Sebagai keberlanjutan dari studi kelayakan yang telah dilakukan, WWF-Indonesia bekerja sama dengan PT Jaringan Sumber Daya (JaSuDa) akan menyelenggarakan Pelatihan Teknis Olahan Makanan dan Pupuk Organik Cair di Desa Bana dan Desa Aimoli, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan mata pencaharian berkelanjutan (sustainable livelihood) masyarakat pesisir melalui pemanfaatan gulma rumput laut Ulva sp. dan Sargassum sp. yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan ini ditargetkan diikuti oleh kelompok pembudidaya rumput laut, kelompok pengolah hasil perikanan, pemerintah desa, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor, WWF-Indonesia, dan PT JaSuDa.
Kegiatan ini akan difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghasilkan produk bernilai tambah melalui dua tema utama. Pada tema pengolahan pangan berbasis Ulva sp., peserta akan mempraktikkan pembuatan tiga produk pangan, yaitu Keripik Ulva, Bumbu Tabur Ulva (Seaweed Flakes), dan Stik Ulva. Sementara itu, pada tema non-pangan, peserta akan mempelajari dan mempraktikkan pembuatan pupuk organik cair berbasis Sargassum sp. melalui proses fermentasi anaerob menggunakan teknologi sederhana yang mudah diterapkan di tingkat masyarakat. Pelatihan ini dirancang dengan metode berbasis praktik langsung agar efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis peserta.
Melalui pelatihan ini, pemanfaatan biomassa gulma laut diharapkan dapat dibuktikan secara nyata mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat lingkungan seperti mengurangi limbah budidaya dan mendukung ekonomi sirkular. Setelah pelatihan teknis ini selesai, ke depannya akan dirumuskan pula langkah pendampingan lanjutan yang meliputi pengembangan usaha, penyusunan rencana bisnis, pengujian mutu laboratorium untuk pupuk organik cair, serta pengembangan demplot guna memastikan keberlanjutan dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat setempat. |