Untitled Document
Kamis , 16 April 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
Selasa, 07 Apr 2026 - Sumber: https://www.suara.com/ - Terbaca 60 x - Baca: 16 Apr 2026
 
Akuakultur saat ini telah berkembang pesat dalam memenuhi permintaan makanan laut global. Meskipun begitu, industri ini justru bergantung pada spesies yang kurang bermanfaat bagi ketahanan pangan, mitigasi iklim, dan keanekaragaman hayati.

Sebuah penelitian terbaru dari para peneliti di Universitas British Columbia mengungkapkan bahwa perkembangan industri akuakultur global saat ini cenderung mengarah pada budidaya spesies yang kurang berkelanjutan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Fish and Fisheries ini menganalisis produksi akuakultur global dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni dari tahun 1950 hingga 2023. Para peneliti menemukan bahwa sejak tahun 1980-an, industri ini telah mengalami pergeseran fokus ke sejumlah kecil spesies yang dibudidayakan secara intensif, terutama kelompok ikan bersirip. Secara keseluruhan, potensi keberlanjutan dari budidaya ini lebih rendah.

1. Produksi dan Target Keberlanjutan Tidak Sejalan
Profesor dan Direktur di Institute for the Oceans and Fisheries (IOF) sekaligus penulis senior dalam studi ini, Dr. William Cheung, mengungkapkan bahwa terdapat ketidaksesuaian yang semakin lebar antara jenis spesies yang diproduksi saat ini dengan spesies yang sebenarnya mampu mendukung tujuan lingkungan global.

Menggunakan pendekatan berbasis sifat, tim peneliti mengevaluasi kontribusi spesies terhadap tiga pilar utama, yakni penyediaan pangan, dampak iklim, dan keanekaragaman hayati.

Berdasarkan data historis, sistem akuakultur pada periode awal yang didominasi oleh rumput laut dan kerang dinilai memiliki potensi keberlanjutan yang lebih tinggi. Sebaliknya, sistem modern yang berfokus pada spesies yang memerlukan pakan tambahan, seperti salmon dan udang, menunjukkan potensi keberlanjutan yang lebih rendah.

2. Penurunan Indeks Keberlanjutan di Berbagai Wilayah
Studi ini mengembangkan indeks khusus untuk mengukur kontribusi produksi akuakultur terhadap agenda UN Sustainable Goals. Data menunjukkan tren penurunan yang signifikan di beberapa wilayah produsen utama.

Tiongkok sebagai negara yang menyumbang 56% produksi global pada 2022, komposisi produksinya menurun di ketiga indeks antara periode 1976–1980 dan 2019–2023. Tercatat penurunan sebesar 14,1% untuk indeks pangan, 21,6% untuk iklim, dan 12,9% untuk keanekaragaman hayati.

Di Amerika, wilayah ini mencatat kenaikan tipis sebesar 0,8% pada indeks pangan. Namun, indeks iklim dan keanekaragaman hayati mengalami penurunan masing-masing sebesar 11,4% dan 9,1%.

Penulis utama studi sekaligus kandidat PhD di IOF, Aleah Wong, mengatakan bahwa budidaya salmon kini menjadi sektor pangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Namun, spesies ini sangat rentan terhadap fenomena deoksigenasi dan pemanasan air, serta memiliki potensi manfaat Food, Climate, and Biodiversity (FCB) yang rendah.

3. Tantangan Transisi ke Spesies Berdampak Rendah
Para peneliti menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya dipengaruhi oleh efisiensi produksi dan kepadatan nutrisi, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika yang kompleks antara produsen, konsumen, pasar, dan badan pengatur.

Dr. Cheung menyatakan bahwa banyak wilayah sebenarnya sudah memiliki potensi untuk membudidayakan spesies berkelanjutan, tapi tantangannya terletak pada peningkatan skala dan diversifikasi produksi.

"Banyak wilayah sudah membudidayakan spesies dengan potensi keberlanjutan yang tinggi. Dengan meningkatkan skala spesies dan mendiversifikasi produksi, akuakultur dapat memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap target keberlanjutan global," kata Dr. Cheung.

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perluasan produksi spesies yang memiliki dampak rendah seperti rumput laut dan kerang adalah jalur utama untuk memperbaiki sistem akuakultur. Namun, transisi ini memerlukan tindakan internasional yang terkoordinasi, investasi dalam inovasi, serta perubahan kebijakan yang mampu memengaruhi preferensi konsumsi masyarakat global di masa depan.

Yang paling penting di sini adalah masa depan akuakultur tidak hanya bergantung pada seberapa banyak sesuatu diproduksi, melainkan juga pada apa yang diproduksi dan bagaimana pilihan-pilihan tersebut dapat selaras dengan tujuan lingkungan serta sistem pangan global.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 57 x
2 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 79 x
3 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 99 x
4 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 121 x
5 . PT Jaringan Sumber Daya Dorong Inovasi Rumput Laut Melalui Riset dan Kolaborasi
  Rabu, 25 Mar 2026-Irna Aswanti Ibrahim & Dian Maya Sari - Terbaca 93 x
6 . CV POSKO JASUDA Fasilitasi Pengiriman Sample Rumput Laut Kering ke Perancis
  Sabtu, 14 Mar 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 163 x
7 . Mendag Lepas Ekspor Rumput Laut Senilai Rp 1,7 Miliar ke Tiongkok
  Senin, 09 Mar 2026-https://industri.kontan.co.id/ - Terbaca 203 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 59 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 80 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 114 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 115 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 210 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 204 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 200 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,638,623 Kali
Member JaSuDa 10,755 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin