Untitled Document
Selasa , 05 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Petani Seram Belajar Budidaya Rumput Laut di Bantaeng
Minggu, 12 Jul 2009 - Sumber: antara-sulawesiselatan.com - Terbaca 5598 x - Baca: 05 May 2026
 
Sebanyak 15 orang petani dan nelayan asal Kabupaten Seram Timur, Maluku, belajar budidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

"Dengan adanya kunjungan ini petani dan nelayan dari Seram dan Bantaeng bisa berbagi pengalaman untuk saling mengisi," kata Wakil Bupati kabupaten Bantaeng, Asli Mustajab saat menerima petani dan nelayan Seram Timur tersebut di Bantaeng, Rabu,

Para petani yang diantar pejabat Dinas Koperasi Seram Timur tiba di Bantaeng pada Selasa (30/6) dan dijemput Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng Bakhtiar Karim dan Kadis Perikanan dan Kelautan Abd Latief Naikang.

Asli menjelaskan, petani dan nelayan Seram dapat belajar budidaya rumput laut yang saat ini telah berkembang cepat di Bantaeng.

Pengembangan budidaya rumput laut tersebut mulai diminati sejak 2001. Sejak saat itu, petani dan nelayan mulai mengubah kebiasaannya dari melaut (nelayan tangkap) menjadi petani rumput laut.

Perkembangan yang sangat pesat tersebut kini menjalar kemana-mana sehinga memerlukan penataan, melalui sistem sonasi untuk menciptakan kenyamanan di laut.

Dengan sistem tersebut, botol-botol air mineral yang selama ini terlihat mengotori pantai akan diganti dengan fiber yang pada malam hari akan menyala sehingga terlihat indah.

"Itu juga bisa menjadi petunjuk jalan keluar masuknya perahu pada malam hari," ujarnya.

Lebih lanjut, diakatakannya, pengembangan rumput laut juga terkait dengan ditunjuknya Kabupaten Bantaeng sebagai pusat industri pengolahan rumput laut.

Karenanya, Pemkab akan melakukan penangkaran bibit unggul agar hasil laut yang satu ini tetap menjadi primadona ekspor.

Sebelumnya, Kadis Koperasi Kabupaten Seram Timur Asri Keleora mengatakan, selama ini masyarakat Seram hanya mengelola rempah, cengkeh dan pala secara turun-temurun.

Namun setelah masyarakat mulai mengenal rumput laut, lebih banyak yang berminat karena dirasakan lebih menguntungkan. Karena itu, Pemda memberi prioritas terhadap sektor perikanan dan hasil laut tersebut.

Untuk pengembangan lebih lanjut, kata dia, petani dan nelayan seram memerlukan tambahan pengetahuan. karena itulah mereka memilih Kabupaten Bantaeng sebagai daerah yang masyarakatnya sudah sangat akrab dengan rumput laut.

"Kami berharap potensi yang ada dapat dikembangkan dengan baik, mulai dari pengambilan bibit, budidaya hingga pasca panennya. Mudah-mudahan petani dan nelayan kami yang menimba ilmu memperoleh pengetahuan untuk dikembangkan di daerah bila kembali ke Seram," kata Asri.

 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 63 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 72 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 100 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 115 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 125 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 146 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 163 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk