Untitled Document
  Rabu , 14 April 2021 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Menelisik Potensi Rezeki dari Rumput Laut di Pantai Selatan
 
Senin, 14 Dec 2020 - Sumber: https://pidjar.com/ - Terbaca 97 x - Baca: Apr 12 2021    
 
Meski tinggal di daerah yang dekat dengan kawasan wisata, tidak seluruh warga masyarakat Kalurahan Tepus dapat merasakan manfaatnya. Banyak dari mereka yang masih menggantungkan hidup sebagai petani di musim penghujan, sedangkan saat kemarau tiba mereka beralih menjadi pemetik rumput laut.

Hasil petikan rumput laut itu biasanya dijual oleh warga sekitar ke para pengepul. Kemudian dari para pengepul ini kembali dijual ke pengusaha yang bergerak dalam bidang pengolahan rumput laut.

Beberapa yang sering kali ditemukan di pantai Gunungkidul dan laku dijual adalah jenis Sargassum yang menjadi digunakan campuran cat, jenis Gelidium yang biasa dijadikan racikan obat maupun kosmetik, jenis Ulva yang biasa digoreng menjadi peyek, dan jenis Gracilaria yang bisa diolah menjadi agar-agar.

Tak banyak memang pengepul rumput laut di Gunungkidul hanya ada beberapa saja. Seperi yang dilakukan oleh Samilah warga Padukuhan Jeruk, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus tetap berjuang untuk mempertahankan bisnis sebagai pengepul rumput laut selama ini.

Ia mengatakan, usahanya tersebut mulanya milik mertua dia. Namun kemudian beralih ke keluarga kecil Samilah. Menjadi pengepul rumput laut telah ditekuni sejak tahun 1983. Tentu yang namanya usaha ada beragam kendala yang dihadapi mulai dari pemasaran hingga permodalan.

Kekurangan modal adalah hal yang paling sering ia alami. Dalam sehari ia dapat mengeluarkan uang paling sedikit Rp. 5 juta bahkan bisa sampai Rp. 20 juta saat musim panen, mengingat warga yang menjual rumput laut ke dirinya cukup banyak.

Disisi lain, beberapa jenis rumput laut tergolong tinggi. Sehingga modal yang dikeluarkan untuk membeli dari petani juga besar hingga puluhan juta. Samilah memaparkan harga rumput laut jenis gracilaria ia beli dari petani seharga 5 ribu sampai dengan 7 ribu rupiah. Sargasum dan Glidium sekitar 20 ribu, san jenis Ulfa seharga 3 ribu rupiah.

Terkadang harga tersebut bisa berubah tergantung dengan pasaran dan permintaan. Bisa justru melambung tinggi ataupun anjlok diharga paling rendah.

Pemasaran juga menjadi salah satu permasalahan yang kompleks. Meski ia telah memiliki pelanggan namun yang namanya bisnis ada saja kendala yang dihadapi. Sebagai contohnya, pabrik-pabrik yang menjadi pelanggannya terkadang menunda pengambilan bahan di penampungan Samilah. Mereka beralasan bahwa gudang pabrik mereka sedang overload.

“Paling cepat pabrik itu ngambil dua bulan sekali. Pernah sampai puluhan ton rumput laut numpuk di sini, ngendap 6 bulan. Tapi ya gimana, saya tetap harus beli dari pemetik tapi pabrik tidak ambil-ambil. Kalau ada yang tanya kenapa masih mau nampung ya saya jawab ‘nanti juga laku’ gitu,” ujar Samilah.

Menurut dia, meski sering ada kendala namun usaha yang ia geluti selama bertahun-tahun ini sebenarnya menjanjikan baik untuk dirinya maupun warga sekitar. Sehingga apapun yang dihadapi ia tetap berusaha menampung hasil petikan dari warga tersebut.

Seperti yang diajarkan oleh orang tuanya bahwa menjadi manusia harus dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Selain menjadi pengepul rumput laut, Samilah juga memberdayakan beberapa lansia yang ada di sekitar rumahnya untuk ikut membantu membuat agar-agar kertas dari rumput laut gracilaria.

“Saya juga ada produksi rumahan (agar-agar) bareng lansia di sekitar rumah. Hasil produksi kami ini biasanya dipasarkan ke pelaku wisata dan toko oleh-oleh yang ada di Jogja,” sambungnya.

"Setidaknya saya bisa bermanfaat untuk orang lain. Mereka dapat penghasilan dari memetik rumput laut atau ikut produksi itu. Setiap hari dapur mereka harus tetep ngepul. Apalagi pas musim kemarau disini susah dapet air bersih. Jadi harus beli air tangki yang harganya mahal. Saya bantu sebisa saya", tutup dia.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Gubernur Kaltara akan Bentuk Perusda untuk Kelola Rumput Laut, Tambah PAD dan Jadi Komoditas Ekspor
  Selasa, 13 Apr 2021-https://kaltim.tribunnews.com/ - Terbaca 24 x
Rumput Laut Berpotensi sebagai Energi Terbarukan
  Senin, 05 Apr 2021-https://m.sariagri.id/ - Terbaca 40 x
Bupati Suwirta Harapkan Pemerintah Kanada Bisa Bantu Ekspor Rumput Laut Nusa Penida Klungkung
  Senin, 29 Mar 2021-https://bali.tribunnews.com/ - Terbaca 48 x
Ekspor Rumput Laut Kering dari Batam Melonjak Drastis
  Senin, 15 Mar 2021-https://amp.wartaekonomi.co.id/ - Terbaca 101 x
Miris! RI Eksportir Rumput Laut Terbesar Dunia tapi Bahan Baku Kosmetik Masih Impor
  Senin, 08 Mar 2021-https://economy.okezone.com/ - Terbaca 89 x
Kampung Rumput Laut di Tanimbar Berpotensi Hasilkan Produksi Rp230,4 Miliar
  Senin, 01 Mar 2021-https://www.lelemuku.com/ - Terbaca 121 x
Rumput Laut dari Batam Jangkau Pasar Dunia
  Senin, 22 Feb 2021-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 83 x
Sentra Budidaya Rumput Laut Dongkrak Ekonomi Indonesia Timur
  Senin, 15 Feb 2021-https://m.antaranews.com/ - Terbaca 138 x
Di Tengah Pandemi Covid Ekspor Rumput Laut Indonesia Tembus Rp 3 Triliun!
  Senin, 08 Feb 2021-https://www.minews.id/ - Terbaca 110 x
Bali Berupaya Bangkitkan Komoditas Rumput Laut
  Senin, 01 Feb 2021-https://bali.tribunnews.com/ - Terbaca 128 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 517,119  Kali
Jumlah Anggota 10,302 Org
Buku Tamu / Promosi 812  lihat
Konsultasi Online 2761  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin