Untitled Document
Minggu , 21 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Pandemi di Bali, Pekerja Swasta Beralih jadi Petani Rumput Laut
Senin, 24 May 2021 - Sumber: https://www.nusabali.com/ - Terbaca 5827 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Lebih setahun dihantam pandemi, para pekerja sektor pariwisata ataupun sektor terdampak lainnya di Bali mengalami kesulitan ekonomi.

Alih pekerjaan agar bisa terus mendapatkan nafkah pun dilakoni. Seperti yang terjadi di Pulau Serangan Denpasar Selatan. Kini eks pekerja pariwisata rame-rame menekuni profesi barunya sebagai petani rumput laut.

“Jumlah petai rumput laut di Serangan sebanyak 70 orang, dan sekitar 50 orang di antaranya adalah mereka yang dulunya adalah karyawan swasta,” kata Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Serangan, I Made Miasa, Jumat (21/5/2021).

“Masing-masing dari mereka punya areal rumput laut yang berbeda-beda. Ada yang punya dua petak dengan luas sekian are, ada yang tiga petak dan sebagainya,” sambung I Made Miasa.
Luasan lahan yang menjadi tempat budidaya rumput laut di kawasan Serangan sendiri mencapai 2 hektare. “Sejak tahun 2000an di Serangan sudah mulai membudidayakan rumput laut. Total petani rumput laut di sini ada 70 orang,” ungkap

Dalam membudidayakan rumput laut, menurutnya tidak membutuhkan waktu yang lama namun tidak juga singkat. “Sebenarnya kalau cuaca mendukung dan air yang bagus, ya dalam sebulan itu bisa panen rata-rata bisa sampai 100 kilogram. Kalau cuaca kurang bagus bisa sampai 1,5 bulan baru bisa dipanen,” ungkapnya.

Made Miasa mengatakan bahwa dalam membudidayakan rumput laut ini mendapat banyak kendala saat musim hujan. Beberapa rumput laut yang ditanam sempat mengalami kerusakan bentuk akibat diserang hama laut dan hujan yang terus turun yang mengakibatkan kualitas rumput laut menjadi menurun. “Waktu bulan Februari-Maret itu kami sempat mengalami masalah karena waktu itu Bali sedang hujan terus. Itu banyak yang rusak karena air hujan dan kesusahan juga menjemur rumput laut yang semestinya sudah bisa dipanen. Kalau masalah hama laut itu bisa diakali dengan mengganti tali yang dipakai sebelumnya dengan tali baru agar lebih bersih dan rumput laut bisa menyerap nutrisi di air laut dengan lebih baik,” ucap Kepala Lingkungan berusia 39 tahun tersebut.

“Kalau mau buat areal untuk menanam rumput laut ini, bisa buat sendiri, boleh juga bayar orang untuk minta bantuan dibuatkan, ada juga yang beli areal milik org lain karena dia mengambil alih,” jelas Miasa.

Masyarakat Pulau Serangan sendiri lebih tahan banting terhadap kondisi perekonomian Pulau Dewata yang dihantam pandemi Covid-19.

Bagi mereka yang menggeluti sektor rumput laut misalnya, tidak terpengaruh dengan ada tidaknya wisatawan ke Pulau Dewata. “Zaman dulu kami punya orangtua yang kurang mampu, jadi sejak kecil memang sudah bekerja sebagai petani rumput laut,” ucap Nyoman Santun, salah satu petani rumput laut saat ditemui Kamis (20/5/2021).

Karena keadaan, maka masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan wilayah Serangan yang memiliki kekayaan laut. “Kami tidak mampu juga untuk menempuh pendidikan, makanya satu-satunya pekerjaan yang bisa dijalani sejak saat itu sebagai petani ini,” tambah Nyoman Santun.

Meskipun di tengah pandemi, Nyoman Santun mengaku tidak begitu terpengaruh pada penghasilan karena tidak terlalu mengalami penurunan namun juga tidak begitu naik. “Biasanya ada pengepul yang membawa rumput laut ke Pasar Kumbasari dan Pasar Sanglah untuk dijual,” ucapnya.

Rumput laut ini biasanya dijadikan olahan makanan seperti sayur. “Seberapa banyaknya rumput laut yang dipanen juga tergantung cuaca dan gelombang air. Kalau cuaca sedang tidak bagus dan gelombang besar, ya susah kita carinya,” imbuhnya.

Sebelum sektor pariwisata menjadi primadona di Bali, masyarakat Serangan memang sudah menekuni pekerjaan yang berhubungan dengan laut seperti menjadi petani rumput laut ataupun nelayan penangkap ikan. Saat ini di tengah situasi pariwisata yang lesu, beberapa orang yang sebelumnya melakoni pekerjaan di dunia pariwisata, mulai menekuni budidaya rumput laut.

Sebagai petani rumput laut yang memang sudah dijalani puluhan tahun, Nyoman Santun mengatakan bahwa penghasilan yang didapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan makan.

“Tapi untuk mulai usaha ini, modalnya lumayan untuk membeli jukung, mesin, benih itu kira-kira butuh modal sampai Rp 25 jutaan,” ucap perempuan berusia 46 tahun tersebut.

Di kawasan Serangan, rumput laut yang paling banyak dibudidayakan adalah jenis rumput laut kotoni dan agar-agar. “Benihnya masih bisa diperoleh di Bali. Tapi kalau rumput laut liar setiap hari bisa dicari tergantung pasang surut air, setelah dapat ya dibersihkan dulu dan bisa langsung dijual,” katanya.

Berbeda dengan rumput laut hijau yang siap dijual, sebaliknya rumput laut putih memerlukan proses selama lima hari baru bisa dijual. Nyoman Santun menyebutkan bahwa penjualan dari rumput laut tersebut biasa dibanderol dengan harga Rp 15.000 per kilogramnya.

Selain sektor budi daya rumput laut, desa Serangan juga memiliki sektor andalan lainnya seperti nelayan jaring. “Kami cuma punya laut, mayoritas pendapatannya dari laut. Bahkan banyak yang datang ke sini sampai malam untuk mencari ikan atau sekadar mencari umpan untuk memancing. Pasti ada saja yang mereka dapat dan dibawa pulang. Walaupun kami punya banyak penghasilan laut, yang paling ada prospeknya sebenarnya rumput laut ini,” ujarnya.

Sementara itu menyikapi kembali bergairahnya budidaya rumput laut, Made Miasa berharap agar sektor ini bisa mendapatkan perhatian lebih baik dari pemerintah. “Masyarakat juga harus menyadari akan prospek yang dimiliki dari sektor tersebut,” tuntasnya.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 70 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 78 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 77 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 108 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 123 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 114 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 105 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 95 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 90 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 118 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 182 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 206 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 230 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 249 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,831 Kali
Member JaSuDa 10,765 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin