Pengendalian Hama dan Penyakit
Kendala cukup berarti dalam budidaya rumput laut yang dapat menyebabkan kerusakan cukup tinggi yaitu serangan hama dan penyakit. Hama berupa serangan ikan, penyu, atau predator lainnya. Sementara, penyakit yang sering menyerang yaitu
ice-ice yang diakibatkan oleh tekanan iklim atau kondisi ekstrim yang dialami tanaman, seperti salinitas atau kandungan nutrisi dalam air yang turun dengan tiba-tiba. Penyakit lainnya yaitu semacam lendir (
mucus) yang melekat pada rumput laut yang biasanya diproduksi oleh karang hidup (
soft coral ataupun
hard coral). Pertumbuhan tanaman juga akan terhambat dengan adanya biota lain yang menjadi kompetitor dalam mendapatkan nutrisi maupun cahaya matahari yang diperlukan dalam pertumbuhannya.
A. Hama
Permasalahan yang cukup serius dalam pengembangan budidaya rumput laut yaitu serangan predator pemangsa atau hama. Hama yang sering menyerang rumput laut dikelompokkan berdasarkan ukurannya, hama mikro (
micro grazer) dan hama makro (
macro grazer).
- Hama Mikro
Kelompok ini pada umumnya berukuran panjang kurang 2 cm dan melekat pada thallus makanan rumput laut, seperti larva bulu babi (Tripneustes) dan larva teripang (Holothuria sp.). Larva bulu babi menyebabkan tanaman Eucheuma sp. Menjadi berwarna kuning dan rusak. Sementara, larva teripang akan menetap pada thallus dan tumbuh membesar di sekitar tanaman. Setelah membesar, larva tersebut akan menjadi hama makro dan akhirnya akan makan thallus tersebut. Nematoda mikroskopik ditemukan pada tanaman Eucheuma cottonii dan bersifat parasit. Selain itu, beberapa hama mikro lainnya juga menyerang tanaman yang sakit akibat ice-ice, nematoda mikroskopis, Alaimus primitimus, Mylonchulus parabrachyurus, dan Disploscapter coronata.
- Hama Makro
Hama makro adalah hama yang berukuran lebih besar dari ukuran 2 cm. Hama makro adalah yang lebih ganas dan dapat menghancurkan tanaman Eucheuma sp. yaitu ikan baronang (Siganus spp.) dan penyu hijau (Chelonia midas). Hama lainnya yaitu bulu babi (Diadema spp.), teripang, binatang laut (Protoneostes). Ketika masih fase Larva, bulu babi dan teripang tergolong ke dalam fase mikro.
Untuk menanggulangi serangan dari ikan baronang dan penyu hijau dapat dilakukan dengan melindungi areal budidaya dengan memasang pagar yang terbuat dari jaring. Serangan dari hama bulu babi, teripang dan bintang laut pengaruhnya relatif kecil pada areal budidaya yang cukup luas, namun tetap perlu diwaspadai demi keberhasilannya. Penyu hijau merupakan hama perusak terbesar dibandingkan lainnya, menyerang pada malam hari sampai habis. Untuk menanggulangi tanaman, maka areal budidaya dipagar dengan jaring.
Pada umumnya, tanaman yang diserang yaitu tanaman yang berada dekat perairan dengan dasar karang atau karang berpasir sekitar pantai. Serangan ikan akan berkurang bila rumput laut yang ditanam pada lokasi agak ketengah. Sementara, hama Glacilaria sp. yang ditanam ditambak berupa ikan mujair (Tillapia), siput kecil, atau sumpil/tritip.
B. Penyakit
Penyakit pada rumput laut merupakan suatu gejala gangguan fungsi atau terjadinya perubahan fisiologis lingkungan yang ekstrim, seperti perubahan nutrisi, perubahan suhu, salinitas, pH, dan tingkat kecerahan air. Kondisi tersebut biasanya diikuti terjadinya interaksi dengan mikroorganisme patogen. Penyakit yang sangat umum terjadi pada rumput laut dikenal dengan sebutan ice-ice.
Ice-ice cenderung menyerang rumput laut
Eucheuma sp. karena ditanam di laut yang banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Gejala yang muncul diperlihatkan dengan perubahan warna pada beberapa bagian thallus menjadi pucat dan bercak putih yang kemudian meluas pada keseluruhan thallus. Pada bagian yang berwarna putih tersebut, thallus membusuk, kemudian akan mati.
Kerusakan tanaman akibat ice-ice dapat mencapai 90%, bahkan 100% bila kondisi serangan berlangsung lama. Kondisi ini akan diperparah karena adanya serangan sekunder dari
Peryphyton yang merupakan mikroorganisme akuatik yang umumnya berukuran planktonik, fitoplankton, maupun zooplankton. Serangan sekunder sebagai lanjutan dari kondisi serangan ice-ice dapat dilakukan oleh bakteri patogen seperti
Pseudomonas dan
Staphylococcus.
Cara pencegahan dari penyakit ini adalah dengan memonitor adanya perubahan-perubahan lingkungan, terutama pada saat terjadinya perubahan lingkungan. Di samping itu dilakukan penurunan posisi tanaman lebih dalam untuk mengurangi penetrasi cahaya sinar matahari.
C. Kompetitor
Baik tumbuhan maupun binatang dapat menjadi kopetitor bagi tanaman yang dibudidayakan dalam memperoleh nutrisi dan cahaya matahari. Kompetitor dari rumput laut yang dibudidayakan pada umumnya yaitu jenis-jenis rumput laut lain yang melekat pada tanaman atau yang tumbuh disekitar tanaman budidaya, seperti melekat pada bambu rakit apung atau tali ris dan tali utama. Jenis rumput laut yang melekat dan atau tumbuh disekitar tanaman budidaya menjadi competitor bagi
Eucheuma sp. antara lain
Hypnea Dictyota, Acanthopora, Laurencia. Padina, Amphiroria, Sargassum, dan alga filamen, seperti
Chaetomorpha. Sementara, kompetitior yang mengganggu
Glacilaria sp. ditambak yaitu
Chaetomorpha.