Untitled Document
  Minggu , 13 Juni 2021 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Litbang
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
LITBANG RUMPUT LAUT
 
Top! Anak Muda Bikin Baterai dari Rumput Laut, Wakili RI di Tingkat Dunia
 
Senin, 31 May 2021 - Sumber: https://finance.detik.com/ - Terbaca 30 x - Baca: Jun 12 2021    
 
Dua anak muda Indonesia dari Tim Carragenergy, Yumna Dzakiyyah dan Richi Fane berhasil terpilih menjadi pemenang kompetisi tahunan Schneider Electric Go Green 2021 tingkat Asia Pasifik.

Carragenergy ini adalah tim yang memenangkan Indonesia Schneider Go Green yang mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Asia Pasifik. Ada 8 negara yang mengirimkan perwakilan dan disaring menjadi 4 tim terbaik. Lalu dimenangkan oleh Tim Carragenergy dari Indonesia.

Nantinya Tim Carragenergy ini akan berkompetisi tingkat global pada 15 Juni mendatang. Yumna dan Richi akan bersaing dengan 8 perwakilan tim dari seluruh dunia. Kedua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memiliki gagasan untuk membuat baterai organik dengan memanfaatkan ekstrak tumbuhan alga merah.

Co-Founder - Business Strategist & Analyst Carragenergy Richi Fane menjelaskan jika sekarang penanganan limbah baterai di Indonesia masih tergolong buruk. Hal ini berdampak besar pada kerusakan lingkungan dan memicu gangguan kesehatan untuk masyarakat di sekitar lokasi limbah tersebut.

Pria yang hobi bernyanyi ini menyebut, jika baterai merupakan bagian kehidupan masyarakat. Karena itu dia bersama Yumna Dzakiyyah memanfaatkan ekstrak rumput laut merah untuk bahan dasar baterai organik ini.

Selain itu, keduanya juga sempat bertemu dengan petani rumput laut bernama Dahlan di Pulau Tidung. Dahlan sering kali kelebihan hasil panen kemudian sisanya dibuang begitu saja.

"Di sini kami melihat, rumput laut bisa jadi salah satu bahan baterai, karena pertumbuhannya juga cepat bisa dalam waktu 8-10 minggu bisa panen. Dari segi ekonomi, pengolahan ini bisa meningkatkan nilai tambah rumput laut bagi petani," kata mahasiswa jurusan Teknik Industri angkatan 2019 ini saat berbincang dengan detikcom.

Richi menjelaskan tujuan Tim Carragenergy ini juga sejalan dengan visi misi access to energy. Karena itu energi yang diberikan harus aman dan berkelanjutan. Untuk membuat satu baterai ini, dia membutuhkan 40 gram ekstrak rumput laun dan ia dia membutuhkan biaya sekitar Rp 6.000 sampai Rp 7.000.

Memang, baterai yang mereka buat adalah baterai yang bisa diisi ulang. "Setelah kami riset dengan baterai isi ulang lain, ini lebih murah. Secara kasar dari hasil prototype ada di sekitar Rp 6.000 sampai Rp 7.000. Pasti akan berubah ke depannya," ujar dia.

"Keunggulannya adalah baterai menjadi eco friendly dan non toxic karena kita tidak menggunakan bahan berbahaya. Sehingga tidak perlu additional handling care yang besar. Baterai juga sudah menggunakan solid state untuk menghindari kebocoran bateraiyang umumnya menggunakan gel dan juga untuk menghindari ledakan," tambah perempuan yang hobi olahraga ini.

Mahasiswa jurusan Teknik Elektro angkatan 2019 ini menjelaskan untuk proses penelitian keduanya dibantu oleh dosen dari ITB dan mentor yang membimbing mereka. "Selama prosesnya banyak bantuan dari ibu Paula Santirudaty dari awal proses sampai jadi prototype, dari dosen saya bapak Merfin Hutabarat dan selama perlombaan dibantu oleh tim Schneider Indonesia seperti Ibu Devina, pak Yuli dan pak Tedi," jelas dia.

Ke depan Yumna dan Richi akan melakukan uji lab produk. Karena selama ini mereka masih menggunakan baterai dengan uji rumahan hal ini demi meningkatkan kapasitas performa elektrolit dan elektrodanya.

Kemudian sesuai dengan roadmap yang dibuat, mereka ingin meningkatkan ukuran baterai sekarang masih AA dan mereka ingin berinovasi dengan ukuran lain. "Kita juga akan inovasi produk untuk scalability di luar baterai kecil dan ada ide untuk membuat USB recharge baterai.

Baterai organik ini tak hanya akan berdampak terhadap lingkungan masyarakat, tapi juga bisa berkontribusi terhadap perekonomian negara, sebagai salah satu produsen alga merah terbesar dengan kontribusi 40% dari total produksi di dunia.

Schneider Electric memang menggelar kompetisi Indonesia Schneider Go Green tahun ini. Perusahaan tersebut menggandeng Aveva untuk memperluas kesempatan generasi muda untuk berkompetisi menampilkan Bold Ideas.

Kompetisi ini mengharapkan anak-anak muda bisa menyalurkan ide-ide cemerlang di bidang pengelolaan energi dan otomasi yang bisa berdampak pada lingkungan dan masyarakat.

Duet Schneider Go Green dan Aveva ini melengkapi kategori kompetisi yaitu De[coding] the Future yang fokus pada pendekatan masa depan desain, engineering dan konstruksi aset dan infrastruktur; selain kategori Access to Energy, Homes of the Future, Plants of the Future, dan Grids of the Future.

Satu tim terdiri dari dua (2) orang peserta dimana sedikitnya salah satunya adalah perempuan; sedang mengambil studi S1 maupun S2 di bidang Business, Computer Sciences, Engineering, Math, Marketing and Innovation.
 
 
 
 
 
More Litbang
 
Top! Anak Muda Bikin Baterai dari Rumput Laut, Wakili RI di Tingkat Dunia
  Senin, 31 May 2021-https://finance.detik.com/ - Terbaca 30 x
Atasi Krisis Pangan Global, Ahli Sebut Larva dan Rumput Laut Bisa Jadi Sumber Makanan Sehat
  Senin, 24 May 2021-https://www.kompas.com/ - Terbaca 37 x
5 Manfaat Tepung Rumput Laut yang Jarang Diketahui
  Senin, 17 May 2021-https://m.brilio.net/ - Terbaca 63 x
Pecinta Sushi Perlu Tahu, Ini 5 Manfaat Mengonsumsi Rumput Laut
  Senin, 10 May 2021-https://www.google.com/ - Terbaca 68 x
Resep Es Leci Jagung Rumput Laut
  Senin, 26 Apr 2021-https://sajiansedap.grid.id/ - Terbaca 120 x
Ilmuwan: Rumput Laut Menyerap Lebih Banyak Karbon daripada Hutan
  Senin, 19 Apr 2021-https://indonesiainside.id/ - Terbaca 106 x
Resep Es Blewah Rumput Laut Segar, Tambah Sari Kelapa Lebih Nikmat
  Selasa, 13 Apr 2021-https://amp.kompas.com/ - Terbaca 121 x
Pizza Rumput Laut
  Senin, 05 Apr 2021-https://cookpad.com/ - Terbaca 123 x
Tanaman Tumbuh Pesat dengan Pupuk Rumput Laut
  Senin, 29 Mar 2021-https://news.kkp.go.id/ - Terbaca 144 x
Budidaya Rumput Laut Modern dengan Media Ramah Lingkungan
  Senin, 15 Mar 2021-https://www.kompasiana.com/ - Terbaca 281 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas, Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 524,362  Kali
Jumlah Anggota 10,310 Org
Buku Tamu / Promosi 813  lihat
Konsultasi Online 2762  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin (MWN)