Untitled Document
  Rabu , 19 Desember 2018 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Produsen Kemasan Berbahan Dasar Rumput Laut Membuka Pasar Ekspor
 
Senin, 03 Dec 2018 - Sumber: https://amp.katadata.co.id/ - Terbaca 12 x - Baca: Dec 14 2018    
 
"Sekaranglah momen tepat, karena branding lebih kuat," kata Co Founder Evoware David Christian.

Pebisnis kreatif menilai, dua tahun terakhir khususnya pada 2018 merupakan periode tepat untuk mengembangkan bisnis desain produk ramah lingkungan. Pasalnya, pada tahun-tahun mendatang, kebijakan pemerintah mengarah kepada pengendalian konsumsi kemasan plastik.

Co Founder Evoware David Christian menyatakan, apabila hendak terjun ke bisnis kreatif subsektor desain produk ramah lingkungan sebaiknya dirintis sejak sekarang. Apabila baru memulai saat regulasi pengendalian penggunaan plastik terbit akan kehilangan momentum.

"Kalau baru nanti pas peraturan keluar baru mengalihkan produknya (ke ramah lingkungan) maka hanya akan sekadar menjadi ekspansi bisnis normal. Sekaranglah momen tepat, karena branding lebih kuat," katanya kepada Katadata.co.id, Rabu (28/11).

Evoware sendiri merintis bisnis desain produk aneka kemasan ramah lingkungan sejak 2016. Perusahaan rintisan (startup) ini kini dapat memproduksi sekitar 200 gelas dan sekitar 10 meter kemasan setiap hari.

Startup tersebut fokus menghasilkan produk berorientasi kepada gaya hidup ramah alam. Bahan baku mentah yang digunakan adalah rumput laut lokal. Tak hanya fokus kepada isu lingkungan, jenama Evoware juga hendak meningkatkan taraf hidup petani.

"Tantangan utama kami masih soal edukasi masyarakat. Banyak yang masih pikir, kemasan plastik (konvensional) lebih murah dibandingkan dengan produk kami. Padahal seharusnya lihat mahal murah itu dari sisi jangka panjang juga," ucap David.

Dampak jangka panjang yang dimaksud terkait dengan volume sampah plastik yang sukar terurai secara alami ditanah. Alhasil, pengelolaannya membutuhkan dana yang jauh lebih banyak, plus risiko pencemaran lingkungan.

Pemerintah agaknya menyadari dampak negatif akibat membludaknya sampah plastik. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan hendak mengenakan cukai untuk kantong plastik supaya konsumsinya lebih terkendali.

Opsi yang muncul untuk dimasukkan dalam peraturan pemerintah tentang cukai plastik tersebut ialah cukai dikenakan kepada produsen. (Baca juga: Pengusaha Retail Tolak Larangan Penggunaan Kantong Plastik)

David membenarkan, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengendalikan konsumsi kantong dan kemasan plastik terbilang minim. Konsumen produk-produk Evoware pun lebih dari 80% ada di luar negeri. Kini, sekitar 400 perusahaan bermitra dengan jenama ini.

"Ekspor kami lazimnya ke Eropa dan Amerika. Bagi konsumen lokal produk kami (dianggap) mahal. Kami memang menargetkan volume produksi meningkat agar lebih massal dan harga lebih terjangkau," katanya.

Sementara itu, Sales & Marketing Division Head Enviplast Lanny Tjahjono justru berpendapat bahwa sampah plastik seharusnya tak ada. Perspektif nihil sampah ini dituangkan menjadi produk kantong nabati yang diklaim zero waste karena berbahan organik.

"Kami memproduksi kantong plastik dari tapioka, gantikan minyak bumi. Kantong kami dalam enam bulan sudah diurai tanah, dibakar pun menjadi abu kertas. Sampah (plastik) tak usah timbul sama sekali," ucapnya.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Selain Ekonomis, Ternyata Rumput Laut Penyerap Karbon Tinggi
  Senin, 17 Dec 2018-https://banten.antaranews.com/ - Terbaca 9 x
Nasi Goreng Spesial + Rumput Laut
  Senin, 10 Dec 2018-https://cookpad.com/ - Terbaca 7 x
Produsen Kemasan Berbahan Dasar Rumput Laut Membuka Pasar Ekspor
  Senin, 03 Dec 2018-https://amp.katadata.co.id/ - Terbaca 12 x
Rumput Laut Dalam Balutan Produk Kosmetik Dunia
  Senin, 26 Nov 2018-https://www.validnews.id/ - Terbaca 22 x
Ini Kunci Pengembangan Industri Rumput Laut
  Senin, 19 Nov 2018-http://m.bisnis.com/ - Terbaca 14 x
Jelly Rumput Laut, Pertama di Bengkulu
  Senin, 12 Nov 2018-http://pedomanbengkulu.com/ - Terbaca 17 x
Serat Rumput Laut Berpotensi Jadi Bahan Baku Produksi Kertas
  Senin, 05 Nov 2018-https://www.pertanianku.com/ - Terbaca 18 x
Profesor UHO Temukan Alat Pengusir Hama Rumput Laut Pertama di Dunia
  Senin, 29 Oct 2018-https://sultrakini.com/ - Terbaca 17 x
Rumput Laut Jeruk, Minuman Segar Yang Pasti Bikin Lidah Menari-nari
  Senin, 22 Oct 2018-http://sajiansedap.grid.id/ - Terbaca 12 x
Resep Sambal Rumput Laut Original
  Senin, 08 Oct 2018-http://m.kaltara.prokal.co/ - Terbaca 21 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 456,043  Kali
Jumlah Anggota 9,990 Org
Buku Tamu / Promosi 773  lihat
Konsultasi Online 2734  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin