Untitled Document
Kamis , 18 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Kembalinya Harapan Petani yang Sempat Hilang
Selasa, 10 Jul 2007 - Sumber: Listiana DP. - Terbaca 5435 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Bali - Sore itu Pak Wantra dan teman-temannya sedang mempersiapkan tali untuk menanam kembali rumput lautnya yang telah mengalami gagal panen. Tampak secercah harapan di raut wajahnya dengan memulai beraktivitas kembali ke laut yang beberapa bulan ini ditinggalkannya.



Sudah 4 bulan ini rumput laut jenis cottonii yang biasa dibudidayakan di areal Sawangan tidak menghasilkan produksi, malah mengalami kerusakan yang hebat yaitu rontok setelah di ’ ganggu’ oleh gulma dan ice-ice. Gulma yang mengganggu si cottonii adalah sejenis rumput laut juga, yang biasa disebut oleh petani lokal dengan bulung sangu ada juga yang menyebut bulung jajan. Jenis ini secara fisik menyerupai rambut yang anatomi batangnya tipis-tipis.



Oleh masyarakat lokal bulung jajan ini bisa dimanfaatkan menjadi bahan pangan untuk camilan keluarga yang dijual di sekitar wilayah tersebut. Biasanya diolah menjadi pengganti sayuran atau dimasak menjadi agar-agar.



Bahkan rumput ini dapat dijual ke pengepul lokal juga dengan harga per ’sok’ (keranjang) 6000-7000 rupiah, satu keranjang bisa mencapai 3 kg rumput kering. Oleh pengepul lokal rumput ini diolah lagi yaitu dengan mencuci menggunakan kapur dan dijemur lagi sampai kering ’normal’. Setelah dilakukan pengolahan pasca panen tersebut secara intensif di tingkat pengepul, baru dijual ke pembeli besar dengan harga yang cukup bagus yaitu 10,000 rupiah/kg. Namun walaupun ada subsitusi pendapatan dari ’gulma’, petani tidak puas dengan hal ini, karena penyusutan ’gulma’ setelah kering, sangat tinggi dan tidak semua petani, rumputnya di tumbuhi gulma. Disamping pasar untuk rumput ini tidak cukup jelas, artinya kesinambungan harga dan kebutuhan tidak bisa dijamin.



Rumput utama yang diganggu gulma, biasanya mengerdil karena tidak optimalnya makanan yang tersedia, dan berakhir dengan kerontokan. Kerusakan rumput cottonii belum dapat dipastikan apa penyebabnya, namun ada beberapa petani yang menyebutkan karena siklus beberapa tahunan, dan karena faktor cuaca yang berubah-ubah.



Kerusakan kali ini sangat parah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, biasanya yang terjadi hanya kerontokan biasa dengan masih ada hasil panen yang dijemur, namun kali ini hasil panen sangat minim, sehingga dalam waktu 3-4 bulan itu pula petani tidak mendapatkan hasil yang optimal bahkan 2 bulan terakhir ada yang tanpa memperoleh pendapatan sama sekali. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya ada sebagian petani yang beralih kegiatan menjadi buruh bangunan, mencari gurita atau hasil laut lainnya.



Hampir serentak seluruh petani di Bali kecuali di Kabupaten Buleleng mengganti jenis varietas dari cottonii ke spinosum. Harapan mereka dengan beralihnya varietas rumput laut tersebut petani dapat memperoleh produksi sehingga mampu memberikan penghasilan untuk menutupi kebutuhan hidup mereka.



Penurunan usaha ekonomi petani ini dapat dilihat dari penurunan jumlah tali yang ditanam, dari rata-rata per orang 700 tali menjadi 80 tali, itupun dengan varietas yang berbeda. Bibit cottonii saat ini sulit di dapat dalam jumlah besar.



Pengadaan bibit jenis spinosum diperoleh secara cuma-cuma dari sesama petani di lingkungannya namun dalam jumlah yang kecil misal 5 ris (tali). Jadi mereka tidak mengeluarkan biaya untuk membeli bibit, lain halnya dengan di Kutuh, petani berswadaya untuk membeli bibit spinosum di Nusa Lembongan.



Perkembangan bibit spinosum sangat cepat, dari berat rata-rata 100 gram menjadi 300 gram dalam usia tanam 15-20 hari. Jika dipanen lebih dari usia itu, rumput akan rontok karena beban berat thallus, sedangkan cabang utama cukup kecil, sehingga akan memudahkan patah.



Harapan petani tumbuh lagi seiring dengan berkembangnya jenis spinosum seperti yang diharapkan Pak Wantra mengakhiri perbincangan sore itu yaitu semoga ada pasar dengan harga yang bagus untuk Spinosum. Namun di lubuk hatinya mereka tetap berharap alam dapat bersahabat kembali dengan cottonii. Karena cottonii lebih menjanjikan dilihat dari harga yang lebih tinggi, stabil, dan kejelasan pasar.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 56 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 69 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 72 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 98 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 112 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 103 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 96 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 73 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 80 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 108 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 170 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 196 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 221 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 241 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,244 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin