Untitled Document
  Jumat , 30 Oktober 2020 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Dosen IPB Ciptakan Garam Sehat Banyak Manfaat dari Rumput Laut
 
Senin, 14 Sep 2020 - Sumber: https://medan.tribunnews.com/ - Terbaca 17 x - Baca: Sep 21 2020    
 
Salah satu bumbu makanan yang penting ialah garam. Selain bahan ini diperlukan tubuh, tetapi mengonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Untuk itulah diperlukan inovasi produk garam yang sehat. Tapi, dari bahan apa agar menghasilkan garam sehat dan tidak membahayakan kesehatan?

Dosen IPB University dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Prof. Nurjanah berinovasi.

Ternyata, Prof. Nurjanah menciptakan inovasi produk garam yang berasal dari bahan rumput laut. Alasannya, Indonesia kaya akan rumput laut.

Ide rumput laut

Menurutnya, ide ini berawal dari adanya masalah tentang hipertensi sebagai penyakit yang paling banyak diderita oleh pasien dari berbagai kalangan masyarakat. Konsumsi garam berlebih dipandang sebagai faktor utama munculnya hipertensi.

Peningkatan kasus hipertensi disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya akibat dari bergesernya gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang lebih memilih makanan cepat saji.

Makanan cepat saji itu tinggi kadar lemak jenuh, garam, gula, dan rendah serat makanan serta mengandung bahan tambahan pangan berupa pengawet, pewarna, pemanis, perisa, pengental, perenyah, penyedap dan lain-lain.

Dikatakan, rumput laut ini sudah banyak diteliti dan dikembangkan sebagai penghasil polisakarida yang dimanfaatkan dalam berbagai industri baik pangan maupun non pangan.

Peran utama dari polisakarida tersebut adalah sebagai pengemulsi, penstabil, pengental dan pembentuk gel. Contoh polisakarida yang berasal dari rumput yakni karagenan, agar, alginat, furcelaran dan laminaran.

"Potensi garam umum maupun rumput laut Indonesia sangat luar biasa besar, karena wilayah Indonesia 70 persen terdiri dari laut. Ada 555 jenis rumput laut (makroalga) dan yang sudah dimanfaatkan tidak lebih 10 spesies," ujar Prof. Nurjanah seperti dikutip dari laman IPB, Jumat (11/9/2020).

Kelebihan bahan rumput laut

Adapun manfaat rumput laut ini bisa untuk mengatasi masalah kesehatan, yakni:
1. Hipertensi
2. Stunting
3. Penyakit degeneratif
4. Obesitas
5. Meningkatkan imunitas tubuh

Tidak kalah penting ialah terciptanya lapangan pekerjaan dari Sabang sampai Merauke yang memiliki pantai dengan berbagai jenis rumput laut yang belum dimanfaatkan sampai saat ini.

"Terciptanya inovasi garam rumput laut ini karena adanya trend konsumen Indonesia yang beralih memilih healthy lifestyle kian meningkat sehingga menjadikan garam rumput laut ini alternatif untuk mengurangi konsumsi mineral Na," katanya.

Tentu bagi pasien hipertensi dengan memanfaatkan mineral lain yang terdapat dalam rumput laut yaitu Mg, Zn, Se, Fe, dan Cu yang dibutuhkan tubuh sebagai prekursor untuk antioksidan endogen (SOD, katalase, dan glutation) termasuk K dan lain sebagainya.

"Selain itu, garam rumput laut kaya akan senyawa aktif yang sudah diteliti memiliki sifat antioksidan," jelasnya.

Tak hanya itu saja, garam rumput laut ini termasuk kategori garam diet sehingga berbeda dengan garam konsumsi, dari segi manfaat dan kandungan.

Selain itu juga dapat digunakan sebagai pangan fungsional, karena komposisinya. Beda garam diet ini terutama pada kadar NaCl yang rendah yaitu kurang dari 60 persen dan dengan rasio Na:K mendekati atau 0,3-1.

Hanya saja, harga dari garam rumput laut agak lebih mahal dibandingkan garam rendah natrium lainnya. Ini karena garam rumput laut diproduksi dengan skala laboratorium.

Lebih lanjut Prof. Nurjanah mengatakan, inovasi garam rumput laut ini masih dalam tahap pengembangan untuk pengujian biologis secara in vivo sehingga pemasaran secara skala besar belum dilakukan.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Tim Peneliti UHO Promosikan Produk Kopi Rumput Laut “Kolinsusu”
  Senin, 26 Oct 2020-https://oborsultra.com/ - Terbaca 0 x
Inovasi Alat Pengusir Hama Rumput Laut
  Senin, 19 Oct 2020-https://www.ristekbrin.go.id/ - Terbaca 0 x
Menengok Wisata Budidaya Rumput Laut di Kota Saumlaki
  Senin, 12 Oct 2020-https://travel.okezone.com/ - Terbaca 0 x
Ide Seniman Tekstil Ciptakan Adibusana dari Rumput Laut
  Selasa, 06 Oct 2020-https://www.greeners.co/ - Terbaca 0 x
Rumput Laut untuk Pakan Ternak Masa Depan
  Senin, 28 Sep 2020-https://m.sariagri.id/ - Terbaca 24 x
Di Tangan Mahasiswa Unair, Rumput Laut Disulap Jadi Bata Ringan
  Senin, 21 Sep 2020-https://siedoo.com/ - Terbaca 13 x
Dosen IPB Ciptakan Garam Sehat Banyak Manfaat dari Rumput Laut
  Senin, 14 Sep 2020-https://medan.tribunnews.com/ - Terbaca 17 x
Mi Rumput Laut, Diversifikasi Produk Berpotensi Mendulang Rupiah
  Senin, 07 Sep 2020-https://bulelengkab.go.id/ - Terbaca 24 x
Peneliti UI Temukan Garam Rumput Laut yang Bisa Turunkan Hipertensi!
  Senin, 31 Aug 2020-https://www.suara.com/ - Terbaca 13 x
Biar Tetap Renyah dan Tak Bau Amis, Ini 5 Tips Memasak Rumput Laut yang Tepat
  Senin, 24 Aug 2020-https://m.kumparan.com/ - Terbaca 13 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 503,071  Kali
Jumlah Anggota 10,357 Org
Buku Tamu / Promosi 806  lihat
Konsultasi Online 2758  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin