
Penyegar Ruangan Alami dari Rumput Laut dan Kulit Jeruk Efektif Usir Kecoa
Tim peneliti Indonesia mengembangkan penyegar ruangan berbahan alami yang tidak hanya mengharumkan udara, tetapi juga mampu mengusir kecoa. Riset ini dilakukan oleh Fifi Arfini bersama Andi Santi, Rahmawati Saleh, Mita Gebriella Inthe, dan Dian Munawarah dari Departemen Teknologi Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) dan dinilai penting karena menawarkan solusi rumah tangga yang lebih aman, ramah lingkungan, dan berbasis bahan lokal.
Produk yang dikembangkan menggabungkan ekstrak rumput laut (Eucheuma cottonii) dan kulit jeruk. Kombinasi ini menghasilkan fungsi ganda: sebagai penyegar udara sekaligus penolak kecoa. Temuan ini menjadi relevan di wilayah tropis seperti Indonesia, di mana masalah bau ruangan dan infestasi kecoa sering terjadi secara bersamaan.
Latar Belakang: Kebutuhan Produk Rumah Tangga yang Lebih Aman
Selama ini, banyak masyarakat mengandalkan penyegar ruangan berbahan kimia dan insektisida sintetis untuk mengatasi bau tidak sedap serta serangga. Namun, produk tersebut dapat mengandung senyawa volatil yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak dan penderita gangguan pernapasan.
Di sisi lain, Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Rumput laut dikenal memiliki senyawa bioaktif dengan potensi antimikroba, sementara kulit jeruk mengandung limonene, senyawa alami dengan aroma segar yang juga efektif sebagai penolak serangga. Pemanfaatan kedua bahan ini sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular karena memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai tambah.
Metodologi: Formulasi Sederhana dengan Pengujian Terarah
Penelitian dilakukan pada April hingga Juni 2025 di laboratorium kimia Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Tim peneliti menggunakan metode eksperimen dengan membuat tiga variasi formulasi penyegar ruangan berdasarkan perbandingan ekstrak:
F1: 25% rumput laut dan 75% kulit jeruk
F2: 50% rumput laut dan 50% kulit jeruk
F3: 75% rumput laut dan 25% kulit jeruk
Ekstrak diperoleh melalui proses perendaman menggunakan pelarut etanol, kemudian dicampur dan dikemas dalam bentuk spray. Setiap formulasi diuji menggunakan uji organoleptik untuk menilai aroma, tekstur, dan warna oleh panelis. Selain itu, dilakukan pengujian efektivitas dalam mengurangi keberadaan kecoa.
Temuan Utama: Formulasi Tinggi Rumput Laut Paling Unggul
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan kandungan rumput laut tertinggi (F3) memberikan performa terbaik, baik dari segi preferensi pengguna maupun efektivitas sebagai penolak kecoa.
Hasil Uji Organoleptik:
F3: Aroma (4,40), Tekstur (4,24), Warna (4,28)
F2: Nilai sedang pada semua aspek
F1: Nilai terendah pada semua aspek
Efektivitas Pengusir Kecoa:
F3: sekitar 75% pengurangan kecoa
F2: sekitar 60%
F1: sekitar 40%
Panelis menilai F3 memiliki aroma yang lebih kuat dan tahan lama, serta tekstur yang lebih kental yang dianggap meningkatkan efektivitas. Meskipun warnanya lebih gelap, formulasi ini tetap paling disukai secara keseluruhan.
Implikasi dan Dampak: Solusi Ramah Lingkungan untuk Rumah Tangga
Produk ini menunjukkan potensi besar sebagai alternatif penyegar ruangan sekaligus
pengendali hama yang lebih aman. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan antara lain:
1. Kesehatan: Mengurangi paparan bahan kimia berbahaya di dalam ruangan
2. Lingkungan: Memanfaatkan bahan alami dan limbah organik
3. Ekonomi: Menggunakan sumber daya lokal yang mudah diperoleh
4. Efisiensi: Menggabungkan dua fungsi dalam satu produk
Inovasi ini juga sejalan dengan tren global menuju produk rumah tangga berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penggunaan rumput laut dan kulit jeruk membuka peluang bagi industri kecil dan menengah untuk mengembangkan produk serupa dengan biaya relatif rendah.
Perspektif Akademik
Rahmawati Saleh dari Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan menegaskan bahwa komposisi bahan sangat menentukan keberhasilan produk. Ia menjelaskan bahwa formulasi dengan kandungan rumput laut lebih tinggi memberikan hasil terbaik, baik dari sisi efektivitas maupun tingkat penerimaan pengguna, sehingga penting untuk memperhatikan keseimbangan antara fungsi dan kenyamanan penggunaan.
Profil Penulis
1. Fifi Arfini – Peneliti bidang pengolahan dan pengawetan hasil perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
2. Andi Santi – Dosen Teknologi Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
3. Rahmawati Saleh – Penulis korespondensi, ahli pengolahan produk alami dan pangan
4. Mita Gebriella Inthe – Peneliti Teknologi Pertanian
5. Dian Munawarah – Peneliti Teknologi Pertanian
Seluruh penulis berasal dari Departemen Teknologi Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, Indonesia.