Untitled Document
Rabu , 17 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Menyambung kisah kertas dari rumput laut
Jumat, 18 Apr 2008 - Sumber: rumputlaut.org - Terbaca 5517 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Negeri Kepulauan yang Lupa Jati Dirinya...

Kini di dunia hanya dua negara yang menyisakan hamparan hutan terbesar, yakni Brasil dan Indonesia. Brasil punya hamparan hutan terluas yang berada di cekungan Amazon, sementara Indonesia di Kalimantan dan Papua. “Beberapa tahun mendatang, ketika Brasil selesai membangun highway menembus Amazon, luas hutan menyusut. Kayu sebagai bahan baku kertas pun menipis,” kata You Churl H, warga asal Korea Selatan. Majalah National Geographic edisi Januari 2007, yang menurunkan laporan Serpihan Terakhir Amazon, menunjukkan Trans-Amazon Highway dan jalan BR-163 sepanjang 1.770 kilometer dari Mato Gross ke Santarem di Para, perlahan hancurkan hutan Amazon seluas 477,698 juta hektar (2005) dengan laju 3,1 juta ha per tahun.


Bagaimana di Indonesia? Dengan luas hutan 120 juta hektar, Departemen Kehutanan memetakan, periode 2000-2005, angka deforestasi hutan Indonesia mencapai 1,18 juta hektar. Memang angka deforestasi lebih rendah daripada Brasil, tetapi luas hutan kita lebih kecil Hutan terus terdegradasi, tetapi kita sering lupa, Indonesia tidak hanya hutan. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan bahwa lautan Indonesia lebih luas dan hanya orang yang tidak dapat membaca peta yang lupa. Melalui Deklarasi Djoeanda, laut Indonesia mencakup 5,8 juta kilometer persegi, yang merupakan tiga per empat luas Indonesia. Terdapat lebih 17.500 pulau dan dikelilingi 81.000 kilometer garis pantai, sebagai garis pantai terpanjang kedua di dunia.


“Laut Indonesia luas, beriklim tropis sehingga rumput laut tumbuh dan dipanen sepanjang tahun. Karena itu, saya datang,” ujar You masih dengan mimik serius. Dia memperlihatkan peta Google Arts di laptop. Memperbesar citra bola dunia jadi Indonesia, jadi Bali, lalu jadi Nusa Lembongan. Tampak bangunan di Nusa Lembongan, yakni rumah, kantor, hingga bungalow. Hebatnya, dari citra yang diolah jadi tiga dimensi, terlihat budidaya rumput laut di pesisir hingga kedalaman 10 meter yang dibidiknya untuk dijadikan ladang rumput laut merah.


You orang Korea, tetapi berkat teknologi, malam itu dia menggurui Kompas tentang potensi lahan pesisir Indonesia. Kompas pun menduga—lagi-lagi berkat teknologi—You telah “memata-matai” potensi Indonesia sebelum menginjakkan kaki di negeri ini. Vietnam, Thailand, China, Jepang, Filipina, Meksiko, Amerika, dan Australia ternyata telah disambangi You, tetapi Indonesia lokasi budidaya terluas, dengan kondisi iklim terbaik bagi perkembangan rumput laut merah.


“Negara ini berpotensi besar, tetapi belum digarap. Tidak kurang 120.000 hektar, dapat dibuat ladang rumput laut,” ujar You. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan Made Nurjana, yang ditemui terpisah di Kuta, Bali, mengoreksi You. Made mengatakan, lahan rumput laut 120.000 hektar merupakan data usang. “Saya yakin potensinya lebih besar sebab rumput laut dapat hidup di Karawang dan Pelabuhan Ratu,” ujar Made.


Spesies unggul

Secara umum, budidaya rumput laut dikerjakan pada perairan berkedalaman 5-15 meter, dengan tingkat keasaman 6 sampai 9 pH, dengan suhu air sekitar 20-28 derajat Celsius. You dan koleganya, Grevo dari Universitas Sam Ratulangi, bukan saja mencari lokasi budidaya, mereka pun mencari spesies rumput laut terunggul di Indonesia sehingga produksinya maksimal.


“Kami masih mencari spesies rumput laut merah lainnya. Kami yakin ada yang pertumbuhan massanya lebih besar, pernah ketemu tapi mati,” kata Grevo. Kini, Grevo dan You pun mondar-mandir di perairan Bali dan Lombok mencari spesies unggul itu. Di Korea sebenarnya ada rumput laut merah Gelidium amansii. Namun, karena Korea subtropis, maka panen rumput laut hanya dua bulan, yakni Mei-Juni. Sementara di Indonesia, rumput laut merah Pterocladia lucida dapat panen sepanjang tahun.


Sejak Oktober 2006, masyarakat Nusa Lembongan dilibatkan membudidayakan Pterocladia lucida, sedangkan di Lombok mulai Februari 2007. Lokasi itu dipilih karena masyarakat setempat terbiasa tanam rumput laut, meski jenis cotonii yang tidak berserat. Ketika tahun depan You membangun pabrik kertas percontohan di Bali, diharapkan bahan baku datang dari dua lokasi itu. Berapa investasi untuk pabrik itu? You tersenyum simpul, menunjukkan foto putra seorang taipan ternama Indonesia. Dikatakannya, putra sang taipan akan mendanai usaha You.


Negara kepulauan ini memang lupa jati dirinya. Kita yang mengaku bernenek moyang pelaut lalai sehingga You—pria Korea itu—yang pegang paten atas produksi kertas dari rumput laut yang tumbuh subur di perairan negeri ini. Perairan yang selama ini kita “belakangi” akibat lenyapnya visi kelautan.



Sumber : Kompas media cetak, Humaniora 23 Juli 2007
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 53 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 68 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 71 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 96 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 111 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 100 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 95 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 72 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 80 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 107 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 169 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 196 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 220 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 238 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,153 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin