Untitled Document
Rabu , 15 Juli 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Tim UPN Yogyakarta Hasilkan Riset Pencegahan Pembusukan Buah dengan Penggunaan Rumput Laut & Madu
Senin, 14 Mar 2022 - Sumber: https://bali.tribunnews.com/ - Terbaca 6121 x - Baca: 15 Jul 2026
 
Makanan bisa diawetkan dengan bahan-bahan alami yang biasa dipakai banyak orang. Misalnya menggunakan garam, cuka, bawang putih, gula, lemon atau beberapa bahan alami lainnya. Penggunaan bahan alami untuk mengawetkan makanan tentu lebih sehat dan aman daripada pengawet makanan kimiawi.

Mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian (FP) UPN "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) yaitu Aurora Yupita Achmada, Rakha Surya Yudhistira, Aditya Ananta Putra, Muhammad Hilmy Raihan Azhari dan Fatihah berhasil menemukan inovasi pengawet makanan menggunakan bahan rumput laut dan madu yang diberi nama "Carrashine".

Inovasi dari para mahasiswa UPN Jogja ini berhasil mendapatkan hibah penelitian senilai Rp 20 juta dari ajang perlombaan Bisnis Plan Youth Agripreneur Camp Youth Agripreneur Camp yang diselenggarakan oleh Yayasan Penelitian Inovasi Bumi (INOBU).

Youth Agripreneur Camp adalah kegiatan yang bertujuan mengasah potensi generasi muda nasional yang siap ambil peran dalam membuat rancangan inovasi pengolahan hasil pertanian menjadi suatu produk, jasa, dan teknologi yang siap dipasarkan.

Ketua dari Tim Carrashine Aurora Yupita Achmada mengaku, dia dan tim bisa berproses di perlombaan ini.

Bahkan hal itu merupakan satu dari beberapa hal paling mengesankan selama kuliah.

"Bukan hanya prosesnya yang panjang dan melelahkan, lebih dari itu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) membuat kita terbentur, terbentur, dan terbentur.

Kemudian terbentuk pola pikir yang konstruktif dan ilmiah," ungkap Aurora seperti dikutip dari laman UPN "Veteran" Yogyakarta, Minggu (13/3/2022).

Ia menambahkan program kompetisi ini terdiri dari 4 rangkaian kegiatan, yakni pendaftaran, seleksi proposal, kelas daring, presentasi ide dan coaching session.

Pada seleksi awal tim Carrashine ini harus menghadapi 54 tim dalam tahapan pendaftaran.

1. Bisa kurangi laju pembusukan buah
Kemudian dalam 54 proposal diseleksi kembali menjadi 20 dalam Seleksi Proposal.

Tim yang beranggotakan 5 mahasiswa agribisnis ini berhasil lolos tahap 10 besar dalam Presentasi Ide.

Hingga pada akhirnya Tim Carrashine ini berhasil lolos ke tahap Coaching Session, yakni tahapan pendanaan senilai Rp 20 juta.

"Nama Carrashine sendiri diambil dari nama produk yang dihasilkan dalam perlombaan ini, yakni produk pelapis buah," ungkap Aurora.

Carrashine merupakan produk inovasi olahan rumput laut yang dibuat edible coating.

Menurut Aurora, edible coating merupakan pelapis makanan yang berguna untuk menahan kelembaban pada produk.

Zat ini akan mengurangi laju respirasi pada buah sehingga mengurangi laju pembusukan buah.

Edible coating ini dicampur dengan madu.

Rumput laut diolah dengan cara direndam, diekstraksi, kemudian dipanaskan dengan dibentuk edible coating.

"Edible coating ini kemudian divariasikan dengan madu sehingga berbentuk cairan solid. Cairan inilah yang dinamakan Carrashine," imbuh Aurora.

2. Cegah buah dari gejala pembusukan
Dia menambahkan, Carrashine bermanfaat sebagai pelapis buah buahan sehingga terhindar dari gejala pembusukan.

Sementara itu dosen pembimbing dari Tim Carrashien Agris Setiawan mengatakan, luaran dari program ini, kelompok pengusul akan menawarkan ide inovatif mereka kepada investor untuk dikembangkan menjadi produk dalam jangka panjang.

Menurutnya, Yayasan Penelitian Inobu adalah lembaga penelitian yang berfokus pada lingkungan dan pembangunan pedesaan yang berkelanjutan.

Tujuan dari kompetisi ini yaitu meningkatkan kebijakan publik dan memperkuat masyarakat sipil untuk mengelola sumber daya alam dan sistem produksi pertanian Indonesia secara berkelanjutan, di sepanjang siklus hidup produk.

"Kami bangga atas keberhasilan dari tim Carrashien yang telah mengharumkan nama almamater dan menemukan inovasi pengawet makanan dari bahan rumput laut dan madu," terang Agris Setiawan.

Dia berharap inovasi ini dapat digunakan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia.

Dia juga mendorong para mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta lainnya terpacu mengikuti ajang lomba, baik lomba skala daerah maupun nasional.
 
 
 
More Berita
 
1 . KKP Kucurkan Rp 9 Miliar untuk Budidaya Rumput Laut Karimunjawa
  Selasa, 14 Jul 2026-https://www.liputan6.com/ - Terbaca 23 x
2 . Tak Lagi Dijual Mentah, Rumput Laut Kendal Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi
  Rabu, 08 Jul 2026-https://jateng.jpnn.com/ - Terbaca 58 x
3 . CV Posko Jasuda Lakukan Penyortiran Ulva untuk Memenuhi Permintaan Mitra di Luar Sulawesi
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 50 x
4 . CV Posko Jasuda Wakili Beneficiary UNIDO GQSP Indonesia pada UN MSME Day 2026
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 47 x
5 . DKP Maluku Utara Salurkan 10 Ton Bibit Rumput Laut ke Taliabu, Produksi Diproyeksi Tembus Ribuan Ton
  Jumat, 03 Jul 2026-https://ternate.tribunnews.com/ - Terbaca 72 x
6 . Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang
  Rabu, 24 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 112 x
7 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 94 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . FIKP Unhas Edukasi Nelayan Bulukumba tentang Pengayaan Bibit Rumput Laut
  Selasa, 14 Jul 2026 - https://makassar.antaranews.com/ - Terbaca 19 x
2 . SWRO untuk Budidaya Rumput Laut: Solusi Air Bersih di Wilayah Pesisir
  Rabu, 08 Jul 2026 - https://www.supplierfilterair.com/ - Terbaca 48 x
3 . Metode Budidaya Rumput Laut yang Tepat Tingkatkan Produktivitas Kappaphycus alvarezii
  Jumat, 03 Jul 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 68 x
4 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 96 x
5 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 155 x
6 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 147 x
7 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 155 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,654,715 Kali
Member JaSuDa 10,774 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin