Untitled Document
  Sabtu , 20 Juli 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Melihat Rumput Laut: Cara Orang Ternate Menentukan Awal Ramadan
 
Senin, 06 May 2019 - Sumber: https://m.kumparan.com/ - Terbaca 11 x - Baca: May 09 2019    
 
Pada umumnya, dalam Islam, cara menentukan awal bulan Ramadan atau puasa dilakukan berdasarkan hisab atau perhitungan astronomi serta dengan cara rukyatul hilal (melihat bulan). Namun, di Ternate, Maluku Utara, ada cara lain menentukan masuknya bulan Ramadan.

Minggu (5/5), saya berkesempatan bertemu dengan Imam Masjid Kelurahan Rua, Haji Sabtu Dero, di rumahnya. Saat tiba, ia menerima saya dengan sangat ramah. Kendati sudah cukup sepuh, ia terlihat bersemangat ketika mulai berbagi cerita mengenai proses melihat hilal yang selama ini kerap dilakukan para tertuanya.

Ia mempersilakan saya duduk di sebelahnya. Suaranya agak lirih dan sedikit terbata-bata. Saya mendekatkan kepala dan mendengar dengan teliti. Haji Sabtu bilang, Kelurahan Rua, memang sejak lama sudah dijadikan sebagai titik melihat hilal.

Meski begitu, ia mengaku beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah sudah memindahkannya ke Kelurahan Taduma, Kecamatan Ternate Pulau.

“Sudah sekitar berapa tahun ini dibuat di Taduma. Tapi dulu itu selalu lihat bulandi sini,” ujar Haji Sabtu Dero, Minggu (5/5).

Tempat melakukan rukyatul hilal sudah sejak lama dilakukan di tepi pantai Rua. Ada sebuah gedung bertingkat yang dibangun di situ. Posisinya menghadap ke arah laut. Namun, kini nasibnya sudah tak terurus.

Saat ini, sudah ada Gedung Observasi milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dibangun di Taduma sebagai titik rukyatul hilal.

Menurut Haji Sabtu Dero, dahulu sejak Islam mulai masuk dan berkembang di Ternate, beberapa daerah di Indonesia kerap mengikuti penentuan awal bulan puasa (nyata ara) yang dilakukan tokoh agama dan kesultanan di Ternate. Nyata ara sendiri merupakan penyebutan lokal yang berarti melihat bulan.

“Sejak Islam ada di sini, Rua sudah dijadikan tempat menentukan awal bulan puasa. Bahkan ada daerah-daerah yang telepon tanya apakah di sini sudah melihat hilal,” ujar pria berusia 72 tahun itu.

Proses melihat bulan sendiri dilakukan saat usai salat Ashar atau menjelang Maghrib. Pada waktu itu, para imam dari sejumlah masjid sultan di Ternate sudah berkumpul di tepi pantai. Bahkan, diakui Haji Sabtu Dero, dua hari sebelum proses melihat bulan dilakukan, orang-orang sudah ramai mengunjungi Rua.

“Biasanya dua hari menjelang melihat bulan itu sudah ramai di kampung. Persiapan itu sudah dilakukan dari kemarin,” ujar Haji Sabtu Dero.

Selain itu, para tertua juga kerap menentukan awal bulan puasa dengan melihat tanda-tanda alam. Proses ini dilakukan ketika Ternate dahulu belum mempunyai alat untuk menentukan masuknya awal Ramadan.

Cara menentukannya dengan melihat gusungi atau rumput laut. Apabila gusungi sudah berbunga dan tampak seperti buih, lalu hanyut terbawa arus, maka itu tandanya sudah masuk bulan Ramadan.

“Gusungi itu memang butul. Bahkan torang (kami) punya orang tua sudah tahu kalau bulan sudah masuk dan itu dorang (orang tua) biasanya sudah berpuasa. Kalau gusungi punya bunga sudah anyor (hanyut) berarti bulan sudah ada satu malam,” ucapnya.

Walau saat ini sudah ada alat, proses melihat gusungi diakui Haji Sabtu Dero masih terus dilakukan. Hanya saja, kerap dilakukan oleh beberapa orang tua saja, sebab kebanyakan orang sudah lebih percaya pada proses penentuan yang digunakan dengan menggunakan metode hisab atau rukyatul hilal.

Direkur Buku Suba Institute yang juga pemerhati budaya, Sukarno M Adam, saat dihubungi Cermat, pada Sabtu (4/5), juga mengatakan hal yang sama. Ia mengaku kerap mendengar dari para tertua, bahwa nyata ara atau melihat bulan biasanya dilakukan oleh para imam dari sejumlah masjid sultan di Ternate.

“Setelah salat Dzuhur, para imam dan bobato akhirat dari sigi lamo (masjid sultan) sigi heku (masjid heku) dan sigi cim (masjid cim) berkumpul di kadaton kesultanan, menunggu idin (perintah) dari sultan, lalu berangkat menuju Rua untuk melihat bulan,” ujar Sukarno.

Cerita mengenai cara melihat masuknya awal bulan puasa memang sudah familiar tidak hanya di Ternate. Beberapa daerah di Maluku Utara, seperti di daratan Halmahera, Morotai, dan lainnya juga masih melakukan proses melihat bulan dengan melihat tanda-tanda alam.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Cangkang Kapsul Rumput Laut Isi Segmen Pasar Vegetarian
  Selasa, 16 Jul 2019-https://m.republika.co.id/ - Terbaca 3 x
Mie Berbahan Rumput Laut Produksi Warga Bantaeng Dipamer di Jakarta
  Senin, 08 Jul 2019-https://makassar.sindonews.com/ - Terbaca 10 x
Keripik Rumput Laut / Nori Chips
  Senin, 01 Jul 2019-https://cookpad.com/ - Terbaca 7 x
Rumput Laut Bisa Merangsang Pertumbuhan Pembuluh Darah
  Senin, 24 Jun 2019-https://theconversation.com/ - Terbaca 9 x
Manfaatkan Ampas Rumput Laut, Mahasiswa Unhas Buat Bioplastik Ramah Lingkungan
  Senin, 17 Jun 2019-https://fajar.co.id/ - Terbaca 8 x
Bersama Tipat Rumput Laut di Pulau Dewata
  Rabu, 12 Jun 2019-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 5 x
Ini Manfaat Rumput Laut untuk Kulit Wajah saat Puasa
  Senin, 27 May 2019-https://amp.suara.com/ - Terbaca 3 x
5 Tips Mememilih Rumput Laut yang Benar, Cocok Untuk Berbuka !
  Senin, 20 May 2019-https://www.idntimes.com/ - Terbaca 7 x
Segarnya Es Campur Rumput Laut
  Senin, 13 May 2019-https://www.jambi-independent.co.id/ - Terbaca 20 x
Melihat Rumput Laut: Cara Orang Ternate Menentukan Awal Ramadan
  Senin, 06 May 2019-https://m.kumparan.com/ - Terbaca 11 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 472,637  Kali
Jumlah Anggota 10,105 Org
Buku Tamu / Promosi 790  lihat
Konsultasi Online 2746  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin