Untitled Document
  Senin , 18 Desember 2017 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
Situs Jaringan Sumber Daya Informasi Dan Teknologi Rumput Laut Indonesia
 
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Plastik dari Rumput Laut Buatan Indonesia
 
Senin, 27 Nov 2017 - Sumber: https://beritagar.id/ - Terbaca 7 x - Baca: Dec 12 2017    
 
Rumput laut merupakan bahan yang umum dikonsumsi masyarakat modern perkotaan. Meski sedari dulu Indonesia memang negara pengonsumsi rumput laut, namun popularitasnya dalam industri makanan bertambah akhir-akhir ini, seiring menjamurnya rumah makan Jepang dan Korea.

Selain sebagai bahan makanan atau pencuci mulut, ternyata tumbuhan alam tersebut kini juga memiliki manfaat lain, yaitu sebagai pembungkus makanan. Bukan hanya seperti di gulungan sushi, pembungkus yang dimaksud kali ini adalah dalam bentuk seperti kemasan plastik.

Evoware merupakan sebuah jenama Tanah Air yang telah mendapat pengakuan internasional atas inovasi yang mereka ciptakan. Salah satunya adalah The Ellen MacArthur Foundation yang menjadikan Evoware salah satu pemenang kontes Circular Design Challenge dengan nilai hadiah 1 juta Dolar AS (Rp13,5 miliar).

Dengan visi kesadaran lingkungan serta misi untuk mengganti kemasan plastik untuk makanan, mereka menciptakan kemasan biodegradasi atau yang dapat ikut dikonsumsi, terbuat dari sari rumput laut.

"Kami ingin menciptakan dunia yang lebih bersih dengan menghentikan sampah plastik dari akar," kata salah satu pendiri Evoware, David Christian, kepada Fast Company (10/6).

Menurut data peneliti dari University of Georgia, Dr. Jenna R. Jambeck, Indonesia telah menjadi negara pembuang limbah plastik di urutan kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut terbesar di dunia, setelah Tiongkok.

Oleh sebab itu pembungkus makanan yang dapat larut (tidak menjadi sampah) dan tanpa rasa dianggap memiliki potensi untuk membuat pengalaman menikmati makanan kemasan menjadi lebih nyaman.

Mengapa rumput laut?

Gagasan bahwa rumput laut merupakan sumber bioplastik yang layak bukanlah sesuatu yang baru. Tanaman ini kaya akan polisakarida, bahan baku alami, dan penelitian di bidang ini membentang lebih dari satu dekade.

Pendiri Evoware memilihnya karena beberapa alasan. Seperti rumput laut tidak menciptakan limbah, dapat larut saat terkena air, menyedot karbon dioksida saat tumbuh dan dapat tumbuh tanpa pupuk, air, atau sumber tambahan lainnya. Rumput laut juga bergizi karena mengandung serat dan vitamin tinggi.

Dari sisi sosialnya mereka turut ingin membantu petani rumput laut di Indonesia meningkatkan mata pencaharian mereka.

Dibutuhkan satu hektare samudra untuk menghasilkan 40 ton rumput laut kering setiap tahunnya. Volume tersebut menyerap 20,7 ton emisi karbon dioksida (CO2) selama proses budi daya. Sumber utama aktivitas Evoware selama produksi percontohannya adalah budi daya rumput laut dari Sulawesi.

Untuk saat ini proses pengolahan rumput laut Evoware masih sangat manual. Meliputi proses persiapan (dan pengeringan) bahan baku yang diikuti oleh pembentukan, penekanan, dan pemotongan material menjadi satu lapisan.

Meski hasil akhir material tersebut hambar dan tidak berbau, jika diperkenankan dapat juga ditambahkan rasa.

Lapisan yang sudah jadi diklaim memiliki umur simpan dua tahun sehingga cocok untuk menjadi pembungkus makanan kering.

Lapisan luar halus, seperti plastik, tapi bagian dalamnya kasar. Ketebalannya bisa dikendalikan sesuai keinginan, tergantung juga dari jenis makanan atau barang yang dibungkus.

"Kami terus belajar," kata Edwin Aldrin Tan, juga pendiri Evoware dan penasihat pengembangan bisnis dan penasihat keuangan yang berbasis di Jakarta dikutip dari Green Biz (1/11).

Meski dia tidak akan membagikan rincian lain tentang formulasi material tersebut, namun ia meyakinkan bahwa tidak ada bahan kimia yang ditambahkan di sepanjang proses.

Salah satu konsumen Evoware adalah Bruxel Waffle, yang menjual kue wafel vegetarian Belgia di festival di Bali. Evoware sendiri terus mengirim sampel ke perusahaan-perusahaan produk konsumen di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.

Selain itu, perusahaan ini sedang mengusahakan material versi berlapis-lapis yang mungkin lebih sesuai untuk mengemas cairan atau semi-cairan. Untuk ini bahannya tidak hanya rumput laut, "bahan sekundernya adalah permen karet damar," tambah Edwin.

Butuh nilai ekonomis

Berkata kepada BBCIndonesia.com (19/11), pengamat bisnis lingkungan, Agus Sari, mengatakan bahwa produk yang menawarkan solusi terhadap permasalahan sampah plastik semacam ini selalu segar. Sebab sampai saat ini persoalan sampah plastik di tanah air sudah memprihatinkan.

Jika pada akhirnya pemerintah akan keluar uang untuk menanggulangi masalah sampah yang luar biasa tersebut, "kenapa tidak keluar uang untuk pencegahan, dan bukan penanggulangan?" ujar Agus.

Dari sisi ekonomi, menurutnya untuk bisa bersaing di pasar, produk semacam ini akan kalah bersaing jika hanya menawarkan solusi.

"Buat pasar, solusi itu urusan secondary. Yang primer, seberapa murah?" kata Agus. "Hanya mengedepankan environmental awareness saja tidak akan cukup untuk jualan."

Agus menyimpulkan, kalau harganya terlalu mahal untuk produksi massal maka produsen tetap akan membeli kemasan plastik, karena mereka tidak mau menambah biaya.

"Ini kan bukan produk yang tidak ada di pasar, tapi mengganti yang sudah ada di pasar."

"Supaya mereka bisa berperan lebih banyak, satu, harus ada insentif pajak supaya harga bisa bersaing. Kedua, perlu ada regulasi, sekalian saja larang plastik diedarkan."
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Plester Luka Terbuat dari Rumput Laut Inovasi Baru Smk Farmasi Surabaya
  Selasa, 12 Dec 2017-http://revolusimental.go.id/ - Terbaca 5 x
10 Khasiat Rumput Laut Untuk Diet Ampuh dan Aman
  Senin, 04 Dec 2017-https://dietsehat.co.id/ - Terbaca 8 x
Plastik dari Rumput Laut Buatan Indonesia
  Senin, 27 Nov 2017-https://beritagar.id/ - Terbaca 7 x
Rumput Laut Jadi Bahan Baku Kemasan Pengganti Plastik
  Senin, 20 Nov 2017-http://poskotanews.com/ - Terbaca 19 x
Inovasi Beras dari Rumput Laut Ciptaan Mahasiswa IPB
  Senin, 13 Nov 2017-http://www.netralnews.com/ - Terbaca 23 x
Rumput Laut, Kunci Perawatan Kim Kardashian Atasi Penyakit Psoriasis
  Selasa, 07 Nov 2017-https://www.vemale.com/ - Terbaca 13 x
Peneliti IPB Produksi Nanopigmen dari Rumput Laut untuk Pewarna Alami Sel Surya
  Senin, 30 Oct 2017-https://megapolitan.antaranews.com/ - Terbaca 14 x
Sayur Bening Rumput Laut
  Senin, 23 Oct 2017-https://cookpad.com/ - Terbaca 10 x
3 Resep Olahan Rumput Laut yang Sehat dan Lezat
  Selasa, 17 Oct 2017-https://hellosehat.com/ - Terbaca 7 x
Yuk Mengenal Makanan Olahan Rumput Laut yang Ada di Jepang
  Senin, 09 Oct 2017-https://www.kaskus.co.id/ - Terbaca 12 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: 62 81 7383160
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 427,542  Kali
Jumlah Anggota 9,807 Org
Buku Tamu / Promosi 743  lihat
Konsultasi Online 2708  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin