Untitled Document
Rabu , 10 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Plastik dari Rumput Laut Buatan Indonesia
Senin, 27 Nov 2017 - Sumber: https://beritagar.id/ - Terbaca 5425 x - Baca: 06 Jun 2026
 
Rumput laut merupakan bahan yang umum dikonsumsi masyarakat modern perkotaan. Meski sedari dulu Indonesia memang negara pengonsumsi rumput laut, namun popularitasnya dalam industri makanan bertambah akhir-akhir ini, seiring menjamurnya rumah makan Jepang dan Korea.

Selain sebagai bahan makanan atau pencuci mulut, ternyata tumbuhan alam tersebut kini juga memiliki manfaat lain, yaitu sebagai pembungkus makanan. Bukan hanya seperti di gulungan sushi, pembungkus yang dimaksud kali ini adalah dalam bentuk seperti kemasan plastik.

Evoware merupakan sebuah jenama Tanah Air yang telah mendapat pengakuan internasional atas inovasi yang mereka ciptakan. Salah satunya adalah The Ellen MacArthur Foundation yang menjadikan Evoware salah satu pemenang kontes Circular Design Challenge dengan nilai hadiah 1 juta Dolar AS (Rp13,5 miliar).

Dengan visi kesadaran lingkungan serta misi untuk mengganti kemasan plastik untuk makanan, mereka menciptakan kemasan biodegradasi atau yang dapat ikut dikonsumsi, terbuat dari sari rumput laut.

"Kami ingin menciptakan dunia yang lebih bersih dengan menghentikan sampah plastik dari akar," kata salah satu pendiri Evoware, David Christian, kepada Fast Company (10/6).

Menurut data peneliti dari University of Georgia, Dr. Jenna R. Jambeck, Indonesia telah menjadi negara pembuang limbah plastik di urutan kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut terbesar di dunia, setelah Tiongkok.

Oleh sebab itu pembungkus makanan yang dapat larut (tidak menjadi sampah) dan tanpa rasa dianggap memiliki potensi untuk membuat pengalaman menikmati makanan kemasan menjadi lebih nyaman.

Mengapa rumput laut?

Gagasan bahwa rumput laut merupakan sumber bioplastik yang layak bukanlah sesuatu yang baru. Tanaman ini kaya akan polisakarida, bahan baku alami, dan penelitian di bidang ini membentang lebih dari satu dekade.

Pendiri Evoware memilihnya karena beberapa alasan. Seperti rumput laut tidak menciptakan limbah, dapat larut saat terkena air, menyedot karbon dioksida saat tumbuh dan dapat tumbuh tanpa pupuk, air, atau sumber tambahan lainnya. Rumput laut juga bergizi karena mengandung serat dan vitamin tinggi.

Dari sisi sosialnya mereka turut ingin membantu petani rumput laut di Indonesia meningkatkan mata pencaharian mereka.

Dibutuhkan satu hektare samudra untuk menghasilkan 40 ton rumput laut kering setiap tahunnya. Volume tersebut menyerap 20,7 ton emisi karbon dioksida (CO2) selama proses budi daya. Sumber utama aktivitas Evoware selama produksi percontohannya adalah budi daya rumput laut dari Sulawesi.

Untuk saat ini proses pengolahan rumput laut Evoware masih sangat manual. Meliputi proses persiapan (dan pengeringan) bahan baku yang diikuti oleh pembentukan, penekanan, dan pemotongan material menjadi satu lapisan.

Meski hasil akhir material tersebut hambar dan tidak berbau, jika diperkenankan dapat juga ditambahkan rasa.

Lapisan yang sudah jadi diklaim memiliki umur simpan dua tahun sehingga cocok untuk menjadi pembungkus makanan kering.

Lapisan luar halus, seperti plastik, tapi bagian dalamnya kasar. Ketebalannya bisa dikendalikan sesuai keinginan, tergantung juga dari jenis makanan atau barang yang dibungkus.

"Kami terus belajar," kata Edwin Aldrin Tan, juga pendiri Evoware dan penasihat pengembangan bisnis dan penasihat keuangan yang berbasis di Jakarta dikutip dari Green Biz (1/11).

Meski dia tidak akan membagikan rincian lain tentang formulasi material tersebut, namun ia meyakinkan bahwa tidak ada bahan kimia yang ditambahkan di sepanjang proses.

Salah satu konsumen Evoware adalah Bruxel Waffle, yang menjual kue wafel vegetarian Belgia di festival di Bali. Evoware sendiri terus mengirim sampel ke perusahaan-perusahaan produk konsumen di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.

Selain itu, perusahaan ini sedang mengusahakan material versi berlapis-lapis yang mungkin lebih sesuai untuk mengemas cairan atau semi-cairan. Untuk ini bahannya tidak hanya rumput laut, "bahan sekundernya adalah permen karet damar," tambah Edwin.

Butuh nilai ekonomis

Berkata kepada BBCIndonesia.com (19/11), pengamat bisnis lingkungan, Agus Sari, mengatakan bahwa produk yang menawarkan solusi terhadap permasalahan sampah plastik semacam ini selalu segar. Sebab sampai saat ini persoalan sampah plastik di tanah air sudah memprihatinkan.

Jika pada akhirnya pemerintah akan keluar uang untuk menanggulangi masalah sampah yang luar biasa tersebut, "kenapa tidak keluar uang untuk pencegahan, dan bukan penanggulangan?" ujar Agus.

Dari sisi ekonomi, menurutnya untuk bisa bersaing di pasar, produk semacam ini akan kalah bersaing jika hanya menawarkan solusi.

"Buat pasar, solusi itu urusan secondary. Yang primer, seberapa murah?" kata Agus. "Hanya mengedepankan environmental awareness saja tidak akan cukup untuk jualan."

Agus menyimpulkan, kalau harganya terlalu mahal untuk produksi massal maka produsen tetap akan membeli kemasan plastik, karena mereka tidak mau menambah biaya.

"Ini kan bukan produk yang tidak ada di pasar, tapi mengganti yang sudah ada di pasar."

"Supaya mereka bisa berperan lebih banyak, satu, harus ada insentif pajak supaya harga bisa bersaing. Kedua, perlu ada regulasi, sekalian saja larang plastik diedarkan."
 
 
 
More Berita
 
1 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 31 x
2 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 42 x
3 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 73 x
4 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 100 x
5 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 82 x
6 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 82 x
7 . Pelatihan UMKM Pengolahan Produk Ulva Dorong Inovasi dan Peningkatan Nilai Tambah Rumput Laut
  Jumat, 08 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 108 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 37 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 58 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 89 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 150 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 183 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 213 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 228 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,647,884 Kali
Member JaSuDa 10,762 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin