
Rumput laut Ulva lactuca atau yang dikenal sebagai selada laut merupakan salah satu jenis alga hijau yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan. Rumput laut ini mengandung protein, mineral, serat, serta senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Potensi tersebut mendorong pengembangan Ulva lactuca menjadi produk pangan bernilai tambah, salah satunya abon rumput laut.
Penelitian dilakukan pada Januari–Juni 2025 di UMKM Ulva Q, Pantai Karapyak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pengamatan dilakukan secara langsung terhadap seluruh proses produksi, mulai dari pengambilan Ulva lactuca di pantai, penanganan bahan baku, pengolahan, pengemasan hingga penyimpanan. Pengujian kimia dilakukan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan.
Proses pengolahan abon terdiri dari 16 tahapan, yaitu penerimaan bahan baku, penyiangan, penimbangan, penjemuran, pencucian, perebusan, pencucian kembali, penirisan, penganginan, pemberian tepung, penggorengan, penirisan minyak, penghalusan, pencampuran, pengemasan, dan penyimpanan. Alur lengkap proses tersebut ditampilkan dalam diagram pada halaman 4 penelitian.
Dari sisi mutu sensori, bahan baku Ulva lactuca kering memperoleh nilai rata-rata 8,50, sedangkan produk abon memperoleh nilai rata-rata 8,40. Nilai tersebut berada di atas nilai minimum 7 yang digunakan sebagai acuan dalam SNI 2690:2015 untuk rumput laut kering dan SNI 7690:2019 untuk abon. Penilaian sensori mencakup karakteristik seperti kenampakan, bau, rasa, tekstur, dan kapang.
Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa abon Ulva lactuca memiliki kadar air 1,73 ± 0,10%, kadar abu 13,62 ± 0,12%, lemak 19,51 ± 0,13%, protein 15,05 ± 0,28%, dan karbohidrat 49,00 ± 0,35%. Kadar air dan protein produk masih berada dalam persyaratan yang dicantumkan dalam SNI 7690:2019.
Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) menunjukkan bahwa bahan baku Ulva lactuca kering memiliki aktivitas antioksidan rata-rata 5.821,55 µmol Fe²⁺/g, sedangkan produk abon memiliki nilai 2.849,61 µmol Fe²⁺/g. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tetap terdeteksi pada produk setelah melalui proses pengolahan.
Penelitian menyimpulkan bahwa proses pengolahan abon Ulva lactuca yang terdiri dari 16 tahapan memenuhi standar SNI 7690:2019 dengan nilai sensori rata-rata 8,4. Ulva lactuca juga memiliki kandungan karbohidrat dan protein serta aktivitas antioksidan yang menunjukkan potensinya untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan fungsional.