Untitled Document
  Minggu , 26 September 2021 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Potensi Senyawa Ekstrak Rumput Laut sebagai Bahan Antioksidan Alami Dari Lautan
 
Senin, 05 Jul 2021 - Sumber: http://news.unair.ac.id/ - Terbaca 116 x - Baca: Sep 24 2021    
 
Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia. Dengan garis pantai sepanjang 95.181 kilometer, secara otomatis kondisi geografis ini merupakan modal dari alam yang sangat menjanjikan untuk berbudidaya.

Budidaya di daerah pantai yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan yaitu budidaya rumput laut. Rumput laut sejak tahun 2000an telah menarik perhatian sehingga telah ditetapkan sebagai salah satu dari komoditas ekonomis penting oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Tercatat sebanyak kurang lebih 555 jenis rumput laut dan tiga diantaranya sudah dibudidayakan secara intensif. Rumput laut yang biasa dibudidayakan di Indonesia ada 3 jenis yaitu Kappaphycus alvarezii, Gracillaria sp., dan Euchema spinosum, sedangkan jenis rumput lainnya yang juga telah banyak dikonsumsi seperti Sargassum sp. masih didapat langsung dari alam.

Proses budidaya ini telah menyumbang bahan mentah rumput laut dalam jumlah besar. Rumput laut jenis K. alvarezii dan E. spinosum banyak dibudidayakan karenaharga jual lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya.

Dikarenakan harga yang menjanjikan, para petani berlomba lomba untuk memproduksi K. alvarezii dan E. spinosum sehingga menyebabkan produksi sumber bahan mentah di Indonenesia menjadi salah satu produsen terbesar rumput laut dunia. Berbeda dengan kedua spesies di atas, jenis Sargassum sp. dapat diperoleh melimpah dari alam sehingga nilai ekonomis tidak terlalu tinggi.

K. alvarezii dan E. spinosum mempunyai nilai ekonomis penting karena merupakan penghasil karaginan sedangkan Sargassum sp. juga sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan merupakan penghasil alginat. Karaginan dan alginat dapat digunakan sebagai bahan baku untuk farmasi, kosmetik, terlebih lagi industri makanan.

Disisi lain, rumput laut juga merupakan sumber bahan alami bioaktif. Bahan bioktif tersebut yaitu polisakarida sulfat, protein, pigmen karotenoid, polyunsaturated fatty acids (PUFA), mineral essensial, vitamin dan bahan metabolisme lainnya. Bahan bioaktif dari rumput laut tersebut merupakan bahan yang dapat berfungsi sebagai bahan antioksidan.

Berdasarkan potensi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian bagaimana potensi bahan aktif yang dapat diekstrak dari rumput laut khususnya dari ketiga jenis di atas. Potensi bahan antioksidan dapat diketahui melalui uji hambatan terhadap radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) oleh tiga jenis rumput laut yang diekstrak menggunakan pelarut organik yang berbeda.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa ekstrak rumput laut yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Antioksidan tertinggi dimiliki Sargassum sp. (etil asetat), kemudian diikuti K. alvarezii (etil asetat), Kappaphycus alvarezii (etanol), E. Spinosum (etil asetat), E. Spinosum (etanol) dan Sargassum sp. (etanol).

Penambahan bahan ekstrak tersebut menyebabkan proses pemucatan terhadap senyawa Radikal Bebas DPPH sebagai mekanisme hambatan radikal bebas. Bahan aktif yang dimiliki rumput laut memiliki mekanisme peredaman terhadap senyawa radikal bebas DPPH. Bahan aktif dari rumput laut dapat memberikan atom hydrogen terhadap senyawa DPPH.

Hipotesa kami, penambahan atom hydrogen menyebabkan DPPH menjadi stabil sehingga menunjukkan pemucatan warna dari warna ungu menjadi kuning. Sampel bioaktif dari rumput laut tersebut diatas dapat diduga memiliki bahan antioksidan karena dapat memberikan pemucatan pada warna DPPH akibat proses pemberian donor atom hidrogen terhadap pereaksi Radikal Bebas DPPH.

Sampel tersebut memberikan hambatan terhadap radikal bebas dengan derajat hambatan yang berbeda dibandingkan dengan BHT. BHT merupakan salah satu standard baku yang digunakan sebagai antioksidan sintetis. BHT merupakan bahan antioksidan sintetik yang banyak digunakan dalam bahan suplemen pada makanan.

Namun penggunaan BHT telah banyak dilarang diberbagai negara karena BHT diketahui dapat bersifat karsinogenik. Dari hasil penelitian kami, antioksidan dari extrak rumput laut menunjukkan aktifitas antioksidan yang sama dengan BHT sehingga kami berpendapat penggunaan antioksidan alami lebih baik digunakan dibandingkan penggunaan antioksidan sintetik. Bahan ekstrak rumput laut diatas dapat digunakan sebagai bahan antioksidan alternatif pengganti BHT yang relatif lebih aman untuk dikonsumsi.

Bahan ekstrak yang digunakan sebagai antioksidan merupakan bahan ekstrak kasar. Ekstrak kasar diperoleh dari proses ekstraksi dengan pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya. Selama proses ekstraksi warna pelarut berubah warna seperti menjadi hijau muda atau hijau tua.

Dalam penelitian kami, warna hijau pada K. alvarezii dan Sargassum sp. lebih pekat dibandingankan E. spinosum. Warna hijau menunjukkan adanya zat terlarut yaitu diduga klorofil dan pigmen fotosintesis lainnya yang bersifat antioksidan serta bahan metabolit sekunder yang larut dalam pelarut polar.

Dari hasil temuan yang kami dapat, kami menyimpulkan bahwa ketiga spesies rumput laut selain dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan aktif yang memiliki potensi antioksidan yang tinggi. Penelitian lebih lanjut yaitu bagaimana mengemas dan mengolah bahan aktif dalam bentuk produk yang siap konsumi merupakan tantangan bagi peneliti, namun memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena sangat bermanfaat bagi dunia Kesehatan dan industry makanan.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Cara Praktis Memanen Rumput Laut yang Memenuhi Standar Kualitas
  Selasa, 21 Sep 2021-https://www.djpb.kkp.go.id/ - Terbaca 14 x
Cegah Radikal Bebas, KKP Ajak Masyarakat Konsumsi Rumput Laut
  Senin, 06 Sep 2021-https://m.liputan6.com/ - Terbaca 39 x
Di Tangan Mahasiswa Unair, Rumput Laut Disulap Jadi Bata Ringan
  Senin, 30 Aug 2021-https://siedoo.com/ - Terbaca 60 x
Manfaatkan Limbah Perikanan, KKP Ciptakan Pupuk Hayati Berbasis Rumput Laut
  Senin, 23 Aug 2021-https://karawangpost.pikiran-rakyat.com/ - Terbaca 54 x
Memberdayakan Petani Rumput Laut sambil Tangani Masalah Sampah Plastik
  Senin, 16 Aug 2021-https://m.liputan6.com/ - Terbaca 76 x
Resep Herbal Ala dr Zaidul Akbar bagi Penderita Asam Urat dengan Rumput Laut
  Senin, 02 Aug 2021-mantrasukabumi.com - Terbaca 120 x
Bioplastik dari Rumput Laut, Solusi Membuat Laut Sehat
  Selasa, 20 Jul 2021-https://amp.kontan.co.id/ - Terbaca 111 x
Potensi Senyawa Ekstrak Rumput Laut sebagai Bahan Antioksidan Alami Dari Lautan
  Senin, 05 Jul 2021-http://news.unair.ac.id/ - Terbaca 116 x
Warga Dilatih Pembuatan Biskuit Dari Rumput Laut di Aceh Barat
  Senin, 21 Jun 2021-https://aceh.tribunnews.com/ - Terbaca 133 x
Temuan Mahasiswa ITB, Rumput Laut Sebagai Bahan Penyusun Baterei Organik
  Senin, 14 Jun 2021-https://darilaut.id/ - Terbaca 137 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas, Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 535,559  Kali
Jumlah Anggota 10,333 Org
Buku Tamu / Promosi 813  lihat
Konsultasi Online 2762  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin (MWN)