Untitled Document
  Senin , 18 Desember 2017 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
Situs Jaringan Sumber Daya Informasi Dan Teknologi Rumput Laut Indonesia
 
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Rumput Laut Jadi Bahan Baku Kemasan Pengganti Plastik
 
Senin, 20 Nov 2017 - Sumber: http://poskotanews.com/ - Terbaca 19 x - Baca: Dec 16 2017    
 
INDONESIA termasuk negara penghasil sampah plastik terbanyak di dunia, yang dikhawatirkan dapat mengganggu lingkungan.

Untuk mengatasi krisis sampah plastik ini, sebuah bisnis rintisan Tanah Air berusaha mengenalkan pengganti kemasan plastik yang larut saat diseduh, dapat terurai dengan mudah, bahkan aman untuk dimakan.

”Bahannya rumput laut. Kaya serat dan tidak perlu dipupuk,” ujar David Christian dari Evoware, seperti dilansir BBC.

Selesai digunakan, kemasan 100% dari rumput laut itu juga boleh daimakan atau limbahnya menjadi pupuk bagi lingkungan sekitar.

Jika proses yang dilalui kemasan plastik butuh waktu hingga ribuan tahun, revolusi kemasan yang digagas oleh David, seorang lulusan sekolah bisnis, bisa memangkas daur hidupnya menjadi dua tahun saja.

Mirip dengan plastik, kata David, kemasan dari rumput laut ini juga cukup fleksibel diubah menjadi bermacam kemasan serta mudah terurai saat diseduh air panas. ”Sudah memperoleh sertifikat halal, aman dimakan, dan diproduksi sesuai standar HACCP.”

Standar HACCP berdasarkan definisi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan pendekatan atau pedoman untuk kebersihan dan keamanan bahan pangan.

Walaupun baru diproduksi dengan skala rumah tangga, kemasan pengganti plastik yang brilian ini kini dilirik perusahaan besar seperti produsen mi instan, waralaba burger, dua perusahaan komestik besar asal Inggris, dan sebuah perusahaan kebutuhan rumah tangga internasional. Pencapaian langka buat produk dengan misi ramah lingkungan.

Pengamat bisnis lingkungan, Agus Sari, mengatakan bahwa produk yang menawarkan solusi terhadap problem sampah plastik semacam ini selalu segar.

”Saya sendiri termasuk yang sangat tertarik dan model seperti ini memang harus dilahirkan,” kata dia.

Sebab sampai saat ini, imbuh Agus, persoalan sampah plastik di tanah air sudah begitu merepotkan.

Jika pada akhirnya pemerintah akan keluar uang untuk menanggulangi masalah sampah yang luar biasa tersebut, ”kenapa tidak keluar uang untuk pencegahan, dan bukan penanggulangan?”

Untuk bisa bersaing di pasar, produk semacam ini menurutnya akan lekas gugur jika cuma menawarkan solusi.

”Buat pasar, solusi itu urusan secondary. Yang primer, seberapa murah?” ujar Agus.

”Hanya mengedepankan environmental awareness saja tidak akan cukup untuk jualan.”

Sebab, kata Agus, kalau harganya terlalu mahal untuk produksi massal maka produsen tetap akan membeli kemasan plastik, karena mereka tidak mau menambah biaya.

”Ini kan bukan produk yang tidak ada di pasar, tapi mengganti yang sudah ada di pasar.”

Dan, hadirnya Evoware dengan bungkus kemasan rumput laut sesungguhnya bisa berperan besar menjawab tantangan teknologi untuk beralih ke kemasan bukan plastik.

Tapi, kata Agus, lagi-lagi harganya harus ditekan supaya sebanding dan bisa digunakan sebagai pengganti dan pas untuk skala ekonomi.

”Supaya mereka bisa berperan lebih banyak, satu, harus ada insentif pajak supaya harga bisa bersaing. Kedua, perlu ada regulasi, sekalian saja larang plastik diedarkan.”

Selama ini, imbuh Agus, pemerintah masih belum serius menangani persoalan sampah plastik di tanah air. Padahal, masalah sampah kita sudah luar biasa.

Pemerintah Indonesia menargetkan akan kurangi sampah plastik di laut sampai 70% selama delapan tahun mendatang dan mengatakan telah membuat tahapannya.

Menurut peneliti dari Universitas Georgia Dr. Jenna Jambeck – yang dimuat dalam Jurnal Science (sciencema.org) 12 Februari 2015 – Indonesia membuang limbah plastik sebanyak 3,2 juta ton, dan berada di urutan kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut setelah Cina.

Sampah plastik yang mengalir ke laut itu kemudian dimakan oleh hewan laut, terutama penyu.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Plester Luka Terbuat dari Rumput Laut Inovasi Baru Smk Farmasi Surabaya
  Selasa, 12 Dec 2017-http://revolusimental.go.id/ - Terbaca 5 x
10 Khasiat Rumput Laut Untuk Diet Ampuh dan Aman
  Senin, 04 Dec 2017-https://dietsehat.co.id/ - Terbaca 8 x
Plastik dari Rumput Laut Buatan Indonesia
  Senin, 27 Nov 2017-https://beritagar.id/ - Terbaca 7 x
Rumput Laut Jadi Bahan Baku Kemasan Pengganti Plastik
  Senin, 20 Nov 2017-http://poskotanews.com/ - Terbaca 19 x
Inovasi Beras dari Rumput Laut Ciptaan Mahasiswa IPB
  Senin, 13 Nov 2017-http://www.netralnews.com/ - Terbaca 23 x
Rumput Laut, Kunci Perawatan Kim Kardashian Atasi Penyakit Psoriasis
  Selasa, 07 Nov 2017-https://www.vemale.com/ - Terbaca 13 x
Peneliti IPB Produksi Nanopigmen dari Rumput Laut untuk Pewarna Alami Sel Surya
  Senin, 30 Oct 2017-https://megapolitan.antaranews.com/ - Terbaca 14 x
Sayur Bening Rumput Laut
  Senin, 23 Oct 2017-https://cookpad.com/ - Terbaca 10 x
3 Resep Olahan Rumput Laut yang Sehat dan Lezat
  Selasa, 17 Oct 2017-https://hellosehat.com/ - Terbaca 7 x
Yuk Mengenal Makanan Olahan Rumput Laut yang Ada di Jepang
  Senin, 09 Oct 2017-https://www.kaskus.co.id/ - Terbaca 12 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: 62 81 7383160
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 427,542  Kali
Jumlah Anggota 9,807 Org
Buku Tamu / Promosi 743  lihat
Konsultasi Online 2708  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin