Untitled Document
Kamis , 18 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Waspada serangan polysiphonia pada Rumput Laut
Selasa, 12 Jun 2007 - Sumber: Kamaluddin Kasim - Terbaca 5813 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Polysiphonia merupakan hama (epiphytes) pengganggu tanaman Kappaphycus alvarezii yang sangat berbahaya. Pertama kali ditemukan menyerang tanaman K. alvarezii di Filipina pada tahun 2000, yang dilaporkan oleh Jesse Shubert, seorang volunteer dari American Peace Corp. Voulenteer (Hurtado A.Q, 2005) .



Sekarang ini, kasus hama polysiphonia kembali ditemukan di P. Nain, Sulawesi Utara oleh tim peneliti dari Universitas Sam Ratulangi, Manado. Di duga, hama ini menjadi penyebab utama terjadinya penyakit tanaman yang mereka sebut sebagai “ice-ice”.



Polysiphonia merupakan mikroalgae dari kelas alga merah yang bentuknya seperti benang halus silindris dan umumnya ditemukan diperairan pantai tropic. Algae ini termasuk jenis epiphytes karena dapat merusak tanaman inangnya. Menurut Jan Parmentier (1999), algae merah umumnya ditemukan menempel pada bebatuan atau pada tanaman algae lainnya sehingga sebagian bersifat parasit.



Bagaimana tanda-tanda tanaman terserang polysiphonia?



  • Terjadinya bintik-bintik hitam pada thallus. Bintik-bintik tersebut adalah spora polysiphonia yang berada didalam jaringan dan siap menjadi tanaman dewasa.

  • Bintik-bintik tersebut kemudian berkembang menjadi filament-filamen halus seperti rambut yang menempel erat dari dalam jaringan tanaman.



Lihat gambar tanaman jenis ”cottonii banci” (nama lokal) yang terinfeksi oleh polysiphonia di P. Nain (Foto oleh: Kamaluddin)



Morfologi polysiphonia. Foto oleh: Jan Parmentier







Factor-faktor apa saja yang menjadi pemicu terjadinya serangan polysiphonia?


  • Kondisi kesehatan tanaman K. alvarezii itu sendiri seperti defisiensi nutrisi dan diskolorisasi

  • Kondisi perairan yang tenang (kurangnya pergerakan air)

  • Suhu air yang ekstrim

  • Salinitas yang rendah

  • Tingkat kekeruhan yang tinggi

  • Intensitas cahaya yang berlebihan


Mengapa polysiphonia ini berbahaya?

  • Hama ini dapat merusak tanaman dalam waktu yang singkat (haya dalam hitungan beberapa hari)

  • Polysiphonia langsung menyerang jaringan tanaman baik pada bagian intercellular, berhubungan dengan pengrusakan cortical atau bahkan lapisan medular.

  • Menyerang secara serempak sehingga sulit untuk mendapatkan tanaman yang benar-benar steril untuk dijadikan bibit pada musim tanam berikutnya.




Bagaimana cara meminimalisasi dampak buruk polysiphonia?


  • gunakan tanaman yang tidak terinfeksi, bersih dan nampak sehat untuk dijadikan bibit.

  • pilihlah lokasi budidaya yang bersih dengan kondisi arus yang sedang atau sedikit kuat, hindari menanam pada lokasi yang berdekatan dengan sumber limbah rumah tangga

  • Jika sudah terdapat tanda bintik hitam pada thallus tanaman, segera pindahkan tanaman ke area yang arusnya kuat dengan kondisi intensitas cahaya yang lebih baik.

  • Kunjungan yang sesering mungkin untuk memastikan tanaman dalam keadaan membaik dan melakukan pengamatan terhadap suhu, kadar garam, kecerahan dan arus.



Apa yang harus dilakukan jika tanaman terlanjur terinfeksi oleh polysiphonia:

  • segera panen seluruh tanaman

  • jangan menggunakan cabang tanaman yang telah terinfeksi sebagai bibit untuk mencegah transfer penyakit dari satu tanaman ke tanaman yang lainnya.

  • Jangan menggunakan lokasi budidaya yang telah terinfeksi pada siklus berikutnya. Meskipun agak sulit dilakukan, tetapi metode ini diharapkan dapat memutus mata rantai daur hidup polysiphonia.





Referensi :

AQ Hurtado, Dr, Kappaphycus ‘cottonii’ farming, Food Ingredients/BL Texturant Systems. Degussa Texturant System France SAS Rue de Seves, Baupte 50500. France, 2005.


Jan Parmentier, Polysiphonia, a red algae, www.microscopy-uk.org.uk, 1999.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 56 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 69 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 72 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 98 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 113 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 103 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 96 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 74 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 80 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 108 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 170 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 200 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 224 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 243 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,264 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin