Untitled Document
Minggu , 21 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Rumput Laut Selamatkan Kocek Warga Nusa Penida
Senin, 28 Sep 2020 - Sumber: https://travel.detik.com/ - Terbaca 5707 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Jakarta - Wisata Nusa Penida di Bali termasuk yang mati kutu karena pandemi virus Corona. Warga kembali menekuni budidaya rumput laut untuk menyelamatkan isi dompet.
Keelokan Nusa Penida telah memikat turis domestik dan mancanegara untuk berdatangan. Broken Sea Pasir Uwug, rumah pohon batu Molenteng, air terjun Peguyangan, Angle's Billabong, dan Pasih Andus cuma sebagian tempat wisata yang menjadi primadona turis.

Keelokan Nusa Penida itu membuat muncul hotel, restoran, dan cafe di kawasan tersebut. Warga pun mengisi bidang kerja yang dibutuhkan industri itu.

Situasi itu berbeda pada 1980-an. Waktu itu, warga Nusa Penida mayoritas merupakan petani rumput laut. Hingga perubahan terjadi sekitar setahun lalu.

"Ketika saya pertama ke sini pada 2010, kalian bisa melihat dan mencium aroma rumput laut yang dikeringkan di sepanjang jalan," kata Valery Senyk, asisten manajer Batu Karang Resort, yang merupakan hotel mewah pertama di Nusa Penida, seperti dikutip Al Jazeera.

"Pada 2016, satu-satunya budidaya yang tersisa berada di perbatasan yang membagi pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Pada 2019, tidak ada yang tersisa sama sekali," dia menambahkan.

Akhir masa budidaya rumput laut itu seiring dengan meledaknya jumlah wisatawan di Nusa Penida. Menurut Badan Statistik jumlah turis meroket dari 7 juta di tahun 2010 menjadi 16 juta pada 2019. Ratusan turis China dan surfer Australia berkunjung di kawasan itu setiap harinya.

Tapi, awal tahun 2020 saat virus Corona mewabah, Nusa Penida kembali ke masa rumput laut berjaya. Warga yang sebelumnya menjadi pekerja hotel, restoran, cafe, dan guide wisata kembali bertani rumput laut.

Salah satu yang beralih menjadi petani rumput laut adalah Kasumba. Sebelumnya, dia karyawan di bidang pemasaran.

Kasumba, seperti petani rumput laut di Nusa Penida lain, mulai terbiasa dengan bertelanjang kaki, berada di pantai seharian, menanam rumput laut, dan memanennya saat masanya tiba.

"Nenek saya merupakan petani rumput laut, namun saya enggak pernah melakukannya karena saya belajar akuntansi di universitas," kata Kasumba.

"Ini sungguh butuh kerja keras namun saya beruntung bisa melakukannya saat ini. Tidak ada pekerjaan lain di sini saat ini. Tanpa ini, mungkin saya enggak mempunyai uang untuk makan," dia menambahkan.

Kasumba bilang dia menikmati pekerjaan di luar ruangan itu dan bekerja bersama warga yang lain di lahan yang sama. Dia juga berlapang dada dengan upah yang tidak terlalu besar.

"Kami berlima menerima bayaran USD 200 hingga USD 300 setiap bulan," ujar Kasumba.

Tetanggnya, Kadek juga bilang menerima upah yang jauh lebih sedikit sebagai petani rumput laut ketimbang saat menjadi bagian reservasi Tamarind Resort Nusa Lembongan.

"Sebelumnya saya menghasilkan USD 200 per bulan dan berpesta setiap akhir pekan dengan teman-teman saya. Sekarang saya harus bekerja keras selama tujuh haris dalam sepekan dan cuma dibayar USD 50 per bulan. Saya sudah enggak minum bir sejak Maret," kata Kadek.

Beda lagi dengan Ari pemilik toko souvenir. Dia bisa mendapatkan keuntungan USD 5 per lembar T-shirt saat wisatawan masih memenuhi Nusa Penida. Kini, dia dibayar 33 USD setiap bulan untuk merawat sebidang kecil lahan rumput laut.

"Bulan lalu, mereka membayar kami 13.000 rupiah untuk 1 kg rumput laut kering. Bulan ini, mereka cuma membayar Rp 10.000 rupiah," kata Ari.

Permintaan rumput laut itu datang dari Vietnam dan China. Negara itu menjadikan rumput laut sebagai bahan makanan. Ari menyebut persaingan antarpetani di Nusa Penida dan sulitnya mengirim pasokan ke negara yang membutuhkan disebut menjadi alasan merosotnya nilai jual rumput laut.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 70 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 78 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 78 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 108 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 123 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 114 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 106 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 95 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 90 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 118 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 182 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 206 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 232 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 250 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,968 Kali
Member JaSuDa 10,765 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin