Untitled Document
  Minggu , 25 Juli 2021 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Arli: Bali Bisa Kembangkan Kembali Rumput Laut
 
Selasa, 15 Jun 2021 - Sumber: https://www.beritasatu.com/ - Terbaca 58 x - Baca: Jul 24 2021    
 
Terpuruknya perekonomian Bali selama pandemi berimbas pada kesejahteraan masyarakat lokal. Sektor pariwisata yang menjadi andalan, tampaknya tidak cukup kuat untuk menopang roda perekonomian.

Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (Arli) menghimbau agar Bali dapat membangkitkan kembali usaha di sektor akuakultur, utamanya pengembangan budi daya rumput laut.

"Sebaiknya Bali tetap mengembangkan sektor pariwisata dengan sektor-sektor lainnya secara paralel. Untuk rumput laut sendiri, Bali merupakan wilayah yang sangat berpotensi," ungkap Safari Azis usai pertemuannya dengan Ketua Umum Kadin Bali, Made Ariandi di Denpasar (14/6/2021).

Dia mengatakan, Bali merupakan daerah yang pertama membudidayakan Rumput Laut jenis Eucheuma Spinosum dan Eucheuma Cottonii pada awal tahun 1980-an kemudian diikuti oleh Provinsi Sulawesi Selatan dan beberapa Provinsi lainnya di Indonesia.

Disamping itu, Bali juga pernah menjadi tempat penyelenggaraan pertemuan rumput laut dunia, the 21st International Seaweed Symposium (ISS) pada tahun 2013 yang dihadiri oleh peneliti, pengusaha, pemerhati serta pembuat kebijakan dari 50 negara.

Di Bali, lanjut Safari, budidaya rumput laut pernah menjadi Sumber Penghasilan masyarakat di Pesisir Nusa Dua dan Pulau-Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

Arli akan mendorong adanya perluasan wilayah budidaya rumput laut untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, membantu pemulihan ekonomi Bali, selain juga untuk meningkatkan ekspor rumput laut.

Berdasarkan data statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi rumput laut Provinsi Bali tahun 2019 mencapai 849,66 ton (basah), menurun di tahun 2020 menjadi hanya 149 ton (basah).

"Selama ini kami mendapat laporan jika memang ada tantangan yang ditemui untuk mengembangkan rumput laut di Bali, diantaranya karena bersinggungan dengan area pariwisata atau hotel," kata dia.

Menurut Safari, pengaturan zonasi menjadi sangat penting dilakukan untuk mengakomodir kepentingan usaha pariwisata dan budi daya rumput laut.

Arli berharap agar dibuat tata ruang wilayah antara budidaya rumput laut, lalulintas laut, perhotelan atau resort serta objek wisata lainnya yang disepakati bersama Pemerintah Daerah Kabupaten, Kota dan Provinsi bersama Kementerian dan lembaga terkait, Kadin Bali serta Arli.

"Sebenarnya bisa digabung menjadi semacam eco-wisata, sehingga tak harus bersinggungan satu sama lain. Banyak turis yang tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga kearifan budaya lokalnya termasuk kegiatan usahanya," terang dia.

Besarnya potensi rumput laut di Bali, diharapkan dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat. Setelah menggandeng Kadin Bali, Arli menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti upaya pengembangan rumput laut.

"Ke depan tentu kami harapkan perekonomian Bali segera pulih, di mana komoditas rumput laut juga bisa ikut menopang ekonomi masyarakat pesisir, dan pulau-pulau di Bali" ujar Safari.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Bali, Made Ariandi menyambut baik langkah Arli untuk membangkitkan kembali budi daya rumput laut di sana.

"Kami sudah bersepakat untuk mengembangkan lagi pusat-pusat produksi rumput laut di Bali. Iklimnya kan cocok untuk budi daya dan bagus juga untuk membuka lapangan kerja baru dan menunjang perekonomian lokal," kata dia.

Made Ariandi juga mengatakan, pihaknya bersama Arli akan melaksanakan program pelatihan bagi masyarakat untuk memperkaya wawasan dan kemampuan teknis pembudi daya agar produksi rumput laut di Bali bisa meningkat dengan optimal.

"Kami akan menggandeng pemerintah daerah terkait, sekaligus melibatkan perbankan untuk pembiayaan produksinya, sementara untuk pemasaran ekspornya sudah dijamin oleh Arli," pungkasnya.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Produksi Rumput Laut Bisa Bantu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
  Selasa, 20 Jul 2021-https://m.antaranews.com/ - Terbaca 41 x
Produksi Rumput Laut Sulsel Capai 935,8 Ton di Kuartal I-2021
  Senin, 05 Jul 2021-https://m.medcom.id/ - Terbaca 49 x
Indonesia Berpotensi Kuasai Pasar Rumput Laut Dunia
  Senin, 21 Jun 2021-https://amp.wartaekonomi.co.id/ - Terbaca 72 x
Ekonomi Bali Masuk Ceruk Terdalam, ARLI Tawarkan Solusi Ini
  Rabu, 16 Jun 2021-https://m.rri.co.id/ - Terbaca 62 x
Arli: Bali Bisa Kembangkan Kembali Rumput Laut
  Selasa, 15 Jun 2021-https://www.beritasatu.com/ - Terbaca 58 x
Menko PMK Sebut Harga Rumput Laut Rp15 Ribu Perkilo Sangat Rendah
  Senin, 14 Jun 2021-https://rakyatsulsel.co/ - Terbaca 80 x
Pemkab Butur Terus Genjot Pengembangan Budidaya Rumput Laut
  Senin, 31 May 2021-https://rakyatsultra.com/ - Terbaca 124 x
Pandemi di Bali, Pekerja Swasta Beralih jadi Petani Rumput Laut
  Senin, 24 May 2021-https://www.nusabali.com/ - Terbaca 113 x
Indonesia akan Menjelma Jadi Produsen Raksasa Rumput Laut
  Senin, 17 May 2021-https://www.wartaekonomi.co.id/ - Terbaca 158 x
Belajar dari Ahli Dunia Tak Seperti Belajar di Laboratorium
  Senin, 10 May 2021-www.jasuda.net - Terbaca 109 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas, Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 528,628  Kali
Jumlah Anggota 10,321 Org
Buku Tamu / Promosi 813  lihat
Konsultasi Online 2762  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin (MWN)