Untitled Document
Minggu , 21 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Menelisik Potensi Rezeki dari Rumput Laut di Pantai Selatan
Senin, 14 Dec 2020 - Sumber: https://pidjar.com/ - Terbaca 5842 x - Baca: 19 Jun 2026
 
Meski tinggal di daerah yang dekat dengan kawasan wisata, tidak seluruh warga masyarakat Kalurahan Tepus dapat merasakan manfaatnya. Banyak dari mereka yang masih menggantungkan hidup sebagai petani di musim penghujan, sedangkan saat kemarau tiba mereka beralih menjadi pemetik rumput laut.

Hasil petikan rumput laut itu biasanya dijual oleh warga sekitar ke para pengepul. Kemudian dari para pengepul ini kembali dijual ke pengusaha yang bergerak dalam bidang pengolahan rumput laut.

Beberapa yang sering kali ditemukan di pantai Gunungkidul dan laku dijual adalah jenis Sargassum yang menjadi digunakan campuran cat, jenis Gelidium yang biasa dijadikan racikan obat maupun kosmetik, jenis Ulva yang biasa digoreng menjadi peyek, dan jenis Gracilaria yang bisa diolah menjadi agar-agar.

Tak banyak memang pengepul rumput laut di Gunungkidul hanya ada beberapa saja. Seperi yang dilakukan oleh Samilah warga Padukuhan Jeruk, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus tetap berjuang untuk mempertahankan bisnis sebagai pengepul rumput laut selama ini.

Ia mengatakan, usahanya tersebut mulanya milik mertua dia. Namun kemudian beralih ke keluarga kecil Samilah. Menjadi pengepul rumput laut telah ditekuni sejak tahun 1983. Tentu yang namanya usaha ada beragam kendala yang dihadapi mulai dari pemasaran hingga permodalan.

Kekurangan modal adalah hal yang paling sering ia alami. Dalam sehari ia dapat mengeluarkan uang paling sedikit Rp. 5 juta bahkan bisa sampai Rp. 20 juta saat musim panen, mengingat warga yang menjual rumput laut ke dirinya cukup banyak.

Disisi lain, beberapa jenis rumput laut tergolong tinggi. Sehingga modal yang dikeluarkan untuk membeli dari petani juga besar hingga puluhan juta. Samilah memaparkan harga rumput laut jenis gracilaria ia beli dari petani seharga 5 ribu sampai dengan 7 ribu rupiah. Sargasum dan Glidium sekitar 20 ribu, san jenis Ulfa seharga 3 ribu rupiah.

Terkadang harga tersebut bisa berubah tergantung dengan pasaran dan permintaan. Bisa justru melambung tinggi ataupun anjlok diharga paling rendah.

Pemasaran juga menjadi salah satu permasalahan yang kompleks. Meski ia telah memiliki pelanggan namun yang namanya bisnis ada saja kendala yang dihadapi. Sebagai contohnya, pabrik-pabrik yang menjadi pelanggannya terkadang menunda pengambilan bahan di penampungan Samilah. Mereka beralasan bahwa gudang pabrik mereka sedang overload.

“Paling cepat pabrik itu ngambil dua bulan sekali. Pernah sampai puluhan ton rumput laut numpuk di sini, ngendap 6 bulan. Tapi ya gimana, saya tetap harus beli dari pemetik tapi pabrik tidak ambil-ambil. Kalau ada yang tanya kenapa masih mau nampung ya saya jawab ‘nanti juga laku’ gitu,” ujar Samilah.

Menurut dia, meski sering ada kendala namun usaha yang ia geluti selama bertahun-tahun ini sebenarnya menjanjikan baik untuk dirinya maupun warga sekitar. Sehingga apapun yang dihadapi ia tetap berusaha menampung hasil petikan dari warga tersebut.

Seperti yang diajarkan oleh orang tuanya bahwa menjadi manusia harus dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Selain menjadi pengepul rumput laut, Samilah juga memberdayakan beberapa lansia yang ada di sekitar rumahnya untuk ikut membantu membuat agar-agar kertas dari rumput laut gracilaria.

“Saya juga ada produksi rumahan (agar-agar) bareng lansia di sekitar rumah. Hasil produksi kami ini biasanya dipasarkan ke pelaku wisata dan toko oleh-oleh yang ada di Jogja,” sambungnya.

"Setidaknya saya bisa bermanfaat untuk orang lain. Mereka dapat penghasilan dari memetik rumput laut atau ikut produksi itu. Setiap hari dapur mereka harus tetep ngepul. Apalagi pas musim kemarau disini susah dapet air bersih. Jadi harus beli air tangki yang harganya mahal. Saya bantu sebisa saya", tutup dia.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 70 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 78 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 78 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 108 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 123 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 114 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 106 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 95 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 90 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 118 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 182 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 206 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 232 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 250 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,868 Kali
Member JaSuDa 10,765 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin