Untitled Document
Rabu , 10 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Rumput Laut Jadi Bahan Baku Kemasan Pengganti Plastik
Senin, 20 Nov 2017 - Sumber: http://poskotanews.com/ - Terbaca 5527 x - Baca: 09 Jun 2026
 
INDONESIA termasuk negara penghasil sampah plastik terbanyak di dunia, yang dikhawatirkan dapat mengganggu lingkungan.

Untuk mengatasi krisis sampah plastik ini, sebuah bisnis rintisan Tanah Air berusaha mengenalkan pengganti kemasan plastik yang larut saat diseduh, dapat terurai dengan mudah, bahkan aman untuk dimakan.

”Bahannya rumput laut. Kaya serat dan tidak perlu dipupuk,” ujar David Christian dari Evoware, seperti dilansir BBC.

Selesai digunakan, kemasan 100% dari rumput laut itu juga boleh daimakan atau limbahnya menjadi pupuk bagi lingkungan sekitar.

Jika proses yang dilalui kemasan plastik butuh waktu hingga ribuan tahun, revolusi kemasan yang digagas oleh David, seorang lulusan sekolah bisnis, bisa memangkas daur hidupnya menjadi dua tahun saja.

Mirip dengan plastik, kata David, kemasan dari rumput laut ini juga cukup fleksibel diubah menjadi bermacam kemasan serta mudah terurai saat diseduh air panas. ”Sudah memperoleh sertifikat halal, aman dimakan, dan diproduksi sesuai standar HACCP.”

Standar HACCP berdasarkan definisi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan pendekatan atau pedoman untuk kebersihan dan keamanan bahan pangan.

Walaupun baru diproduksi dengan skala rumah tangga, kemasan pengganti plastik yang brilian ini kini dilirik perusahaan besar seperti produsen mi instan, waralaba burger, dua perusahaan komestik besar asal Inggris, dan sebuah perusahaan kebutuhan rumah tangga internasional. Pencapaian langka buat produk dengan misi ramah lingkungan.

Pengamat bisnis lingkungan, Agus Sari, mengatakan bahwa produk yang menawarkan solusi terhadap problem sampah plastik semacam ini selalu segar.

”Saya sendiri termasuk yang sangat tertarik dan model seperti ini memang harus dilahirkan,” kata dia.

Sebab sampai saat ini, imbuh Agus, persoalan sampah plastik di tanah air sudah begitu merepotkan.

Jika pada akhirnya pemerintah akan keluar uang untuk menanggulangi masalah sampah yang luar biasa tersebut, ”kenapa tidak keluar uang untuk pencegahan, dan bukan penanggulangan?”

Untuk bisa bersaing di pasar, produk semacam ini menurutnya akan lekas gugur jika cuma menawarkan solusi.

”Buat pasar, solusi itu urusan secondary. Yang primer, seberapa murah?” ujar Agus.

”Hanya mengedepankan environmental awareness saja tidak akan cukup untuk jualan.”

Sebab, kata Agus, kalau harganya terlalu mahal untuk produksi massal maka produsen tetap akan membeli kemasan plastik, karena mereka tidak mau menambah biaya.

”Ini kan bukan produk yang tidak ada di pasar, tapi mengganti yang sudah ada di pasar.”

Dan, hadirnya Evoware dengan bungkus kemasan rumput laut sesungguhnya bisa berperan besar menjawab tantangan teknologi untuk beralih ke kemasan bukan plastik.

Tapi, kata Agus, lagi-lagi harganya harus ditekan supaya sebanding dan bisa digunakan sebagai pengganti dan pas untuk skala ekonomi.

”Supaya mereka bisa berperan lebih banyak, satu, harus ada insentif pajak supaya harga bisa bersaing. Kedua, perlu ada regulasi, sekalian saja larang plastik diedarkan.”

Selama ini, imbuh Agus, pemerintah masih belum serius menangani persoalan sampah plastik di tanah air. Padahal, masalah sampah kita sudah luar biasa.

Pemerintah Indonesia menargetkan akan kurangi sampah plastik di laut sampai 70% selama delapan tahun mendatang dan mengatakan telah membuat tahapannya.

Menurut peneliti dari Universitas Georgia Dr. Jenna Jambeck – yang dimuat dalam Jurnal Science (sciencema.org) 12 Februari 2015 – Indonesia membuang limbah plastik sebanyak 3,2 juta ton, dan berada di urutan kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut setelah Cina.

Sampah plastik yang mengalir ke laut itu kemudian dimakan oleh hewan laut, terutama penyu.
 
 
 
More Berita
 
1 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 31 x
2 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 42 x
3 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 73 x
4 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 100 x
5 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 82 x
6 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 82 x
7 . Pelatihan UMKM Pengolahan Produk Ulva Dorong Inovasi dan Peningkatan Nilai Tambah Rumput Laut
  Jumat, 08 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 108 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 37 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 58 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 89 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 150 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 183 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 213 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 228 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,647,884 Kali
Member JaSuDa 10,762 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin