Untitled Document
  Kamis , 27 Februari 2020 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Meneliti Efek Rumput Laut dan Pemanasan Global, Nilai Ekonomis Tinggi, Mampu Ubah CO2 Jadi O2
 
Senin, 15 Apr 2019 - Sumber: https://fajar.co.id/ - Terbaca 4 x - Baca: Apr 16 2019    
 
SUHU bumi terus mengalami peningkatan. Semakin panas. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan kadar karbon dioksida (CO2) yang ada di atmosfer yang menimbulkan efek rumah kaca (green house gas/GHG).

Beberapa referensi menunjukkan pada tahun 2013 suhu rata-rata permukaan bumi 14,6 derajat celcius. Dan tahun 2030 suhu permukaan bumi diprediksi naik 2,1 derajat celcius. Bahkan pada 2050 suhu kembali naik tiga derajat celcius.

Data lain juga menyebutkan Amerika Serikat sebagai penyumbang emisi CO2 terbesar. Mencapai 21,9 persen dari total emisi CO2 dunia pada 2004. Hal itu diikuti Tiongkok (17,4 persen) dan India (4,1 persen). Adapun Indonesia hanya menyumbang emisi 1,2% dari total emisi CO2 dunia.

Mengapa? Hal itu tidak terlepas dari rumput laut. Siapa sangka tanaman kecil seperti itu bisa menghambat peningkatan suhu bumi. Nur Indah Sari Arbit membeberkan dalam disertasinya. Dalam penelitiannya, ia menemukan rumput laut dapat mengurangi dampak pemanasan global

Tanaman rumput laut mampu menyerap CO2 yang banyak terlarut di laut dan mengubahnya menjadi O2 (oksigen). Proses fotosintesis. Selain itu penyerapan CO2 terlarut dalam air laut bisa menstabilkan kadar asam air laut. Di mana jika kadar asam terlalu tinggi bisa mempengaruhi ekosistem lainnya di laut.

Peningkatan CO2 di atmosfer (termasuk dalam laut) paling banyak dikarenakan aktivitas manusia. Seperti pembakaran bahan bakar fosil dan industri modern. Jika tidak dikendalikan akan meningkatkan efek rumah kaca yang juga berimbas pada peningkatan suhu bumi.

“Penelitian skenario pemanasan global apabila terjadi sesuai simulasi penelitianku, maka titik kritis efek skenario pemanasan global terhadap rumput laut gracilaria changii terjadi pada 2100 dengan kadar CO2 1000 ppm (2018 kadar CO2 400 ppm),” kata Nur Indah Sari Arbit, Rabu 10 April.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Indah ini menceritakan dalam penelitiannya menggunakan spesies rumput laut jenis Gracillaria changii serapan CO2 cukup besar. Mampu menyerap 15 persen CO2 yang terlarut dalam air laut dalam skala laboratorium selama satu kali siklus hidup (45 hari).

Selain itu, tanaman rumput laut juga cukup mudah dibudidayakan dikarenakan tahan terhadap perubahan lingkungan dan memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi.

Rumput laut selain menyerap CO2 dan mengubah menjadi O2 (proses fotosintesis) juga ikut menyerap material lain seperti posfat, nitrat, logal berat, dan lain-lain. Senyawa itu ikut terbawa saat air tawar yang berasal dari darat masuk dalam laut.

“Rumput laut bisa dikatakan sebagai tanaman penyaring air laut dan penstabil laut. Sehingga sangat bagus untuk menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Perempuan kelahiran Pangkajene 30 tahun lalu ini juga menjelaskan bahwa pengembangan atau budidaya rumput laut seperti jenis gracillari changii sangat menguntungkan. Disamping dapat mengurangi pemanasan global, juga memiliki nilai ekonomis yang cukup baik. Tanaman ini merupakan bahan utama pembuatan agar.

Sehingga sangat dibutuhkan untuk pelbagai industri makanan, pakan ternak, obat-obatan hingga industri kecantikan. Dengan kondisi laut Indonesia yang sangat luas, komoditi rumput laut ini bisa menjadi komodit andalan yang cukup menjanjikan.

Tanaman ini juga tidak memiliki sifat yang patogen terhadap lingkungan jika tumbuh dalamn jumlah banyak (blooming). Pasalnya tanaman ini tidak menghasilkan senyawa bisa merusak lingkungan. Bahkan pada kondisi alami tanaman Gracillaria sp menjadi makanan untuk beberapa hewan laut.

“Kini sudah banyak hasil penelitian yang menyatakan komoditi laut sebagai salah satu tanaman yang memiliki kemampuan mengurangi pemanasan global, termasuk rumput di dalamnya. Bahkan tertuang di beberapa konferensi perubahan iklim dunia yang menyatakan komponen biotik (termasuk rumput) bisa menjadi solusi untuk mengatasi penamasan global,” kuncinya.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Perangi Sampah, Rumput Laut ’’Disulap’’ Jadi Tas
  Senin, 24 Feb 2020-https://www.suarantb.com/ - Terbaca 2 x
Banyak Dipakai Olahan Makan Kekinian, Rumput Laut Punya Khasiat
  Senin, 17 Feb 2020-https://www.genpi.co/ - Terbaca 3 x
Resep Permen Rumput Laut
  Senin, 10 Feb 2020-https://endeus.tv/ - Terbaca 10 x
Berselimut Rumput Laut, Apa Jadinya Instalasi Ini?
  Senin, 03 Feb 2020-https://www.casaindonesia.com/ - Terbaca 10 x
Nori Potato Chips Ala-Ala Calbee
  Senin, 27 Jan 2020-https://cookpad.com/ - Terbaca 4 x
Latoh, Rumput Laut Lokal Bercita Rasa Tinggi yang Sangat Nikmat
  Senin, 20 Jan 2020-https://phinemo.com/ - Terbaca 5 x
Rumput Laut Sebagai Biofilter Alami pada Tambak Udang
  Senin, 13 Jan 2020-http://aquaculture-mai.org/ - Terbaca 12 x
Seaweed: Manfaat, Dosis, & Efek Samping
  Selasa, 07 Jan 2020-https://www.honestdocs.id/ - Terbaca 14 x
Benarkah Rumput Laut Bisa Bikin Kulit Glowing? Ini Penjelasannya
  Senin, 30 Dec 2019-https://m.merdeka.com/ - Terbaca 7 x
5 Olahan Unik Rumput Laut Khas Indonesia, Mana yang Paling Kamu Suka?
  Senin, 23 Dec 2019-https://www.idntimes.com/ - Terbaca 11 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 486,426  Kali
Jumlah Anggota 10,185 Org
Buku Tamu / Promosi 800  lihat
Konsultasi Online 2755  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin