Untitled Document
Kamis , 16 Juli 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Meneliti Efek Rumput Laut dan Pemanasan Global, Nilai Ekonomis Tinggi, Mampu Ubah CO2 Jadi O2
Senin, 15 Apr 2019 - Sumber: https://fajar.co.id/ - Terbaca 5598 x - Baca: 15 Jul 2026
 
SUHU bumi terus mengalami peningkatan. Semakin panas. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan kadar karbon dioksida (CO2) yang ada di atmosfer yang menimbulkan efek rumah kaca (green house gas/GHG).

Beberapa referensi menunjukkan pada tahun 2013 suhu rata-rata permukaan bumi 14,6 derajat celcius. Dan tahun 2030 suhu permukaan bumi diprediksi naik 2,1 derajat celcius. Bahkan pada 2050 suhu kembali naik tiga derajat celcius.

Data lain juga menyebutkan Amerika Serikat sebagai penyumbang emisi CO2 terbesar. Mencapai 21,9 persen dari total emisi CO2 dunia pada 2004. Hal itu diikuti Tiongkok (17,4 persen) dan India (4,1 persen). Adapun Indonesia hanya menyumbang emisi 1,2% dari total emisi CO2 dunia.

Mengapa? Hal itu tidak terlepas dari rumput laut. Siapa sangka tanaman kecil seperti itu bisa menghambat peningkatan suhu bumi. Nur Indah Sari Arbit membeberkan dalam disertasinya. Dalam penelitiannya, ia menemukan rumput laut dapat mengurangi dampak pemanasan global

Tanaman rumput laut mampu menyerap CO2 yang banyak terlarut di laut dan mengubahnya menjadi O2 (oksigen). Proses fotosintesis. Selain itu penyerapan CO2 terlarut dalam air laut bisa menstabilkan kadar asam air laut. Di mana jika kadar asam terlalu tinggi bisa mempengaruhi ekosistem lainnya di laut.

Peningkatan CO2 di atmosfer (termasuk dalam laut) paling banyak dikarenakan aktivitas manusia. Seperti pembakaran bahan bakar fosil dan industri modern. Jika tidak dikendalikan akan meningkatkan efek rumah kaca yang juga berimbas pada peningkatan suhu bumi.

“Penelitian skenario pemanasan global apabila terjadi sesuai simulasi penelitianku, maka titik kritis efek skenario pemanasan global terhadap rumput laut gracilaria changii terjadi pada 2100 dengan kadar CO2 1000 ppm (2018 kadar CO2 400 ppm),” kata Nur Indah Sari Arbit, Rabu 10 April.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Indah ini menceritakan dalam penelitiannya menggunakan spesies rumput laut jenis Gracillaria changii serapan CO2 cukup besar. Mampu menyerap 15 persen CO2 yang terlarut dalam air laut dalam skala laboratorium selama satu kali siklus hidup (45 hari).

Selain itu, tanaman rumput laut juga cukup mudah dibudidayakan dikarenakan tahan terhadap perubahan lingkungan dan memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi.

Rumput laut selain menyerap CO2 dan mengubah menjadi O2 (proses fotosintesis) juga ikut menyerap material lain seperti posfat, nitrat, logal berat, dan lain-lain. Senyawa itu ikut terbawa saat air tawar yang berasal dari darat masuk dalam laut.

“Rumput laut bisa dikatakan sebagai tanaman penyaring air laut dan penstabil laut. Sehingga sangat bagus untuk menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Perempuan kelahiran Pangkajene 30 tahun lalu ini juga menjelaskan bahwa pengembangan atau budidaya rumput laut seperti jenis gracillari changii sangat menguntungkan. Disamping dapat mengurangi pemanasan global, juga memiliki nilai ekonomis yang cukup baik. Tanaman ini merupakan bahan utama pembuatan agar.

Sehingga sangat dibutuhkan untuk pelbagai industri makanan, pakan ternak, obat-obatan hingga industri kecantikan. Dengan kondisi laut Indonesia yang sangat luas, komoditi rumput laut ini bisa menjadi komodit andalan yang cukup menjanjikan.

Tanaman ini juga tidak memiliki sifat yang patogen terhadap lingkungan jika tumbuh dalamn jumlah banyak (blooming). Pasalnya tanaman ini tidak menghasilkan senyawa bisa merusak lingkungan. Bahkan pada kondisi alami tanaman Gracillaria sp menjadi makanan untuk beberapa hewan laut.

“Kini sudah banyak hasil penelitian yang menyatakan komoditi laut sebagai salah satu tanaman yang memiliki kemampuan mengurangi pemanasan global, termasuk rumput di dalamnya. Bahkan tertuang di beberapa konferensi perubahan iklim dunia yang menyatakan komponen biotik (termasuk rumput) bisa menjadi solusi untuk mengatasi penamasan global,” kuncinya.
 
 
 
More Berita
 
1 . KKP Kucurkan Rp 9 Miliar untuk Budidaya Rumput Laut Karimunjawa
  Selasa, 14 Jul 2026-https://www.liputan6.com/ - Terbaca 28 x
2 . Tak Lagi Dijual Mentah, Rumput Laut Kendal Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi
  Rabu, 08 Jul 2026-https://jateng.jpnn.com/ - Terbaca 66 x
3 . CV Posko Jasuda Lakukan Penyortiran Ulva untuk Memenuhi Permintaan Mitra di Luar Sulawesi
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 58 x
4 . CV Posko Jasuda Wakili Beneficiary UNIDO GQSP Indonesia pada UN MSME Day 2026
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 52 x
5 . DKP Maluku Utara Salurkan 10 Ton Bibit Rumput Laut ke Taliabu, Produksi Diproyeksi Tembus Ribuan Ton
  Jumat, 03 Jul 2026-https://ternate.tribunnews.com/ - Terbaca 74 x
6 . Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang
  Rabu, 24 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 113 x
7 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 94 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . FIKP Unhas Edukasi Nelayan Bulukumba tentang Pengayaan Bibit Rumput Laut
  Selasa, 14 Jul 2026 - https://makassar.antaranews.com/ - Terbaca 24 x
2 . SWRO untuk Budidaya Rumput Laut: Solusi Air Bersih di Wilayah Pesisir
  Rabu, 08 Jul 2026 - https://www.supplierfilterair.com/ - Terbaca 57 x
3 . Metode Budidaya Rumput Laut yang Tepat Tingkatkan Produktivitas Kappaphycus alvarezii
  Jumat, 03 Jul 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 70 x
4 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 97 x
5 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 156 x
6 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 148 x
7 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 156 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,654,767 Kali
Member JaSuDa 10,774 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin