Potensi Kelautan dan Perhatian Pemerintah Terhadap Petani Rumput Laut.
Kabupaten Rote Ndao merupakan kabupaten terselatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berbatasan langsung dengan Australia. Jumlah penduduk mencapai 143.765.
Memiliki 11 Kecamatan yang terbagi dalam 112 desa dan tujuh (7) kelurahan, 77 diantaranya adalah wilayah desa dan kelurahan pesisir. Kabupaten Rote Ndao merupakan wilayah kepulauan, terdapat 107 pulau, delapan (8) diantaranya berpenghuni.
Jumlah Petani Rumput Laut 4.659 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 13.977 jiwa. Sedangkan, Nelayan 2.464 KK dengan 9.856 jiwa. Sehingga, jika ditotal ada 23.833 penduduk Rote Ndao yang menggantungkan kehidupan di laut wilayah terselatan NKRI.
Produksi budidaya rumput laut, di Rote Ndao mencapai 9.914 ton kering di tahun 2023. Dengan total luas pemanfaatan lahan budidaya rumput laut 2.640 Ha.
Melihat potensi besar yang ada, Tahun 2024, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengembangkan modeling budidaya rumput laut di Kabupaten Rote Ndao. Dengan tujuan menggenjot industri hilir rumput laut nasional.
Strategi pemodelan budidaya rumput laut ini tentunya akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani rumput laut. Serta, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Penjabat Bupati Rote Ndao, Oder Maks Sombu, saat diwawancarai RRI, mengapresiasi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menurutnya, ini akan menjadi langkah maju dalam meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut di Rote Ndao.
"Awal bulan Mei 2024 kita bersyukur karena sudah menandatangani naskah komitmen lokasi modeling rumput laut dalam rapat kerja terpadu lingkup KKP tahun 2024, di Yogyakarta," kata Pj. Bupati Rote Ndao, Kamis (15/8/2024).
"Nantinya lokasi tersebut juga bisa dijadikan tempat wisata. Sehingga, ekonomi masyarakat sekitar akan semakin meningkat," ujar Pj. Bupati Oder Maks, lebih lanjut.
Dengan modeling rumput laut, bisa menciptakan ekowisata dan membuka lapangan pekerjaan baru, maupun meningkatkan pendapatan UMKM masyarakat wilayah pesisir. Selain itu, dapat mengurangi sampah botol plastik yang digunakan sebagai pelampung pada ikatan rumput laut.
"Pelampung botol plastik akan digantikan betok kelapa yang lebih ramah lingkungan. Mari Bersama-sama kita jaga alam kita untuk generasi yang akan datang," kata Penjabat Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu.