Untitled Document
  Rabu , 20 Januari 2021 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Rumput Laut untuk Pakan Ternak Masa Depan
 
Senin, 28 Sep 2020 - Sumber: https://m.sariagri.id/ - Terbaca 27 x - Baca: Jan 14 2021    
 
Lebih dari 800 juta orang saat ini mengalami kerawanan pangan. Angka itu akan terus bertambah seiring dengan peningkatan populasi dunia yang semakin membebani rantai makanan.

Selain itu, sekitar 1,3 miliar orang, mata pencahariannya bergantung pada hewan ternak seperti sapi dan domba. Akibatnya ada kebutuhan yang signifikan untuk meningkatkan produktivitas dalam produksi ternak guna membantu orang keluar dari kemiskinan ekonomi dan pangan.

Jika produksi ternak dapat dibantu untuk tumbuh lebih besar dan lebih cepat, maka sebagian besar masalah pangan dan ekonomi dapat diatasi. Sayangnya ternak juga membawa masalah gas yang mengganggu lingkungan.

Gas Metana Ternak

Metana dari sendawa dan kentut ternak adalah gas rumah kaca yang 28 kali lebih kuat daripada karbon dioksida. Lebih dari 20 persen dari total emisi gas rumah kaca dunia berasal dari produksi peternakan, dan di Australia kontribusi emisi metana dari ternak ruminansia mendekati 10 persen dari total emisi rumah kaca.

Ancaman ganda dari pertumbuhan populasi dan peningkatan emisi gas rumah kaca ini berisiko membuat masyarakat tidak stabil dan membutuhkan solusi segera yang dapat dilaksanakan dengan cepat dan murah.

Ilmuwan dari Australia telah mengembangkan aditif pakan rumput laut yang hemat biaya yang disebut FutureFeed. Pakan ini menggunakan berbagai rumput laut Australia yang secara signifikan mengurangi emisi metana dan berpotensi meningkatkan produktivitas ternak.

Pakan berbahan spesies rumput laut Asparagopsis menghasilkan senyawa bioaktif yang disebut bromoform, yang dapat mencegah pembentukan metana dengan cara menghambat enzim tertentu di usus selama proses pencernaan pakan. FutureFeed telah terbukti mengurangi produksi metana enterik hingga lebih dari 80 persen.

Rumput laut Asparagopsis taxiformis atau lebih dikenal dengan nama Asparagopsis, memiliki warna merah jambu dan struktur seperti bulu, yang berasal dari Australia Selatan, Tasmania, dan Pulau Selatan Selandia Baru. Faktanya, rumput laut sudah dibudidayakan di lepas pantai Pulau Stewart di Selandia Baru oleh perusahaan kiwi.

Lebih Murah, Lebih Hijau, Lebih Baik

Konversi metabolisme metana mewakili hingga 15 persen dari energi pakan dan biaya pakan, dan merupakan hilangnya potensi ekonomi. Akibatnya, meskipun belum dihitung dengan rinci, pengurangan emisi metana memiliki potensi keuntungan ekonomi bagi produsen dan manfaat metabolisme untuk hewan, melalui peningkatan konversi energi yang hilang sebagai emisi metana.

Jika hanya 10 persen dari produsen ruminansia global mengadopsi rumput laut sebagai aditif untuk pakan ternak mereka, itu akan memiliki dampak besar pada lingkungan, yang sama seperti menghilangkan 50 juta mobil dari jalan-jalan dunia.

Selain itu, aditif rumput laut berpotensi meningkatkan produktivitas ternak untuk memberi makan 23 juta orang tambahan baru.

Rumput laut sebagai bahan pakan ternak sebenarnya bukanlah hal baru. Mengutip ClimateAdaptationPlatform, pada 2005, seorang petani Kanada menemukan bahwa ternaknya mengkonsumsi rumput laut menghasilkan produksi susu lebih banyak sapi-sapi lain yang tidak diberi pakan rumput laut.

Tidak hanya menghasilkan lebih banyak susu, ketika dia menguji emisi metana mereka, sapi pemakan rumput laut menghasilkan metana 20 persen lebih sedikit daripada yang diberi makan rumput.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Abon Rumput Laut (Bon Nori)
  Senin, 18 Jan 2021-https://cookpad.com/ - Terbaca 2 x
Cara Membuat Miyeok Guk, Sup Rumput Laut ala Korea yang Lezat
  Senin, 11 Jan 2021-https://www.popmama.com/ - Terbaca 21 x
Begini Cara Membuat Nori Sushi dari Awal
  Senin, 28 Dec 2020-https://www.ang.co.id/ - Terbaca 19 x
Cegah Gagal Panen Rumput Laut, Mahasiswa Undip Ciptakan Alat Penghalau Penyu dan Baronang
  Senin, 21 Dec 2020-https://darilaut.id/ - Terbaca 11 x
Tepung Rumput Laut Bisa Jadi Alternatif Pengenyal Bakso Daging Sapi
  Senin, 14 Dec 2020-https://m.sariagri.id/ - Terbaca 17 x
Ilmuwan Uji Coba Rumput Laut Jadi Obat Virus Corona
  Senin, 07 Dec 2020-https://m.bisnis.com/ - Terbaca 11 x
Resep JSR Asam Urat
  Senin, 30 Nov 2020-https://cookpad.com/ - Terbaca 16 x
Kreasi Makanan dari Rumput Laut Panggang
  Senin, 23 Nov 2020-https://www.ang.co.id/articles/ - Terbaca 9 x
Inovasi Botol Plastik Biodegradable Dari Rumput Laut Dalam Mengurangi Penggunaan Plastik
  Senin, 16 Nov 2020-https://hariansoloraya.com/ - Terbaca 10 x
Es Bongko Rumput Laut
  Senin, 09 Nov 2020-https://cookpad.com/ - Terbaca 6 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 509,473  Kali
Jumlah Anggota 10,268 Org
Buku Tamu / Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2759  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin