
Hasil monitoring dan wawancara yang dilakukan oleh Jasuda bersama petani rumput laut menunjukkan bahwa pertumbuhan rumput laut Cottonii (Kappaphycus alvarezii) mulai mengalami penurunan seiring memasuki periode musim yang kurang mendukung untuk kegiatan budidaya.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, pertumbuhan rumput laut pada beberapa lokasi mulai melambat dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kondisi ini juga dikonfirmasi melalui wawancara dengan petani yang menyampaikan bahwa perubahan kondisi perairan dan pola musim mulai memengaruhi pertumbuhan serta produktivitas rumput laut.
Periode September hingga awal tahun umumnya menjadi salah satu fase yang perlu mendapat perhatian dalam budidaya Cottonii karena kondisi lingkungan perairan dapat menjadi kurang optimal. Dampaknya dapat terlihat pada laju pertumbuhan yang lebih lambat, peningkatan risiko kehilangan bibit, serta potensi penurunan hasil panen.
Meskipun demikian, kondisi tersebut dipandang sebagai bagian dari pola musiman yang perlu diantisipasi oleh pembudidaya. Berdasarkan informasi dari petani dan hasil monitoring Jasuda, kondisi budidaya diperkirakan mulai kembali membaik secara bertahap pada akhir Maret tahun depan, ketika kondisi perairan diperkirakan kembali lebih mendukung untuk pertumbuhan rumput laut.
Jasuda akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan kondisi budidaya dan berkoordinasi dengan petani untuk memperoleh gambaran perubahan kondisi lapangan secara berkala. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi petani dalam menentukan waktu tanam, pemilihan lokasi, serta strategi pengelolaan budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan musim.