Untitled Document
Kamis , 18 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Sukses I Wayan Sumiran Bermula dari Krisis Ekonomi
Selasa, 19 Jun 2007 - Sumber: Listiana Pancasari - Terbaca 5359 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Wilayah Bali tidak luput dari terpaan krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997/1998. Pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata di Bali ikut terkena imbasnya, termasuk daerah Sawangan, Kecamatan Kuta Selatan, yang pada saat itu sedang berlomba-lomba melakukan pembangunan fisik. Masyarakat sekitar yang bergantung pada sektor ini menerima kenyataan pahit yaitu ’PHK’, ditambah dengan tidak mampunya memenuhi kebutuhan keluarga karena naiknya harga-harga kebutuhan pokok, dan barang lainnya.



Namun kondisi ini bukan untuk didiamkan, salah seorang warga yang mengalami keterpurukan ekonomi karena krisis tersebut, yaitu I Wayan Sumiran mulai memberanikan diri untuk berbudidaya rumput laut. Sebelumnya di wilayah Pantai Geger sudah ada sekitar 17 orang petani yang andil di dalam usaha tani ini. Mulai dari merekalah Pak Sumiran belajar untuk mendapatkan pengetahuan dalam mengembangkan usaha ini. Mengawali bertanam rumput laut bukan hal yang mudah dihadapi apalagi tiadanya modal. Untuk itu satu-satunya jalan yaitu dengan meminjam modal dari pengepul lokal di Desa Sawangan.



Teknis Budidaya



Awal mulanya ia mengerjakan lahan untuk 200 ris (bentangan tali, masing-masing berukuran 3,5 m) dengan bibit ’Saccol’ yang dikerjakan dengan tenaga kerja keluarga.



Metode tanam yang dipakai yaitu dengan metode tanam dasar. Metode ini memerlukan bahan atau alat yang dapat diperoleh secara swadaya misal kayu untuk patok. Namun petani di Geger lebih senang menggunakan besi, karena bisa dipakai untuk selamanya. Sedangkan alat lainnya berupa tali dan jaring. Jaring digunakan untuk menjaring rumput-rumput yang rontok agar tidak hanyut ke laut, kerontokan umunya disebabkan oleh gelombang besar atau penyakit. Hal tersebut dilakukan supaya petani tidak terlalu banyak kehilangan hasilnya.



Semakin lama jumlah ris yang dimiliki semakin bertambah, yang semula 200 ris sekarang bertambah menjadi 2000 ris hasil dari modal sendiri.



Ada beberapa kiat yang diterapkan oleh Pak Sumiran agar sepanjang waktu rumput laut mampu berproduksi, walaupun tidak dalam jumlah yang tetap atau lebih banyak. Untuk musim ini (Maret-Mei) produksi mengalami penurunan. Kiat-kiat yang dilakukannya adalah dengan membuat 4 lokasi lahan yang berbeda, yang terbentang mulai dari pinggir pantai, di tengah, dan semakin ke tengah. Dari 4 lokasi tersebut dilakukan sistem rotasi tanam. Lokasi tepi pantai hanya digunakan untuk pembibitan, setelah usia bibit sekitar 2 minggu baru dipindah ke lokasi yang di tengah sampai usia panen yaitu 45 hari. Dengan pengamatan seksama perilaku rumput laut terhadap musim akan menguntungkan petani dalam mengatur pola tanamnya.



Dengan semakin berkembangnya areal tanam, ia memerlukan waktu dan tenaga kerja yang lebih banyak. Semula cukup dengan tenaga kerja keluarga yang terdiri istri dan orang tua, namun semenjak arealnya bertambah ia menggunakan tenaga kerja luar. Tenaga kerja ini hanya mengerjakan beberapa jenis pekerjaan misalnya mengikat bibit, mengangkut dari dan ke darat, menjemur, menyortir dan ’packing’. Biaya per hari per orang baik laki-laki atau perempuan sebesar Rp. 25,000. Rata-rata waktu yang digunakan untuk mengelola pekerjaan ini selama 8 jam per hari dan rata-rata penggunaan tenaga kerja luar sejumlah 2-3 orang. Pembayaran dilakukan setelah panen terjual atau sebulan sekali dihitung dari lamanya hari kerja.



Setiap hari Pak Sumiran bekerja memutar rumput laut dari pembibitan, memindahkan bibit untuk dibesarkan, dan pemanenan. Pekerjaan ini dimulai pada saat menjelang surut air laut sampai air laut pasang kembali. Jadi setiap harinya tidak selalu dimulai pada saat jam yang sama.



Rerata produksi yang dihasilkan pada musim normal per bulannya mencapai 1 – 1,5 ton dengan harga Rp. 5000/kg. Pada saat musim bagus mencapai 2 ton per panen, dan pada saat musim jelek sekitar 800 kg. Fluktuasi harga di Sawangan tidak begitu mencolok hanya bekisar Rp 100-200/ kg dalam setiap tahunnya.



Kendala Teknis



Kendala yang menyebabkan produksi petani berkurang bahkan mengalami yaitu pada saat gulma, ’ice-ice’ dan penyakit busuk batang datang. Pada saat ini pertumbuhan terhambat bahkan rumput cenderung rontok. Sehingga petani hanya melakukan pembibitan saja dan panen muda, karena jika terlalu lama ditanam akan rontok.



Kendala Sosial



Kawasan Sawangan merupakan salah satu target untuk pengembangan pariwisata. Kondisi ini membuat petani khawatir akan nasibnya kelak. Harapan petani penataan bagi keduanya yaitu pariwisata dan budidaya rumput laut akan saling memberikan kontribusi satu sama lain, sehingga tidak perlu ada yang dikorbankan.



Tidak Hanya Sukses Bagi Keluarga



Disamping menjalankan usaha ekonominya untuk keluarga, Pak Sumiran juga mengalokasikan waktunya untuk kegiatan-kegiatan sosial yaitu sebagai Pemangku Adat dan sebagai Ketua Kelompok Geger Samudra Indah yang beranggotakan 93 orang. Kelompok ini mulai dibentuk pada tanggal 26 Juli 1998. Pembentukan kelompok atas inisiatif bersama dengan PPL pada saat itu untuk kembali merangkul petani dalam suatu wadah agar lebih kuat dalam mengatasi kendala-kendala yang ada terutama kendala sosial.



Selama kurun waktu 5 tahun ia berbudidaya rumput laut, pada tahun 2004 mampu memberikan kontribusi lebih kepada keluarga yaitu dengan membangun ’Pura Keluarga’, dengan berhasilnya membangun Pura ini semakin memberikan keyakinan bahwa rumput laut akan terus mengalirkan rejeki.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 56 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 69 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 72 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 98 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 113 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 103 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 96 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 74 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 80 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 108 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 170 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 200 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 224 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 243 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,263 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin