil riset itu lama "terkubur" hingga Eccles tertarik untuk mempelajarinya pada 1988.

Di lembaga riset universitasnya, Eccles merancang serangkaian uji dalam jaringan untuk membuktikan kembali pengaruh karaginan pada Rhinovirus yang menyebabkan masuk angin.

"Salah satu uji klinis yang saya lakukan pada manusia, saya mengambil sampel mahasiswa yang terkena common cold pada tahap awal lalu memberinya karaginan. Kelompok mahasiswa lain sebagai plasebo," jelasnya ketika ditemui Kompas.com di Bali, Senin (27/8/2018).

Dalam salah satu risetnya yang dipublikasikan di Respiratory Research pada Agustus 2010, Eccles menbuktikan bahwa karaginan berhasil menurunkan jumlah virus (viral load) hingga 92 persen.

Sementara pada grup yang tidak diberi karaginan, jumlah virus berlipat 6 kali.

Riset lain yang dipublikasikan di jurnal yang sama pada Oktober 2015 mengungkap, jenis karaginan Iota yang dikemas dalam bentuk semprot hidung bisa menghambat perkembangan common cold pada empat hari pertama, saat gejala flu biasanya paling terasa.

Penelitian lain yang dilakukan Martin Koenigfoher dari Medical University of Vienna dan dipublikasikan di Multidicipline Respiratory Medicine pada November 2014 mengungkap, karaginan Iota bisa mempersingkat durasi masuk angin hingga 2 hari dan mencegah kembalinya gejala yang sama hingga 21 hari kemudian.

Eccles menerangkan, karaginan memiliki keampuhan karena prinsip pengambatannya.

"Virus bermuatan positif sementara karaginan bermuatan negatif. Jadi virus akan tertangkap oleh karaginan dan lalu terenkapsulasi," urainya.

Ampuh dan Aman Bambang Supriyatno Sp.A (K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengutarakan, pengobatan masuk angin dengan karaginan memiliki kelebihan karena aman dan minim efek samping.

Karaginan, katanya, adalah senyawa yang telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan dan diakui aman oleh Food and Drugs Administration (FDA).

Di samping itu, karaginan yang mampu mengurangi gejala common cold hingga 2 hari berpotensi mengurangi konsumsi antibiotik yang tidak perlu.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Manfaatkan Ampas Rumput Laut, Mahasiswa Unhas Buat Bioplastik Ramah Lingkungan
  Senin, 17 Jun 2019-https://fajar.co.id/ - Terbaca 7 x
Bersama Tipat Rumput Laut di Pulau Dewata
  Rabu, 12 Jun 2019-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 5 x
Ini Manfaat Rumput Laut untuk Kulit Wajah saat Puasa
  Senin, 27 May 2019-https://amp.suara.com/ - Terbaca 3 x
5 Tips Mememilih Rumput Laut yang Benar, Cocok Untuk Berbuka !
  Senin, 20 May 2019-https://www.idntimes.com/ - Terbaca 7 x
Segarnya Es Campur Rumput Laut
  Senin, 13 May 2019-https://www.jambi-independent.co.id/ - Terbaca 20 x
Melihat Rumput Laut: Cara Orang Ternate Menentukan Awal Ramadan
  Senin, 06 May 2019-https://m.kumparan.com/ - Terbaca 11 x
Resep Salad Lettuce Rumput Laut Pok Pok
  Senin, 29 Apr 2019-https://idnews.co.id/ - Terbaca 15 x
Rumput Laut Bisa Menjadi Sumber Ide Obat Generasi Baru
  Senin, 22 Apr 2019-https://m.klikdokter.com/ - Terbaca 13 x
Meneliti Efek Rumput Laut dan Pemanasan Global, Nilai Ekonomis Tinggi, Mampu Ubah CO2 Jadi O2
  Senin, 15 Apr 2019-https://fajar.co.id/ - Terbaca 4 x
Sepatu Olahraga Ini Terbuat dari Plastik dan Rumput Laut
  Senin, 08 Apr 2019-https://m.detik.com/ - Terbaca 15 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 470,757  Kali
Jumlah Anggota 10,085 Org
Buku Tamu / Promosi 788  lihat
Konsultasi Online 2744  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin