Untitled Document
  Minggu , 25 Juli 2021 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Rumput Laut Berpotensi sebagai Energi Terbarukan
 
Senin, 05 Apr 2021 - Sumber: https://m.sariagri.id/ - Terbaca 185 x - Baca: Jul 22 2021    
 
Dari tahun ke tahun, kebutuhan energi selalu terus bertambah. Akan tetapi, pertambahan kebutuhan energi itu tidak diiringi dengan ketersediaan sumber bahan bakar.

Sejak tahun 90-an, produksi bahan bakar konvensional semakin menurun sehingga memerlukan upaya pencarian sumber bahan untuk energi yang bersifat terbarukan atau renewable.

Salah satu sumber bahan baku alternatif yang dikenal yakni etanol. Etanol tersebut biasa diproduksi dari sumber bahan pangan seperti jagung. Walaupun proses produksi bioetanol dari sumber bahan pangan lebih sederhana, tetapi ketersediaannya tidak akan mencukupi untuk produksi bahan bakar alternatif.

Dosen IPB University dari Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Prof Uju, mengatakan bahwa rumput laut hijau beserta limbahnya berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber bahan produksi bioetanol.

?Dibandingkan dengan sumber bahan dari tanaman darat, proses produksinya lebih murah karena input energi pada proses pre-treatment lebih rendah,? ujar Uju, seperti dilansir dari IPB University.

Lebih lanjut, Uju menjelaskan bahwa walaupun prosesnya lebih rumit, tetapi tantangan tersebut dapat diakali dengan penggunaan ionic liquid sebagai penghidrolisis selulosa. Bahkan, menurutnya, efisiensi konversinya melebihi produksi bioetanol berbasis gula sederhana.

Uju telah melakukan uji coba penggunaan ionic liquid pada tahun 2009 sebagai teknologi baru pada proses pre-treatment. Proses pre-treatment merupakan hal sangat penting karena berguna untuk mendestruksikan lignin dan proses hidrolisis selulosa pada tanaman darat maupun laut.

Keuntungan menggunakan ionic liquid yakni memiliki energi input yang kecil dan ramah lingkungan bila dibandingkan dengan penggunaan asam dan basa.

?Selain itu proses ini terbilang ramah lingkungan karena bisa di-recycle beberapa kali dibandingkan dengan asam atau basa sehingga dikenal sebagai green solvent,? terang Uju.

Uju juga menjelaskan bahwa produktivitas rumput laut dapat mencapai 30 ton per hektar dalam sekali panen. Hal tersebut dikarenakan efisiensi fotosintesisnya yang tinggi sehingga potensial sebagai basis produksi bioetanol.

?Secara konten, pemanfaatan rumput laut sebagai sumber bahan bioetanol sangat menjanjikan dan dapat bersaing dengan tanaman berbasis pangan maupun ligniselulose,? yakin Uju.

Karakteristik rumput laut mirip dengan selulosa dan keunggulannya memiliki kristal yang rendah sehingga konversi selulosanya lebih tinggi karena lebih mudah dihidrolisis. Selain itu, dari segi biaya juga cukup bersaing yakni sekitar 0.41 dolar per liter.

Tantangan dalam memproduksi rumput laut adalah banyaknya kandungan agar dan karagenan sehingga harus memakai basis selulosa yang terdapat pada hasil limbahnya. Pemanfaatan limbah tersebut dapat meningkatkan daya saing rumput laut sebagai produk yang bernilai tambah. Adapun pengaplikasiannya harus berdasarkan proses produksi yang terintegrasi.

Berdasarkan hasil penelitian menggunakan limbah karagenan, diketahui bahwa konversi gula yang dihasilkan dapat mencapai 77 persen. Apabila hasil ini diakselerasi dengan ionic liquid dalam proses pre-treatment, dapat berpotensi mencapai keefisienan konversi hingga 95 persen.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Produksi Rumput Laut Bisa Bantu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
  Selasa, 20 Jul 2021-https://m.antaranews.com/ - Terbaca 40 x
Produksi Rumput Laut Sulsel Capai 935,8 Ton di Kuartal I-2021
  Senin, 05 Jul 2021-https://m.medcom.id/ - Terbaca 48 x
Indonesia Berpotensi Kuasai Pasar Rumput Laut Dunia
  Senin, 21 Jun 2021-https://amp.wartaekonomi.co.id/ - Terbaca 71 x
Ekonomi Bali Masuk Ceruk Terdalam, ARLI Tawarkan Solusi Ini
  Rabu, 16 Jun 2021-https://m.rri.co.id/ - Terbaca 62 x
Arli: Bali Bisa Kembangkan Kembali Rumput Laut
  Selasa, 15 Jun 2021-https://www.beritasatu.com/ - Terbaca 58 x
Menko PMK Sebut Harga Rumput Laut Rp15 Ribu Perkilo Sangat Rendah
  Senin, 14 Jun 2021-https://rakyatsulsel.co/ - Terbaca 80 x
Pemkab Butur Terus Genjot Pengembangan Budidaya Rumput Laut
  Senin, 31 May 2021-https://rakyatsultra.com/ - Terbaca 124 x
Pandemi di Bali, Pekerja Swasta Beralih jadi Petani Rumput Laut
  Senin, 24 May 2021-https://www.nusabali.com/ - Terbaca 113 x
Indonesia akan Menjelma Jadi Produsen Raksasa Rumput Laut
  Senin, 17 May 2021-https://www.wartaekonomi.co.id/ - Terbaca 158 x
Belajar dari Ahli Dunia Tak Seperti Belajar di Laboratorium
  Senin, 10 May 2021-www.jasuda.net - Terbaca 109 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas, Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 528,624  Kali
Jumlah Anggota 10,321 Org
Buku Tamu / Promosi 813  lihat
Konsultasi Online 2762  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin (MWN)