Untitled Document
Rabu , 17 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Kebutuhan Rumput Laut 139,1 Ribu Ton Bisa Terpenuhi
Senin, 17 Dec 2007 - Sumber: www.fajar.co.id - Terbaca 5616 x - Baca: 16 Jun 2026
 
ARLI Optimis Bila Didukung Pemerintah



MAKASSAR – Pengusaha rumput laut yang tergabung dalam Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) terus mendorong pemerintah agar Indonesia, terutama Sulsel untuk bisa menjadi produsen utama dunia. Bahkan, ARLI optimis pada 2010 saat kebutuhan mencapai 274.100 ton Eucheuma, Indonesia mampu menyuplai 139,1 ribu ton, jika crash program pengembangan rumput laut yang dibuat ARLI mendapat dukungan kebijakan.



Ketua Umum DPP ARLI Safari Azis Husain menjelaskan rumput laut (ganggang) merupakan salah satu organisme laut potensial, dan lama menjadi komoditi ekspor. Dari hasil penelitian, setidaknya terdapat lima jenis rumput laut yang ekonomis di tanah air. Yakni; Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosum, Gracillaria sp, Gelidium sp, dan Sargassum sp.



Pentingnya, rumput laut kata Safari, selain karena sangat dibutuhkan untuk bahan makanan dan obat tradisional, ekstrak rumput laut yang merupakan hidrokoloid seperti karaginan, agar dan alginat juga diperlukan dalam berbagai industri baik sebagai bahan penstabil, pengemulsi, pembentuk gel, pengental, pensuspensi, pembentuk busa dan pembentuk film.



Rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum (karaginofit), terang dia, setelah diolah menjadi carrageenan, dimanfaatkan industri farmasi, kosmetik, makanan dan minuman seperti: saus, keju, kecap, susu, cokelat, sirup, biskuit, es krim dan pet food serta keramik. Rumput Laut jenis Gracilaria dan Gelidium (agarofit) diolah menjadi agar yang banyak digunakan pada industri farmasi, kosmetik, makanan dan minuman, kultur jaringan dan fotografis. Sedangkan rumput laut jenis Sargassum (alginofit) diolah menjadi alginat dan digunakan pada industri makanan dan minuman, cat, kertas, fotografis, tekstil dan farmasi.



“Inilah yang membuat permintaan rumput laut dunia terus meningkat. Sedangkan produksi, dari tahun ke tahun, belum mampu memenuhi jumlah permintaan,” terangnya, akhir pekan lalu. Sebagai negara produsen rumput laut nomor dua di dunia untuk jenis eucheuma (karaginofit), Indonesia masih berpeluang untuk meningkatkan produktivitasnya bahkan lebih besar dari apa yang dihasilkan oleh Filipina yang kini mencapai 96.600 ton (karaginofit) kering per tahun.



“Ini didasarkan pada beberapa kelebihan yang dimiliki Indonesia yaitu luas lahan yang tersedia. Sebaliknya keterbatasan lahan dan gangguan cuaca/iklim di Filipina justru menjadi faktor pembatas pengembangan budidaya rumput laut di negara tersebut,” urai Safari Azis.



Ironisnya, lanjut dia, faktor-faktor yang menjadi kelebihan Indonesia yang memberikan peluang untuk budidaya rumput laut seperti tingginya permintaan bahan baku rumput laut, baik nasional maupun pasar global, tingginya kebutuhan hasil olahan bagi industri pengguna dalam negeri, besarnya dampak sosial ekonomi petani/nelayan pesisir berupa peningkatan pendapatan dan perluasan lapangan kerja, ternyata belum mampu mengangkat komoditas ini menjadi unggulan.



“Jika kebutuhan rumput laut dunia yang diprediksi sebanyak 274.100 ton eucheuma pada 2010, maka Indonesia berpeluang mengisi sekitar 139.100 ton dan selebihnya negara lain sekitar 135.000 ton,” tandasnya.



Karena itu, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran atau menciptakan lapangan kerja, lanjut Safari, sudah saatnya pemerintah, ARLI, dan semua unsur yang terkait dalam pengembangan rumput laut membuat program kerja sama.



“ARLI sudah membuat crash program mulai dari pemetaan potensi, kendala, strategi dan rencana produksi. Tetapi, crash program ini tidak bisa jalan tanpa dukungan pemerintah,” tandasnya.

 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 54 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 69 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 72 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 97 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 112 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 102 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 96 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 73 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 80 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 108 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 170 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 196 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 221 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 239 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,200 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin