Untitled Document
  Kamis , 04 Maret 2021 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Bali Berupaya Bangkitkan Komoditas Rumput Laut
 
Senin, 01 Feb 2021 - Sumber: https://bali.tribunnews.com/ - Terbaca 44 x - Baca: Mar 04 2021    
 
DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kini tengah berupaya membangkitkan kejayaan komoditas rumput laut.

Pasalnya, budidaya rumput laut sempat ditinggalkan oleh masyarakat karena terlena kenikmatan pariwisata.

"Sekarang memang yang mulai kita bangkitkan kembali adalah rumput laut. Karena rumput laut kita ini sempat ditinggalkan oleh pembudidaya kita karena terlena dengan pariwisata," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, I Made Sudarsana di kantornya, Rabu 27 Januari 2021.

Saat pariwisata bahari berkembang di Nusa Penida, para petani meninggalkan budidaya rumput laut.

Bahkan produksi rumput laut di wilayah tersebut hampir sama sekali tidak ada.

Untungnya menjelang pandemi Covid-19 yaitu sekitar pertengahan 2019, pihaknya bersama Kelompok Ahli Provinsi Bali mulai mengembangkan rumput laut di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

"Kita mulai di Lembongan awalnya dan kita bekerja sama dengan Bupati Klungkung juga. Kemudian untungnya ketika Covid-19 mulia merebak, pariwisata di sana dikatakan kolaps. Nah di sini akhirnya masyarakat Nusa Penida kembali membudidayakan rumput laut," tuturnya.

Selain di Nusa Penida, potensi pengembangan rumput laut juga berada di daerah lain, seperti di Bali utara dan timur.

"Jadi kita sekarang ini memang akan mengembangkan kembali rumput laut itu," tutur Sudarsana.

Pembudidayaan rumput laut di Bali dari dahulu mempunyai beberapa keunggulan, yakni adanya senyawa karagenan yang baik, kontinuitas produksi yang bagus dan jumlah produksi yang mencapai ratusan ribu ton.

"Nah itu sempat drop kemarin saat pariwisata berkembang," jelas mantan Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali itu.

Sudarsana mengatakan, pemasaran rumput laut di Bali awalnya berorientasi untuk diekspor, hanya saja upaya itu dilakukan melalui pelabuhan di Surabaya.

Sebelum diekspor, hasil panen rumput laut dilakukan proses pengeringan.

Setelah kering, rumput laut kemudian dikemas dan dikirim ke pelabuhan di Surabaya untuk diekspor.

Ekspor rumput laut ini dilakukan ke dua negara yakni Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Perancis.

Namun pengembangan rumput laut yang dilakukan saat ini tidak lagi untuk ekspor, melainkan bakal dikembangkan produk turunan.

Berbagai produk turunan rumput laut ini rencananya akan dibuat seperti souvernir, permen, sabun, obat-obatan dan berbagai produk lainnya.

"Sehingga ke depan, produksi rumput laut yang kita hasilkan tidak kita ekspor begitu saja, tetapi kita olah menjadi produk jadi daerah Bali ini," terang Sudarsana.

Dirinya menuturkan, sejak dahulu memang sudah ada beberapa masyarakat yang merintis pengolahan produk turunan dari rumput laut.

Hanya saja sistem pemasaran produk turunan ini masih dipegang oleh benerapa pengepul.

Kondisi ini menyebabkan pihaknya tidak bisa mengembangkan produk turunan karena terdapat banyak kendala yang harus dihadapi.

Ke depan, pihaknya akan mencoba untuk membuat beberapa produk turunan yang dikerjasamakan dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRID) Provinsi Bali, perguruan tinggi dan berbagai lembaga swadaya masyarakat.

Dalam mengembangkan produk turunan rumput laut ini dilakukan sesuai dengan konsep pembangunan berdikari dari Gubernur Bali.

Maka dari itu, pengembangan produk turunan rumput laut bakal berupaya untuk membedayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), perusahaan rumah tangga dan koperasi.

"Itulah nanti yang akan kita ajarkan teknologi pengolahannya sehingga dia menjadi suatu produk," terangnya.

Dalam produksi sabun cair rumput laut misalnya, Sudarsana akan mengarahkan produk turunan itu kepada masyarakat di Nusa Penida dan juga dijual kepada pelaku pariwisata di sana.

Oleh karena itu, berbagai penginapan yang ada di Nusa Penida bakal diwajibkan untuk menggunakan sabun cair dari rumput laut yang juga berasal dari sana.

"Jadi begitu polanya, sehingga margin itu tidak ada terbuang. Tidak ada bebam margin di sana sehingga semua peluang itu kita dapatkan sendiri dan berputar di tempat sendiri. Konsep pembangunan Pak Gubernur kan seperti itu," paparnya.

Bagi Sudarsana, pembuatan produk turunan dari rumput laut ini tidak terlalu sulit. Pasalnya selama ini memang sudah ada beberapa produk turunan yang memang sudah dibuat.

Bahkan dahulu sudah pernah ada rencana untuk bekerja sama dengan Balai Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar untuk membuat sedotan dari bahan rumput laut.

Namun sayangnya, setelah dihitung, nilai ekonomi dari produk tersebut masoh terlalu tinggi sehingga tidak terjangkau bagi masyarakat.

"Itu bisa dan sudah pernah kita coba tapi secara ekonomisnya belum masuk. Jadi seperti itulah yang tyang pernah lakukan," tuturnya.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Kampung Rumput Laut di Tanimbar Berpotensi Hasilkan Produksi Rp230,4 Miliar
  Senin, 01 Mar 2021-https://www.lelemuku.com/ - Terbaca 10 x
Rumput Laut dari Batam Jangkau Pasar Dunia
  Senin, 22 Feb 2021-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 20 x
Sentra Budidaya Rumput Laut Dongkrak Ekonomi Indonesia Timur
  Senin, 15 Feb 2021-https://m.antaranews.com/ - Terbaca 48 x
Di Tengah Pandemi Covid Ekspor Rumput Laut Indonesia Tembus Rp 3 Triliun!
  Senin, 08 Feb 2021-https://www.minews.id/ - Terbaca 53 x
Bali Berupaya Bangkitkan Komoditas Rumput Laut
  Senin, 01 Feb 2021-https://bali.tribunnews.com/ - Terbaca 44 x
Menengok Budidaya Rumput Laut Muaragembong Beromset Rp. 320 Juta
  Senin, 25 Jan 2021-http://bekasikab.go.id/ - Terbaca 51 x
Lampung Selatan Ekspor Perdana Rumput Laut Sargassum
  Senin, 18 Jan 2021-https://m.rri.co.id/ - Terbaca 60 x
Budi Daya Rumput Laut di NTT Baru Mencapai 11 Ribu Hektare
  Senin, 11 Jan 2021-https://nusadaily.com/ - Terbaca 70 x
KKP Perkuat Jejaring Pengembangan Komoditas Rumput Laut
  Senin, 28 Dec 2020-https://m.medcom.id/ - Terbaca 53 x
177 Ton Rumput Laut Asal Nunukan Dikirim ke Makassar
  Senin, 21 Dec 2020-https://amp.kaltara.prokal.co/ - Terbaca 64 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 512,630  Kali
Jumlah Anggota 10,291 Org
Buku Tamu / Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2760  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin